UNTUK INDONESIA
Bisakah Irfan Setiaputera Sehatkan Keuangan Garuda?
Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan Irfan Saputera memiliki kapabilitas dalam lalu lintas duit. Tapi bisakah saat pimpin Garuda?
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra menjadi narasumber diskusi bertema Semangat Baru Garuda di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat, 24 Januari 2020. (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Jakarta - Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menyetujui penilaian banyak pihak bahwa penunjukan Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang baru menggantikan Ari Askhara bakal menyasar sektor penyehatan keuangan perusahaan.

Pasalnya, kata dia Irfan memiliki kapabilitas dalam urusan lalu lintas duit, seperti saat ditunjuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memimpin PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti) 2009-2012.

Namun, cukup atau tidak pengalaman Irfan yang terdahulu, menurutnya akan benar-benar diuji saat memimpin Garuda kini.

"Dia memang bagus financing nya, tapi itu kan di [PT] Inti perusahaan kecil beda dengan Garuda. Kalaupun punya pengalaman di perusahaan internasional IBM saya lihat juga bukan jabatan strategis," ujar Agus kepada Tagar, Kamis, 23 Januari 2020.

Saat memimpin PT Inti, Irfan disebut-sebut berhasil membawa keluar PT Inti dari masalah klasik penghimpunan laba. Berkat tangan dinginnya, PT Inti kemudian membukukan laba yang cukup signifikan.

Torehan itu dicatatkan PT Inti saat tutup buku 2009 dengan perolehan laba sebesar Rp 4,5 miliar. Laba itu lebih tinggi dibandingkan dengan periode yang sama 2008 dengan rugi bersih hampir Rp 50 miliar.

Irfan ditetapkan sebagai Dirut Garuda dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Auditorium Garuda City Center (GCC) Garuda Indonesia Management Building, Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Rabu, 22 Januari 2020.

Problem keuangan di tubuh maskapai plat merah diproyeksi bakal menjadi fokus Irfan dalam beberapa tahun kedepan sebagai Dirut. Sebab, Garuda memilki setumpuk utang yang menjadi pekerjaan rumah pertama Irfan untuk diselesaikan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, hingga kuartal III/2019, Garuda Indonesia diketahui memiliki total utang sekitar 1,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Dari jumlah itu 1,4 miliar dolar AS di antaranya masuk dalam kategori utang jangka pendek.

Adapun, post anggaran penyewaan pesawat menjadi beban lainnya yang menggelayuti perseroan dengan taksiran mencapai 56,1 juta dolar AS. Biaya ini dihitung berdasarkan jumlah beban leasing pada periode Januari hingga September 2019. []

Berita terkait
Irfan Setiaputra Siap Patuhi Pesan Erick di Garuda
Direktur Utama Garuda Irfan Setiaputra menuturkan akan menjalankan pesan dari Menteri BUMN Erick Thohir di maskapain pelat merah tersebut.
Profil Irfan Setiaputra, Sang Dirut Baru Garuda
Irfan Setiaputra, Dirut Baru Garuda, dapat tugas penting dari Menteri BUMN. Pernah menjabat sebagai CEO di berbagai perusahaan.
Kenapa Irfan Setiaputra Terpilih Jadi Dirut Garuda?
Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk periode sebelumnya Sahala Lumban Gaol mengatakan Irfan Saputera ditetapkan sebagai dirut.
0
Begal Sadis di Makassar Ditembak Polisi
Pelaku begal sadis yang sering melukai korbannya dalam menjalankan aksinya ditangkap Polsek Tamalanrea Makassar dan Tim Pegasus Jeneponto.