Biden Sebut Amerika Tidak Akan Kirim Generasi Lain ke Afghanistan

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memperkuat latar belakang keputusannya untuk mengakhiri operasi militer di Afghanistan
Tentara AS antre untuk mengucapkan selamat tinggal kepada para rekan tentara yang terluka di Pangkalan Shank, Provinsi Logar, Afghanistan, 28 Mei 2014 (Foto: voaindonesia.com - Brendan Smialowksi/AFP)

Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, Kamis, 8 Juli 2021, memperkuat latar belakang keputusannya untuk mengakhiri operasi militer di Afghanistan. Bahkan ketika Taliban membuat kemajuan pesat dengan menguasai kembali sejumlah wilayah strategis di negara itu.

Berbicara di Gedung Putih, Biden mengatakan misi militer Amerika akan berakhir pada 31 Agustus 2021.

Ia mengatakan dalam pertemuan di kantor presiden bulan lalu ia telah menjelaskan kepada Presiden Afghanistan Ashraf Ghani bahwa “dukungan AS untuk rakyat Afghanistan akan terus berlanjut.”

“Kami akan terus memberikan bantuan sipil dan kemanusiaan, termasuk menyuarakan hak-hak kaum perempuan dan anak perempuan,” ujar Biden.

Dia menambahkan bahwa dia akan mempertahankan keberadaan misi diplomatik Amerika di negara itu dan terus terlibat “dalam diplomasi untuk mencapai perdamaian, dan perjanjian damai yang akan mengakhiri aksi kekerasan yang tidak masuk akal ini.”

Biden mengunjungi lab manufakturPresiden Joe Biden mengunjungi lab manufaktur di McHenry County College di Crystal Lake, Illinois, Rabu, 7 Juli 2021 (Foto: voaindonesia.com - Evelyn Hockstein/Reuters)

Namun, Biden mengatakan melanjutkan perang di Afghanistan “tanpa batas” bukan kepentingan keamanan Amerika.

“Pengalaman selama hampir 20 tahun telah menunjukkan kepada kita bahwa situasi keamanan saat ini hanya menegaskan, perang setelah satu tahun lagi di Afghanistan bukan solusi, tetapi resep untuk berada di sana tanpa batas waktu,” ujar Biden.

“Tergantung kepada warga Afghanistan untuk membuat keputusan tentang masa depan negara mereka,” tambahnya.

Kepada mereka yang menyerukan agar AS memperpanjang operasi militer, Biden melontarkan pertanyaan.

"Berapa ribu lagi anak perempuan dan anak laki-laki yang akan dipertaruhkan?” Berapa lama lagi mereka akan ditempatkan di sana? Saat ini ada personel militer kita yang orang tuanya 20 tahun lalu juga bertempur di Afghanistan. Apakah kita akan mengirim anak dan cucu mereka juga? Akankah kita mengirim anak laki-laki dan anak perempuan kita lagi?" tanya Biden.

Dia menambahkan selama 20 tahun, AS sudah menghabiskan 1 triliun dolar AS untuk melatih dan melengkapi ratusan ribu personel pasukan pertahanan dan keamanan Afghanistan. Lanjutnya, sebanyak 2.448 warga AS tewas, 20.722 luka-luka, dan ribuan lain yang kembali ke tanah air dengan trauma yang tidak tampak pada kesehatan jiwa mereka.

"Saya tidak akan mengirim generasi Amerika lainnya untuk berperang di Afghanistan, tanpa harapan yang masuk akal untuk mencapai hasil berbeda," tegas Biden (em/jm)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Amerika Beri Kemudahan Urus Visa Bagi Perempuan Afghanistan
Amerika pertimbangkan berikan kemudahan pengurusan visa untuk perempuan Afganistan, Kanada berusahan merelokasi ratusan warga Afghanistan
Militer AS Tinggalkan Ribuan Mobil di Pangkalan Udara Bagram Afghanistan
Militer AS angkat kaki diam-diam dari Pangkalan Udara Bagram, Afghanistan tinggalkan ribuan mobil dan ratusan kendaraan lapis baja
Pasukan Amerika Pulang Afghanistan Tertimbun di Bawah Sampah
Pangkalan Udara Bagram jadi markas besar pasukan Amerika di Afghanistan selama hampir 20 tahun, markas militer itu telah kosong tinggalkan sampah
0
Biden Sebut Amerika Tidak Akan Kirim Generasi Lain ke Afghanistan
Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, memperkuat latar belakang keputusannya untuk mengakhiri operasi militer di Afghanistan