UNTUK INDONESIA
BI Bengkulu Distribusikan 1,2 Triliun Setengahnya Pecahan Recehan
Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu telah mendistribusikan pecahan rupiah senilai Rp1,2 triliun selama puasa 2017.
Petugas menata uang baru yang disediakan Bank Indonesia saat melayani penukaran uang pecahan kecil di depan Kantor BNI Cabang Nunukan, Kalimantan Utara, Jumat (16/6). Bank Indonesia menyediakan uang baru sebesar Rp 3 miliar bagi masyarakat Kabupaten Nunukan yang ingin menukarkan uang untuk keperluan Idul Fitri 1438 H. (Foto: Ant/M Rusman)

Bengkulu, (Tagar 19/6/2017) - Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu telah mendistribusikan pecahan rupiah senilai Rp1,2 triliun selama puasa 2017. "Kami memprediksi kebutuhan rupiah sampai lebaran yakni Rp1,9 triliun, jika lebih tetap akan disediakan," kata Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu Endang Kurnia Saputra, di Bengkulu, Senin (19/6).

Endang menyebutkan, uang yang terdistribusi lebih banyak untuk pecahan uang kecil yakni Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000. "Kami perkirakan sebesar 60 hingga 65 persen uang kecil, karena masyarakat memang membutuhkan pecahan tersebut, sisanya baru pecahan Rp50.000 dan Rp100.000," kata dia lagi.

Memasuki minggu-minggu akhir puasa Ramadan, Bank Indonesia juga membuka layanan penukaran uang kecil yang digelar sejak 12 Juni 2017 lalu. Periode 12-16 Juni 2017, BI membuka stan penukaran uang di Lapangan View Tower Kota Bengkulu, dan kegiatan dilanjutkan pada 19-20 Juni di Simpang Lima Ratu Samban, Kota Bengkulu. Pada 21-23 Juni 2017, stan penukaran uang kecil berada di Bandara Fatmawati Bengkulu. Masyarakat dapat menukarkan pecahan uang kecil dengan nilai Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, dan Rp20.000.

"Mendekati lebaran kami pilih di bandara karena banyak masyarakat Bengkulu yang pulang kampung, jadi mereka bisa langsung tukar sesampai di bandara, tidak perlu repot ke bank, begitu juga sebaliknya bagi yang mau mudik," ujarnya pula. (rif/ant)

Berita terkait
0
Bos Lippo Group James Riady Mangkir Panggilan KPK
Bos Lippo Grup Tjahaja Riady mangkir dari panggilan KPK untuk diperiksa sebagai saksi kasus suap perizinan proyek pembangunan Meikarta.