BGN Sebut Pemicu Keracunan Massal MBG: 80% SPPG Tak Jalankan SOP

MBG yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto belakangan kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan memicu kasus keracunan massal
BGN Sebut Pemicu Keracunan Massal MBG: 80% SPPG Tak Jalankan SOP. (Foto: Tagar/DOK Istimewa)

TAGAR.id, Jakarta - Program makan bergizi gratis (MBG) yang menjadi andalan Presiden Prabowo Subianto belakangan kembali menjadi sorotan setelah dilaporkan memicu kasus keracunan massal di Bandung Barat, Garut hingga Banggai.

Badan Gizi Nasional (BGN) menyoroti lemahnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) dalam proses memasak.

Hal ini menjadi penyebab utama kasus keracunan massal yang menimpa siswa yang memperoleh program MBG.

Wakil Kepala BGN Nanik S. Deyang menyebut, hasil investigasi menunjukkan sebagian besar kasus terjadi akibat makanan yang diproduksi tidak mengikuti aturan waktu penyajian oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Banyak faktor, tetapi 80 persen dari investigasi kami karena tidak menjalankan SOP waktu memasak,” jelas Nanik saat dihubungi kumparan, Rabu (24/9).

Menurut Nanik, lamanya jeda antara makanan selesai dimasak dengan waktu konsumsi membuat risiko kontaminasi meningkat.

“Jadi rentang waktu bahan makanan selesai dimasak sampai dikonsumsi lebih dari 6 jam,” ujar Nanik.

Berita terkait
Presdien Prabowo Ungkap Efek Positif MBG, Kehadiran dan Prestasi Anak Meningkat
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyinggung soal Program Makan Bergizi Gratis dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI.
Soal MBG di Pesantren, Cak Imin: Jangan Pendek Kayak Saya
Cak Imin mengatakan bahwa Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, membutuhkan 118 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pesantren.
BGN Minta Bahan Baku Harus Bagus, Agar Kualitas MBG Semakin Baik
Kepala BGN Dadan Hindayana meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berani menolak bahan baku yang jelek.