UNTUK INDONESIA

Berikut 5 Perilaku Buaya yang Wajib Dipahami

5 perilaku buaya yang harus diketahui agar tidak diserang oleh hewan predator ini.
Ilustrasi buaya. (Tagar/Pixabay)

Jakarta - Tepatnya di Desa Pantai, Kecamatan Kelumpang Selatan, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Terdapat kasus buaya memangsa manusia yang kembali lagi.

Peristiwa buaya memangsa manusia tersebut ditimpa oleh MS 40 tahun, peristiwa penerkaman terjadi pada Kamis, 26 November 2020, hingga korban tewas.

Kejadian ini terjadi pada saat MS sedang ingin mencuci tangan di pintu tambak setelah memanen bandeng dan kepiting. Jasad korban ditemukan sudah terpisah, pisahan bagian tubuh korban masih belum ditemukan. Tim sar mencari jasad korban selama 18 jam.

Maka dari itu kita perlu mengetahui tentang buaya secara mendasar guna mengantisipasi agar tidak diserang oleh buaya.

Buaya adalah binatang reptil yang keberadaannya cukup ditakuti oleh sebagian manusia, identik dengan buas dan keganasannya. Manusia perlu waspada dengan keadaan jika terdapat buaya, maka penting untuk memahami perilakunya.

Meskipun kebanyakan manusia tidak hidup berdampingan dan tidak hafal dengan gerak gerik reptil berdarah dingin tersebut, akan tetapi penting bagi manusia mengetahui hal dasar tentang antisipasi terhadap reptil berdarah dingin tersebut.

Meskipun hanya dasarnya saja, tetapi wajib untuk diketahui. Tidak hanya menjelaskan perilaku dasar buaya, terdapat tips didalamnya untuk mencegahnya serta anjuran waktu yang tepat untuk menghindarinya.

Lima hal yang perlu diketahui oleh manusia tentang perilaku buaya:

1. Hewan dengan gigitan terkuat

Para peneliti telah menyebutkan bahwa gigitan buaya dapat mencapai tekanan 5000 psi, angka tersebut lebih tinggi dibandingan hewan pemangsa seperti singa dan hyena.

Buaya juga memiliki kelemahan pada mulutnya. Gigitan buaya memang mematikan dan memiliki tekanan tinggi, namun otot mulut buaya untuk membuka mulutnya cukup lemah. Maka, jika buaya mulutnya sudah di ikat buaya sudah aman.

Lebih baik jika tidak ada pengawas dan melihat buaya berjalan sendiri, alangkah lebih baik untuk dihindari. Gigitan buaya dengan mudah dapat menghancurkan gading gajah, bisa bayangkan jika hanya manusia yang digigit olehnya

2. Perenang hebat

Selain berlari di darat, buaya juga dapat berenang hingga kecepatan maksimal 15 kpj. Dengan melipat kaki belakang, kemudian memanfaatkan kaki depan serta ekor untuk berenang.

Tidak hanya berenang berjalan, buaya mampu untuk mengambang dipermukaan air meskipun hanya bagian kepala.

Perlu lebih waspada untuk para pecinta alam jika sedang berenang di sungai, meskipun terdengar kecepatan maksimal renang 15 kpj, manusia dengan kemampuan renang yang kurang akan tetap sulit menghindarinya.

3. Dapat tidak makan dalam jangak waktu yang lama.

Buaya merupakan reptil, yang artinya berdarah dingin. Reptil ini memiliki sistem metabolisme yang sangat lambat, jika metabolisme (kecepatan tubuh dalam pencernaan) melambat maka akan banyak sisa makanan yang terdapat di tubuh.

Dengan kelebihan metabolisme lambat, buaya dapat bertahan hidup dengan jangka waktu yang lama. Jangka waktu buaya hidup tanpa makanan hingga tiga tahun lamanya, merupakan waktu yang cukup lama.

Bukan berarti buaya tidak pernah merasakan yang namanya lapar, jika reptil sudah melihat mangsanya maka akan tetap dimangsa. Tetap berwaspada jika didekatnya, meskipun buaya telah menghabiskan makanannya.

4. Selalu membuka mulut

Buaya tidak memiliki kelenjar keringat, jadi mereka tidak bisa mengeluarkan panas tubuhnya melewati keringat.

Maka, buaya membuka lebar mulutnya ketika sedang terpapar sinar matahari atau sedang cuaca panas. Dengan tujuan mengeluarkan hawa panas lewat mulutnya tersebut, jadi buaya memiliki tujuan ketika tidur dan membuka mulut.

Buaya membuka mulut maka buaya tersebut sedang terlelap, maka dapat dikatakan sudah “agak” aman dari perhatian buaya. Insting yang dimiliki reptil tersebut sangat kuat, jadi tetap saja berbahaya, karena tetap saja kodrat predator.

5. Tidak mengunyah makanan

Jika mendapatkan mangsa, buaya tetap menggigitnya untuk menangkapnya saja. Satu kunyahan saja, buaya langsung menelan mangsanya.

Hal ini disebabkan karena lambung buaya sangat kuat, didalamnya terdapat kandungan asam lambung yang sangat kuat. Tidak mengunyah daging merupakan hal biasa, namun lambung buaya dapat mencerna benda keras seperti kuku, tapal kuda, tanduk, dan sebagainya.

Hal ini yang menjadi poin paling bahaya dalam perilaku bahaya, karena tidak mengunyah makanan maka mangsanya langsung dilahap mentah-mentah. Sulit untuk menyelamatkan hewan peliharaan jika sudah berada di mulut buaya. (Faras Prima Nugraha) []

Baca juga:

Berita terkait
Cerita Buaya Sungai Tello Makassar Keturunan Manusia
Buaya di Sungai Tello Makassar dianggap sebagai jadi-jadian mempunyai cerita dari warga mengaku sebagai keluarganya.
Warga Sebut Buaya Ditangkap di Makassar Kembaran Manusia
Buaya yang ditangkap di Sungai Tello Makassar dibawa pulang oleh warga, konon kata warga buaya ini kembaran manusia.
Viral Buaya Ditangkap di Makassar, Netizen: Mantanku
Penangkapan seekor buaya di Sungai Tello Makassar viral di media sosial. Ini tanggapan netizen
0
Deretan Film Tayang Desember 2020 di Netflix dan Bioskop
Berikut Tagar rangkumkan sederet judul film baru yang akan tayang di bioskop dan Netflix pada bulan Desember 2020.