UNTUK INDONESIA

Bentrokan Demonstran dan Pasukan di Myanmar Terus Berkobar

Demonstran antikudeta di Myanmar lakukan perlawanan dengan senapan berburu dan bom api saat menghadapi tindakan keras pasukan keamanan
Pengunjuk rasa anti-kudeta memegang foto orang-orang yang tewas dalam protes terhadap militer menawarkan doa untuk mereka, di Yangon, Myanmar, 5 April 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Para demonstran antikudeta di Myanmar melakukan perlawanan dengan senapan berburu dan bom api saat menghadapi tindakan keras pasukan keamanan di sebuah kota di barat laut negara itu. Media setempat melaporkan, 8 April 2021, setidaknya 11 pengunjuk rasa tewas.

Awalnya, enam truk pasukan dikerahkan untuk mengendalikan para pengunjuk rasa di Kota Taze, seperti dilaporkan Myanmar Now dan Irrawaddy. Saat para pengunjuk rasa melawan dengan senjata, pisau, dan bom api, lima truk lagi pasukan bala bantuan didatangkan.

Pertempuran berlanjut yang menyebabkan setidaknya 11 pengunjuk rasa tewas dan sekitar 20 lainnya luka-luka. Data ini berdasarkan laporan dua media itu. Tidak ada kabar tentang jatuhnya korban di pihak pasukan keamanan.

pengunjuk rasa myanmarPengunjuk rasa berusaha melawan pasukan militer di Amarapura, Mandalay, Myanmar, 3 April 2021 (Foto: dw.com/id)

Menurut Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), jumlah korban baru ini menjadikan jumlah warga sipil yang terbunuh oleh pasukan keamanan lebih dari 600 sejak militer merebut kekuasaan dari pemerintah sipil terpilih pada 1 Februari 2021,

Kota Taze terletak dekat Kota Kale, di mana sedikitnya 11 orang tewas akibat bentrokan serupa, 7 April 2021, seperti dilaporkan oleh media berita setempat dan sejumlah saksi mata. Pasukan keamanan menembakkan peluru tajam, granat, dan senapan mesin kepada para pengunjuk rasa yang menuntut pemulihan pemerintahan Aung San Suu Kyi, seperti dilaporkan oleh AAPP.

Juru bicara junta militer tidak dapat dihubungi untuk dimintai komentar. “Junta militer, 8 April 2021, menangkap Paing Takhon, seorang model dan aktor yang menentang kudeta,” kata saudara perempuannya kepada Kantor Berita Reuters.

Junta militer mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap ratusan orang. Puluhan pesohor sosial media –seperti artis, pelawak, dan musisi– termasuk di antara mereka.

Takhon, 24 tahun, model dan aktor terkenal di Myanmar dan Thailand, adalah salah satu pesohor terbaru yang ditahan. Ia mengecam pengambilalihan kekuasaan oleh militer dan berjanji akan mendukung Suu Kyi.

pengunjuk rasa myanmarPara pengunjuk rasa mengangkat spanduk yang menuntut pembebasan pemimpin Myanmar yang ditahan Aung San Suu Kyi selama demonstrasi menentang kudeta militer 1 Februari di Yangon pada 10 Februari 2021. (Foto: voaindonesia.com - AFP/Ye Aung Thu)

Adiknya, Thi Thi Lwin, mengatakan kepada Reuters, militer menahan saudara laki-lakinya itu pada pukul 4.30 pagi di rumah orang tua mereka di Yangon, di mana ia tinggal selama beberapa hari karena menderita malaria dan gangguan jantung. Pasukan keamanan datang dengan delapan truk militer dan sekitar 50 tentara. Tidak jelas ke mana militer membawanya.

Media-media melaporkan, komedian paling terkenal di Myanmar, Zarganar, juga ditangkap pada hari Selasa, 6 April 2021.

Di Yangon, kota terbesar di negara itu, para aktivis menempatkan sepatu-sepatu berisi bunga untuk memperingati kematian para pengunjuk rasa. AAPP mengatakan 2.847 orang saat ini ditahan junta militer (ab/uh)/Reuters/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Dubes Myanmar Untuk Inggris Dilarang Masuk ke Kedutaan
Dubes Myanmar untuk Inggris yang dukung Aung San Suu Kyi tidak boleh masuk ke kantor Kedutaan Myanmar di London
Inggris Dukung ASEAN Temukan Resolusi Konflik di Myanmar
Menlu Retno Marsudi mengatakan Inggris telah menyampaikan dukungan atas upaya ASEAN untuk menemukan resolusi konflik di Myanmar
Buntut Kudeta Militer Myanmar Diprediksi Menuju Negara Gagal
Kekerasan kembali pecah ketika pasukan militer Myanmar memasuki lokasi protes warga di Kota Kale, pengunjuk rasa tuntut pemulihan pemerintah sipil
0
Bentrokan Demonstran dan Pasukan di Myanmar Terus Berkobar
Demonstran antikudeta di Myanmar lakukan perlawanan dengan senapan berburu dan bom api saat menghadapi tindakan keras pasukan keamanan