UNTUK INDONESIA
Baterai Penuh, Hyundai Kona Bisa Tempuh 1.000 Km
Hyundai Kona Electric mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer untuk satu kali pengisian penuh daya baterai.
Hyundai Kona Electric. (Foto: Antara/Hyundai)

Jakarta - Hyundai Kona Electric mampu menempuh jarak lebih dari 1.000 kilometer (km) dalam satu kali pengisian penuh daya baterai. Demikian hasil pengujian efisiensi yang digelar pabrikan Korea Selatan.

Dalam pengujian mobil listrik itu menggunakan tiga unit Hyundai Kona Electric, yang masing-masing mobil berhenti tanpa daya baterai setelah menempuh jarak 1.018,7, 1.024,1, dan 1.026,0 kilometer.

Soal kapasitas baterai 64 kWh, masing-masing nilai menunjukkan rekor lain, karena konsumsi daya mobil sebesar 6,28, 6,25, dan 6,24 kWh/100 km jauh di bawah nilai standar 14,7 kWh/100 km yang ditentukan oleh WLTP.

Seluruh Hyundai Kona Electric diproduksi secara seri ketika mereka tiba di Lausitzring, yang sesuai dengan jarak tempuh 484 kilometer menurut standar WLTP.

Tiga SUV listrik berkapasitas 150 KW/204 PS itu dikendalikan oleh pengemudi bergantian selama tiga hari perjalanannya, dan sistem bantuan kendaraan tetap tidak tersentuh.

Hyundai Kona ElectricUji efisiensi Hyundai Kona Electric di Jerman. (Foto: Antara/Hyundai)

Kedua faktor ini juga merupakan prasyarat penting bagi pentingnya misi jangkauan Hyundai. Dekra, organisasi ahli yang telah mengoperasikan Lausitzring sejak 2017, memastikan bahwa semuanya berjalan sesuai rencana selama upaya pencatatan efisiensi yang berhasil.

Insinyur Dekra memastikan bahwa semuanya berjalan lancar dengan memantau kendaraan yang digunakan dan mencatat masing-masing dari 36 pergantian pengemudi, demikian pernyataan Hyundai dalam keterangan resminya, dikutip dari Antara, Senin, 17 Agustus 2020.

Teknisi Hyundai yang bekerja dengan Thilo Klemm (Kepala Pusat Pelatihan Aftersales) telah menghitung kisaran teoritis antara 984 dan 1.066 kilometer untuk simulasi berkendara dengan kecepatan rata-rata lalu lintas dalam kota. 

Hal ini merupakan tantangan bagi tim, sebab mengemudi dengan cara hemat energi membutuhkan konsentrasi dan kesabaran dalam cuaca musim panas.

Selain tidak mengaktifkan sistem bantuan pengemudi, dalam uji efisiensi Kona Electric itu, pengendara juga tidak menyalakan pendingin ruangan (AC). Mereka juga menggunakan ban standar Nexen Nfera SU1 low rolling resistance dalam ukuran 215/55R17.

Kecepatan rata-rata tim mengendarai Hyundai Kona antara 29 dan 31 km/jam. Meskipun sekilas terdengar lambat, kondisi dicapai dalam kondisi lalu lintas dalam kota yang khas, termasuk jam sibuk dan perubahan lampu lalu lintas, serta di zona 30 km/jam di kawasan permukiman.

Dengan pengujian ini, Kona Electric menunjukkan potensinya sebagai SUV gaya hidup yang efisien dan ramah lingkungan. Ini membuktikan kesesuaiannya untuk penggunaan sehari-hari, kata Jürgen Keller, Direktur Pelaksana Hyundai Motor Deutschland GmbH.

Hyundai Kona Electric pada Juni 2020 juga melampaui penjualan 100.000 unit secara global. Penjualan secara kumulatif Kona Electric mencapai 103.719 unit per 30 Juni, lebih dari dua tahun sejak diluncurkan pada Maret 2018. 

Penjualan di luar pasar dalam negeri Korea Selatan menyumbang lebih dari tiga perempat dari total penjualan.[]

Berita terkait
Empat Mobil Listrik Hyundai IONIQ yang Inovatif
Hyundai Motor Company berencana meluncurkan empat model khusus kendaraan listrik yang lebih keren dan inovatif, yaitu Hyundai IONIQ.
Hyundai-LG akan Bangun Pabrik Baterai di Indonesia
Kedua perusahaan ini akan membangun sebuah perusahaan patungan yang bergerak di bidang pembuatan baterai mobil listrik.
Hyundai Elantra 2021 Diluncurkan Secara Online
Hyundai Motors akan meluncurkan sedan terbarunya Elantra 2021 secara online pada 17 Maret 2020.
0
Hutan Bakau Lubuk Kertang di Langkat Dirusak 104 Pabrik Arang
Kelompok Tani dan Nelayan Lestari Mangrove di Langkat, Sumatera Utara, meminta petugas kepolisian menangkap pelaku pencurian kayu bakau.