Batasi Kebebasan Berpendapat Kamboja Kendalikan Internet

Rencana pemerintah Kamboja buat gerbang untuk kontrol semua lalu lintas online di negara itu membatasi hak atas kebebasan berpendapat
Ilustrsi: Remaja Kamboja mengakses internet dari ponsel mereka di sebuah cafe di Phnom Penh (Foto: voaindonesia.com/Reuters).

Jakarta - Rencana Kamboja membuat gerbang untuk mengontrol semua lalu lintas online di negara itu akan memberi otoritas kekuasaan yang luas untuk membatasi hak atas kebebasan berpendapat. Hal ini diungkapkan oleh organisasi HAM.

Pemerintah Kamboja Selasa mengeluarkan surat keputusan untuk membentuk National Internet Gateway (NIG) yang akan memberi kendali atas arus informasi di internet dan kemampuan untuk memblokir konten dan situs. Pemerintah mengatakan, arahan itu akan meningkatkan infrastruktur teknologi informasi Kamboja dan mengontrol konten yang dapat membahayakan "keamanan nasional dan ketertiban sosial".

Namun, organisasi HAM mengatakan klausul dengan kata-kata yang tidak jelas dalam surat keputusan itu akan membatasi hak termasuk akses ke informasi, privasi dan kebebasan berpendapat. Rencana itu juga bisa menghambat sektor baru teknologi informasi Kamboja dengan mengurangi daya saing dan memengaruhi investasi jika pemerintah secara rutin mencampuri operasi penyedia layanan internet, kata organisasi HAM dan penyedia layanan internet lokal.

seorang priaSeorang pria Kamboja memegang bendera nasionalnya di depan MS Westerdam, milik Holland America Line, berlabuh di pelabuhan Sihanoukville, Kamboja, Jumat, 14 Februari 2020. (Foto: voaindonesia.com/AP)

Keputusan itu “memberdayakan pihak berwenang untuk dengan mudah mengambil tindakan untuk membatasi akses ke informasi online, atau memblokir situs atau jaringan media sosial yang diberi label oleh pihak berwenang sebagai kritis, meskipun situs dan jaringan media sosial itu menyediakan berita atau informasi independen kepada publik, kata pernyataan yang dirilis Pusat Hak Asasi Manusia Kamboja dan lebih dari 60 organisasi lain.

Kamboja memiliki catatan kebebasan media yang buruk, pada urutan 144 dari 180 negara, dengan ranking pertama adalah yang paling bebas, pada indeks tahunan Reporters Without Borders. [https://rsf.org/en/Cambodia]/ka/pp/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Perdagangan Manusia Dalam Kurikulum Baru Sekolah di Kamboja
Murid sekolah di Kamboja akan mendapat mata pelajaran baru tentang perdagangan manusia (human trafficking) mulai awal tahun 2021
Kamboja Rayakan Hari Kemerdekaan Tanpa Pesta Saat Pandemi
Rakyat Kamboja peringati Hari Kemerdekaan, dalam suasana yang tidak seperti biasanya. Karena berbagai kebijakan terkait wabah virus corona
Komandan Algojo Khmer Merah Meninggal di Kamboja
Komandan Pasukan Khmer Merah di Kamboja yang dikenal sebagai "Kamerad Duch", algojo Pol Pot meninggal dalam usia 77 tahun.
0
Kimia Farma Impor Vaksin Shinoparm 7,5 Juta Dosis
Kimia Farma sudah menandatangani perjanjian kerja sama dengan produsen vaksin Shinoparm untuk impor 7,5 juta vaksin program gotong royong.