UNTUK INDONESIA
Barikade Kawat Berduri Dipasang Depan Gedung KPK
Kepolisian mengantisipasi rencana demonstrasi menolak disahkannya revisi UU KPK dengan memasang barikade kawat berduri.
Polisi memasang kawat berduri di depan gedung KPK, Jakarta, Senin (23/9/2019). (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

Jakarta - Kepolisian mengantisipasi rencana demonstrasi menolak disahkannya revisi UU KPK dengan memasang barikade kawat berduri tepat di depan Gedung Merah Putih KPK, Jalan Jl. Kuningan Persada, Jakarta Selatan, pada Senin 23 September 2019.

Kawat berduri itu dipasang persis di pelataran depan logo KPK yang sering dipakai demonstran menyampaikan aspirasinya. Terpasangnya kawat berduri, demonstran tidak bisa mendekati pelataran depan atau memanjat gedung KPK.

Pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi kerusuhan yang pecah di depan gedung KPK ketika Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyuarakan pendapat pada Jumat 20 September 2019.

Ketika PB PMII melakukan demonstrasi, mereka mencoba menaiki pelataran gedung KPK untuk menyampaikan aspirasinya. Namun hal tersebut langsung dicegah oleh polisi.

Selain kawat berduri, dua water cannon dan kendaraan taktis sudah disiapkan di depan gedung KPK.

Baca juga:

Berita terkait
KPK Periksa Eks Anak Buah Imam Nahrawi
KPK melakukan pemeriksaan terhadap mantan anak buah Imam Nahrawi, mantan Sesmenpora periode 2014-2016 Alfitra Salamm, Senin, 23 September 2019.
Sandiaga Uno Dukung Pimpinan Baru KPK
Sandiaga Uno mendukung pimpinan baru KPK. Menurutnya pimpinan baru KPK harus didukung untuk memperkuat institusi antirasuah tersebut.
KPK Ogah Berbenah, Salahkan Buzzer
Sebagian orang yang menolak revisi UU KPK, membuat narasi kambing hitam. Mereka menyalahkan yang tak sepakat sebagai buzzer. Tulisan Eko Kuntadhi.
0
PSS Tembus 4 Besar Setelah Menang di Kandang
PSS Sleman kembali menembus ppaan atas klasemen Shopee Liga 1 setelah mengalahkan Kalteng Putra 1-0 di Stadion Maguwoharjo, Jumat 18 Oktober 2019.