Banten di Peringkat Ke-9 Kasus HIV/AIDS Nasional

Jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS di Indonesia sudah tembus 500.000 dengan 10 provinsi terbanyak kasus, Banten di peringkat ke-9 dengan kasus 13.451
Ilustrasi. (Foto: womenshealth.gov).

Oleh: Syaiful W. Harahap*

Dalam laporan Ditjen P2P, Kemenkes RI, tanggal 29 Mei 2020, tentang Perkembangan HIV/AIDS dan Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) Triwulan I Tahun 2020, jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS dari tahun 1987 sd. Maret 2020 di wilayah Provinsi Banten adalah 13.451 yang terdiri atas 10.260 HIV dan 3.191 AIDS. Jumlah ini menempatkan Banten di peringkat ke-9 dalam jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS secara nasional.


Sedangkan kasus kumulatif HIV/AIDS nasional dari tahun 1987 sd. Maret 2020 berjumlah 511.955 yang terdiri atas 388.724 HIV dan 123.231 AIDS dengan 17.210 kematian.

Baca juga: Kasus Kumulatif HIV/AIDS di Indonesia Tembus 500.000

Sebagai daerah dengan semboyan “Iman Taqwa” tentulah tidak akan ada lokasi dan lokalisasi pelacuran di wilayah Provinsi Banten, tapi data kasus HIV/AIDS sebanyak 13.451 menimbulkan pertanyaan karena faktor risiko (cara penularan) HIV/AIDS adalah hubungan seksual tanpa kondom, di dalam dan di luar nikah, laki-laki dewasa dengan pasangan yang berganti-ganti. Terutama laki-laki dengan pekerja seks komersial (PSK).

9-peingkat aids bantenSepuluh provinsi dengan jumlah kasus kumulatif HIV/AIDS terbanyak, Banten ada di peringkat ke-9 secara nasional. (Tagar/Syaiful W. Harahap)

Padahal, di Banten tidak ada lokasi dan lokalisasi pelacuran yang terbuka. Maka, kemungkinan yang terjadi adalah transaksi seks antara laki-laki dewasa dengan PSK tidak langsung, seperti cewek-cewek pada prostitusi online dengan transaksi melalui media sosial.


Cewek atau perempuan di prostitusi online disebut PSK tidak langsung karena mereka tidak kasat mata. Tapi, dalam prakteknya mereka sama saja dengan PSK langsung karena sama melayani hubungan seksual tanpa kondom dengan laki-laki yang berganti-ganti. Ada kemungkinan salah satu dari laki-laki tsb. mengidap HIV/AIDS sehingga PSK tidak langsung berisiko tertular HIV/AIDS.

Di Kabupaten Lebak sering terjadi suami akan meninggalkan istrinya ketika diberitahu istrinya mengidap HIV/AIDS. Ibu-ibu hamil terdeteksi mengidap HIV/AIDS ketika memeriksa kehamilan dan ketika akan melahirkan.

Kota Cilegon (Banten) dan Cikarang (Kabupaten Bekasi, Jawa Barat) sudah lama dikenal luas sebagai tujuan laki-laki ‘hidung belang’ asal Korea Selatan sebagai pusat hiburan malam. Cewek-cewek yang jadi penghibur dalam prakteknya sama saja dengan PSK sehingga mereka berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.

Dalam kehidupan sehari-hari biasanya mereka punya pacar dan ‘suami’ sehingga cewek-cewek itu jadi jembatan penyebaran HIV/AIDS dari kegiatan hiburan malam ke masyarakat. Pacar atau ‘suami’ mereka bisanya juga ada yang beristri warga lokal.

Baca juga: Menelusuri Akar Kasus HIV/AIDS Pertama di Indonesia

Selain itu di perbatasan Kabupaten Lebak dan Pelabuhan Ratu (Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat) muncul warung-warung di pantai yang juga dengan cewek penghibur. Daerah itu jadi ramai karena ada proyek pabrik semen.


Tanpa intervensi terhadap pusat-pusat hiburan dan warung-warung yang juga menyediakan cewek-cewek sebagai PSK tidak langsung insiden infeksi HIV baru pada laki-laki dewasa warga Banten akan terus terjadi. Laki-laki yang tertular HIV/AIDS jadi mata rantai penyebaran HIV/AIDS di masyarakat terutama melalui hubungan seksual tanpa kondom di dalam dan di luar nikah.

Penularan HIV/AIDS terjadi tanpa disadari orang-orang yang mengidap HIV/AIDS karena tidak ada gejala-gejala yang khas HIV/AIDS pada fisik dan keluhan kesehatan. Penyebaran HIV/AIDS di masyarakat merupakan ‘bom waktu’ yang kelak akan bermuara pada ‘ledakan AIDS’. []

* Syaiful W. Harahap, Redaktur di Tagar.id

Berita terkait
Jawa Timur di Puncak Epidemi HIV/AIDS Nasional
Provinsi Jawa Timur menempati peringkat pertama secara nasional dalam jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS dengan jumlah kasus 79.577
Papua di Peringkat Tiga Kasus HIV/AIDS Nasional
Laporan Kemenkes RI, 29 Mei 2020, jumlah kumulatif kasus HIV/AIDS di Papua 60.606 menempatkan Papua peringkat ketiga epidemi HIV/AIDS nasional
Jawa Barat di Peringkat 4 Jumlah Kumulatif HIV/AIDS
Di Jawa Barat terjadi lonjakan kehamilan di beberapa daerah, jika ibu hamil tidak ikut program pencegahan ada risiko bayi lahir dengan HIV/AIDS
0
Prakiraan Cuaca Jakarta, Jumat 24 Desember 2021
BMKG menyampaikan peringatan dini waspada potensi hujan disertai kilat petir dan angin kencang Jakbar, Jaksel dan Jaktim.