Bank Indonesia Sebut Perekonomian Yogyakarta Mulai Pulih

Bank Indonesia menyebut perekonomian Daerah Istimewa Yogyakarta. Ini parameternya.
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi. (Foto: Pixabay)

Yogyakarta - Bank Indonesia menganggap perekonomian di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai pulih meski masih terjadi pagebluk. Hal itu didasarkan pada sejumlah parameter seperti survei yang dilakukan Bank Indonesia Kantor Perwakilan DIY dan juga berdasar data dari Badan Pusat Statistik (BPS) setempat.

"Bahkan ke depannya, kami memperkirakan kinerja pertumbuhan ekonomi DIY pada Triwulan IV 2020 akan kembali melanjutkan tren peningkatan," tutur Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY Hilman Tisnawan melalui siaran persnya yang diterima Tagar, Jumat, 6 November 2020.

Menurutnya, berdasar hasil survei, optimisme pelaku usaha dan masyarakat saat ini semakin meningkat. Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) menunjukkan kegiatan usaha pada Triwulan IV 2020 memiliki Saldo Bersih Tertimbang (SBT) 4,64 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi SBT pada Triwulan III 2020, yaitu sebesar 1,39 persen.

Dari Survei Konsumen pada Oktober 2020 menunjukkan optimisme masyarakat semakin meningkat, di mana Indeks Kondisi Ekonomi di DIY berada pada level 61,83 atau lebih tinggi dari level 60,33 pada bulan sebelumnya. "Sebagai upaya menopang pertumbuhan ekonomi di DIY di tengah pandemi Covid-19, masih diperlukan gotong royong seluruh lapisan masyarakat," jelas dia.

Baca Juga:

Mengukip data yang dirilis BPS, Hilman mengutarakan pada Triwulan III 2020 ekonomi DIY menunjukkan pemulihan. Realisasi pertumbuhan PDRB DIY naik 9,24 persen (qtq), setelah dua triwulan berturut turut mengalami kontraksi secara triwulanan. Namun demikian bila melihat secara tahunan, ekonomi DIY triwulan III masih mencatatkan kontraksi 2,84 persen (yoy). Kinerja perekonomian DIY ini, lebih tinggi jika dibandingkan Nasional dan Jawa, masing-masing kontraksi 3,49 (yoy) dan 4,00 persen (yoy).

Berdasarkan Lapangan Usaha (LU), beberapa sektor utama di DIY masih mengalami pertumbuhan positif, antara lain LU Pertanian dan Informasi Komunikasi. Sektor pertanian pada triwulan III masih melanjutkan masa panen utamanya untuk komoditas bawang merah, aneka cabai, dan tembakau. Sementara itu aktivitas ekonomi yang mulai bergerak dan reaktivasi sektor pariwisata menyebabkan serapan komoditas pangan mulai perlahan meningkat.

Lebih lanjut Hilman menjelaskan beberapa hal penting yang perlu dilakukan untuk mempercepat recovery ekonomi antara lain: recovery ekonomi tidak bisa terlepas dari aspek kesehatan. Seluruh pihak harus terus fokus, karena upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 belum berakhir. 

Hal ini penting untuk menjadi tumpuan pemulihan ekonomi. Memastikan recovery berjalan secara adil.

Ekonomi tidak akan berjalan apabila aspek kesehatan diabaikan. Penemuan vaksin tidak akan langsung menyelesaikan masalah, hingga seluruh masyarakat telah sukses tervaksinasi.

Selain itu mengoptimalkan belanja pemerintah sebagai daya ungkit roda perekonomian. Secara siklus belanja pemerintah di akhir tahun akan cenderung besar. Selain itu juga masih terdapat ruang dari dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dapat direalisasi hingga akhir tahun. "Hal ini penting untuk menjadi tumpuan pemulihan ekonomi. Memastikan recovery berjalan secara adil," ungkapnya.

Dia menjelaskan, upaya recovery ekonomi memerlukan biaya yang tidak sedikit, untuk memberikan stimulus kepada masyarakat miskin, UMKM, hingga pelaku usaha. Pemda DIY telah menyiapkan bantuan tunai jaminan hidup (jadup) sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga bagi masyarakat yang tidak mampu.

Baca Juga:

Jadup ini melengkapi Bantuan Pangan Nontunai (BPNT) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang semakin diintensifkan. Sementara itu gotong royong aksi sosial yang terus dilakukan kepada masyarakat yang membutuhkan sangat diapresiasi, karena mampu menjaga roda ekonomi masyarakat menengah kebawah terus berputar. "Perlu kolaborasi seluruh pihak agar memastikan stimulus dapat diberikan secara adil dan menjangkau berbagai pihak," ungkap dia.

Selain itu penting juga untuk mengambil momentum dari pandemi untuk mempercepat transformasi digital. Dan penting bagi seluruh pihak untuk berkolaborasi agar memastikan tidak ada masyarakat yang tertinggal dalam perubahan menuju peradaban baru ini.

Perumusan kebijakan lanjutan yang perlu ditempuh akan selalu dilakukan secara prudent dan akuntabel, sehingga dapat menjaga stabilitas perekonomian, serta menopang pertumbuhan ekonomi DIY tetap baik dan berdaya tahan. "Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi ini dengan Pemerintah dan OJK untuk memonitor secara cermat dinamika penyebaran Covid-19 dan dampaknya terhadap stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," ujar Hilman. []

Berita terkait
Stafsus Jokowi: Perekonomian Indonesia Kuartal 3 Membaik
Staf Khusus (Stafsus) Presiden Joko Widodo Bidang Ekonomi, Arif Budimanta menilai ekonomi Indonesia kuartal 3 membaik meski ada resesi.
Airlangga: Pemerintah Punya 2 Strategi Pulihkan Perekonomian
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan, pemerintah menyiapkan dua strategi pemulihan ekonomi di antaranya lewat Omnibus Law Cipta Kerja.
Wamendes Budi Arie: BUMDes Motor Penggerak Perekonomian Desa
Wamendes PDTT Budi Arie Setiadi mengatakan, BUMDes bisa menjadi tolak ukur dalam kemajuan desa.
0
27 Juta Suntikan Vaksinasi Covid-19 di Indonesia
Vaksinasi yang dilakukan pemerintah hingga Senin, 31 Mei 2021, akan mencapai angka 27 juta suntikan vaksinasi