UNTUK INDONESIA
Bamsoet Tinggalkan Persaingan Panas Ketua Umum Golkar
Terpilih jadi Ketua MPR, Bambang Soesatyo (Bamsoet), meninggalkan persaingan untuk jabatan Ketua Umum Partai Golkar
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Instagram/@bambang.soesatyo)

Jakarta – Setelah terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MPR periode 2019-2024. H Bambang Soesatyo (Bamsoet) tidak lagi masuk dalam persaingan untuk posisi Ketua Umum Golkar yang akan dipilih pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar. 

Di DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 3 Oktober 2019, Bamsoet dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada lagi persaingan untuk jabatan ketua umum di partai berlambang beringin itu.

Dengan pernyataan itu Bamsoet, pria kelahiran Jakarta, 10 September 1962, bisa jadi penengah untuk mendinginkan suasana yang memanas dan menjalankan konsolidasi partai agar munas lancar. Kini, sementara ada pemain tunggal yaitu ketua umum petahana, Airlangga Hartarto, yang akan maju pada munas untuk posisi ketua umum.

Bagi Airlangga akhir persaingan dengan Bamsoet berdampak positif yang ditandai dengan soliditas partai. Pelantikan Bamsoet sebagai ketua MPR menunjukkan Golkar sebagai partai yang mengutamakan kepentingan nasional dengan memberikan kadernya ke MPR.

Upaya Bamsoet, yang menyandang gelar SE dan MBA ini, untuk mendinginkan tensi politik di Golkar bisa jadi meredam keingingan kader lain untuk bersaing dengan Airlangga. Soalnya, biar pun Bamsoet sudah keluar dari persaingan tidak ada jaminan susana munas akan kondusif karena bisa saja muncul calon lain.

Bamsoet sendiri tidak larut sendirian di tengah keriuhan dan tepuk tangan anggota MPR ketika dia dilantik. Di tengah hiruk-pikuk itu Bamsoet justru menyampaikan terima kasih kepada Airlangga. "Terima kasih ketua umum saya, Bapak Airlangga," kata Bamsoet, yang pernah jadi wartawan di Harian “Prioritas” (1985).

Karir politik Bamsoet melejit di Senayan. Wakil rakyat dari daerah pemilihan (Dapil) Jawa Tengah VII kian mantap posisinya setelah duduk di kursi Ketua MPR.

Bermula dari tahun 2009 ketika Bamsoet lolos ke Senayan dengan perolehan suara di Dapil VII Jawa Tengah yaitu Banjarnegara, Purbalingga, dan Kebumen. Bamsoet masuk ke Komisi III DPR. Beberapa kali bertukar posisi sebagai ketua komisi dengan Azis Syamsuddin.

Sedangkan di partai Bamsoet Bamsoet pernah menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Golkar pada Pemilu 2014. Tapi, sebagian besar karier politik Bamset berjalan di Komisi III DPR.

Posisi dan jabatan Bamsoet di DPR melonjak ketika posisi Ketua DPR ditinggalkan Setya Novanto (Setnov) yang terjerat kasus korupsi e-KTP. KPK menahan dan membawa Setnov ke pengadilan. Bamsoet ditarik menggantikan Setnov sebagai Ketua DPR. Jabatan sebagai Ketua DPR dipegang Bamset dari Januari 2018 sampai habis masa jabatan DPR periode 2014-2019.

Posisi Bamsoet di DPR pada periode 2019-2024 diperkirakan masih kuat apalagi Partai Golkar ada di peringkat kedua jumlah anggota terbanyak di parlemen itu. Tapi, posisi Ketua DPR dimenangkan oleh Puan Maharani dari PDIP sebagai partai pemenang Pileg 2019. []

Berita terkait
Jadi Ketua MPR, Bamsoet Tetap Incar Kursi Ketum Golkar?
Usai terpilih sebagai Ketua MPR RI periode 2019-2024, apakah Bambang Soesatyo masih akan mengincar kursi Ketua Umum Partai Golkar?
Total Kekayaan Bamsoet Ketua MPR RI 2019-2024
Total Kekayaan Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet), Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI periode 2019-2024 cukup fantastis.
Bamsoet Terpilih Secara Aklamasi Jadi Ketua MPR RI
Politisi Partai Golkar Bambang Soesatyo (Bamsoet) terpilih secara aklamasi menjadi Ketua MPR RI periode 2019-2024.
0
Pengamat Sebut Gerindra Bisa Jadi Koalisi-Kritis
Apabila Gerindra bergabung ke pemerintahan Jokowi, partai tersebut bisa berperan menjadi koalisi-kritis.