UNTUK INDONESIA
Bamsoet dan Tiga Orang Ini Disebut Cocok Pimpin Golkar
Selain Bambang Soesatyo akrab disapa Bamsoet, berikut ini tiga orang disebut cocok memimpin Golkar, jadi Ketua Umum Partai Golkar.
Bambang Soesatyo akrab disapa Bamsoet. (Foto: Tagar/Nuranisa Hamdan Ningsih)

Jakarta - Politisi senior Partai Golkar Yorrys Raweyai menyebut Bambang Soesatyo atau Bamsoet dan tiga kader partai tersebut berpotensial menjadi pemimpin tertinggi, Ketua Umum DPP Partai Golkar, menggantikan Airlangga Hartarto.

Selain Bamsoet, tiga kader adalah Aziz Syamsuddin, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Zainuddin Amali.

"Banyak kader Golkar yang potensial menjadi Ketua Umum seperti Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Zainuddin Amali," kata Yorrys di Jakarta, Sabtu 22 Juni 2019.

Ia menilai empat orang tersebut adalah kader Golkar yang memiliki banyak pengalaman di berbagai bidang sehingga berpotensi memimpin partai tersebut lima tahun ke depan.

Yorrys mengingatkan dalam suksesi kepemimpinan Golkar, jangan hanya memikirkan pemilihan Ketua Umum saja namun harus memikirkan siapa sekretaris jenderal dan bendahara umum.

"Banyak kader Golkar yang potensial menjadi Ketua Umum seperti Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Zainuddin Amali.

"Jadi tidak bisa bicara Munas orientasinya Ketua Umum saja namun Golkar harus membentuk kekuatan kolektif dan kolegial ke depan," ujar Yorrys seperti dilansir Antara.

Selain itu, ia mengatakan kepemimpinan Golkar harus ada perubahan dan dievaluasi, karena konsekuensi logis dari melesetnya target-target politik yang telah ditetapkan partai di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto.

Ia mencontohkan tidak dapat mempertahankan 85 kursi di DPR RI dan tidak mampu mencapai target 110 kursi DPR RI dalam Pemilu 2019.

"Dalam politik, bukan hanya bicara perolehan suara namun perolehan kursi di parlemen. Pada kenyataan, Pemilu 2019 Golkar mengalami penurunan perolehan kursi menjadi 85 kursi dari 91 kursi di Pemilu 2014," kata Yorrys.

Ia mengungkapkan, di era kepemimpinan Airlangga, Golkar memiliki target memperoleh 110 kursi DPR RI di Pemilu 2019, dampak dari efek ekor jas mendukung Jokowi di Pemilu Presiden 2019.

Namun menurutnya, realitas perolehan kursi Golkar tidak bisa naik bahkan menurun, sehingga ada konsekuensi logis dari tidak tercapainya target politik tersebut. []

Baca juga:


Berita terkait
0
Bahaya Konsumsi Ciu untuk Kesehatan Tubuh
Ciu sudah dikenal di kalangan masyarakat luas, yang dampaknya sangat berbahaya jika sudah mengonsumsinya.