UNTUK INDONESIA
Bahaya Tarik Benang dalam Dunia Kecantikan
Tarik benang membuat kulit kencang seketika, langkah ini menjadi salah satu alternatif, ternyata memiliki dampak yang sangat fatal.
Tanam benang di wajah bahaya. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Tarik benang merupakan salah satu metode kecantikan yang saat ini banyak digandrungi kaum wanita, bahkan termasuk pria. Metode tarik benang dilakukan bagi mereka yang menginginkan kulit kencang dan bentuk pipi tirus seketika.

Langkah ini menjadi salah satu cara instan tapi ternyata memiliki dampak yang sangat fatal.

Metode tanam benang semakin banyak dikenal di dunia kecantikan yang kerap dipakai untuk membuat wajah terlihat lebih muda, seperti mengencangkan kulit dan menghilangkan keriput, termasuk peremajaan kulit wajah tanpa operasi yakni dilakukan dengan penanaman benang pada jaringan di bawah kulit.

Sebelum menjalani tanam benang, dokter akan menyuntik atau mengoleskan obat bius lokal di area wajah yang akan dilakukan proses tanam benang. Setelah itu, dokter mulai memasukkan benang khusus ke bawah kulit.

Benang yang tertanam di bawah kulit wajah berguna untuk menciptakan efek yang bisa mengangkat kulit yang kendur dan mengencangkan jaringan lunak pada wajah.

Meski demikian, prosedur ini tidak sepenuhnya aman dilakukan. Ada beberapa efek samping yang sangat mungkin terjadi seperti yang dirangkum Tagar dari berbagai sumber.

1. Kebiruan dan Bengkak

Salah satu efek samping yang cukup sering terjadi setelah prosedur tarik benang adalah kebiruan dan bengkak. Sebenarnya, benda asing apa pun yang masuk ke dalam tubuh pasti akan memicu reaksi peradangan. 

Sebagian orang mengalami reaksi ringan sebagian lagi berat. Reaksi peradangan ringan umumnya ditandai dengan kemerahan. Sedangkan reaksi peradangan yang cukup berat umumnya terlihat dari adanya kebiruan, bengkak, hingga nyeri hebat.

Selain peradangan akibat benang yang digunakan, kebiruan pada area wajah juga dapat terjadi akibat cedera pembuluh darah ketika prosedur dilakukan. 

Bila yang terjadi adalah akibat perlukaan pada pembuluh darah, kebiruan yang terjadi umumnya lebih berat dan memerlukan waktu lebih lama untuk memudar.

2. Terbentuk Lesung Pipit

Bila kedalaman benang yang dimasukkan di bawah kulit tidak tepat atau terlalu dangkal, salah satu hal yang dapat timbul adalah lesung pipi. Keadaan ini dapat terbentuk di mana saja, khususnya di sepanjang area tempat benang berada.

Sebagian lesung pipi dapat berkurang dengan pijatan pada area tanam benang. Walau demikian, beberapa kasus lesung pipi tidak dapat hilang spontan dan akan menetap sampai benang benar-benar “terserap” sempurna oleh tubuh.

3. Benang Muncul ke Permukaan Kulit

Terdengar seram tapi nyatanya dampak negatif ini merupakan salah satu yang cukup sering terjadi setelah tarik benang. Akibat proses peradangan setelah tindakan, benang yang ditanam di lapisan bawah kulit perlahan dapat bergeser ke permukaan. Akibatnya, guratan benang dapat tampak jelas di area tempat prosedur dilakukan.

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak negatif ini adalah tindakan operasi kecil. Pembedahan diperlukan untuk mengeluarkan benang dari dalam kulit, sehingga keluhan dapat segera teratasi.

4. Bentuk Wajah Tidak Simetris

Tarik benang umumnya dilakukan di dua sisi, misalnya, pipi kanan dan kiri atau bawah dagu kanan dan kiri. Bila posisi benang pada kedua sisi tidak sejajar maka yang terjadi kemudian adalah bentuk wajah tidak simetris. Dampak ini dapat terlihat segera setelah prosedur dikerjakan maupun beberapa minggu setelahnya.

Untuk efek samping yang satu ini tidak banyak yang dapat dilakukan. Masing-masing benang memiliki 'masa kerja' dan kemudian terserap sempurna oleh tubuh. Bentuk wajah yang tidak simetris umumnya juga akan berkurang seiring dengan berakhirnya 'masa kerja' tersebut.

5. Cedera Kelenjar Parotis

Cedera kelenjar parotis merupakan salah satu efek samping dari tarik benang yang patut diwaspadai. Kelenjar parotis itu sendiri merupakan penghasil air liur yang berperan dalam sistem pencernaan dan pertahanan tubuh. 

Kelenjar ini terletak di sekitar area yang umum dilakukan tarik benang, yaitu pipi dan sisi bawah rahang bawah.

Bila operator tarik benang tidak benar-benar memahami anatomi tubuh, benang yang dimasukkan dapat mencederai kelenjar parotis. Salah satu tanda yang dirasakan akibat cedera tersebut adalah nyeri, bengkak, dan terlihat kemerahan yang tidak kunjung berkurang setelah prosedur dilakukan.

Berbagai efek samping negatif tersebut diharapkan dapat menjadi pertimbangan sebelum memutuskan untuk melakukan prosedur tarik benang. 

Namun, jika khawatir akan efek samping tersebut namun tetap ingin memiliki tampilan pipi tirus akan lebih baik bila melakukan cara alami seperti berolahraga, mengatur pola makan, dan banyak minum air putih. Cara-cara seperti ini terbukti lebih aman dan bersahabat bagi kesehatan tubuh. []

Berita terkait
Manfaat Minyak Pohon Teh untuk Kecantikan
Dalam dunia kecantikan minyak pohon teh (tea tree oil) menjadi salah satu produk perawatan kulit yang baik karena khasiat kandungan alaminya.
Lima Masker Kentang untuk Wajah Cantik Bersinar
Kandungan vitamin C yang cukup tinggi dalam cairan kentang juga dapat menyamarkan kantung mata serta memudarkan dan meratakan warna kulit hitam.
Manfaat Ganja untuk Kecantikan Kulit dan Rambut
dalam jurnal Cannabidiol exerts sebostatic and antiinflammatory effects on human sebocytes, ganja untuk perawatan kulit dan rambut.
0
Kemenag Mimika Imbau Warga Jaga Situasi Jelang Natal
Kemenag Mimikia, Papua, imbau warga agar jaga situasi jelang Natal dengan cara tidak terprovokasi isu menyesatkan jelang HUT OPM 1 Desember