Jakarta - Banyak orang di lobi ruang tunggu Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019. Mereka sedang menanti keberangkatan atau kedatangan pesawat. 

Deru mesin mobil silih berganti terdengar. Orang-orang keluar dari kendaraan yang berhenti di tempat perhentian. Wajah-wajah terharu dan bahagia tergambar dari mereka yang mengantar kerabat atau keluarganya yang akan ke kota lain.

Di kursi lobi bandara, dua orang sedang berbincang. Adalah Uki dan Nurdin. Uki seorang santri asal Aceh. Sedangkan Nurdin kerabatnya.

“Iya kami lagi nunggu pesawat yang nanti berangkat jam 2-an. Hari ini mau ke Riau,” kata Uki yang siang itu mengenakan baju koko hijau, kain sarung, dan peci.

Sembari menunggu waktu untuk salat Jumat, Tagar berbincang-bincang ringan dengan kedua laki-laki ini. Terkait penurunan tarif tiket pesawat yang baru saja diberlakukan beberapa maskapai sesuai kebijakan pemerintah, Kamis, 11 Juli 2019.

“Saya belum tahu ada kebijakan itu, dan kemarin ternyata sudah mulai diberlakukan. Soalnya saya pesan tiket seminggu lalu,” kata Nurdin.

Tiket Pesawat TurunUki, penumpang tujuan Riau. (Foto: Tagar/Thio Pahlevi)

Pria yang menetap di Bekasi ini merasa gembira mendengar kebijakan pemerintah yang menurunkan tarif tiket pesawat.

“Tentu saja senang kalau memang ada penurunan tarif, jadi lebih murah,” katanya.

Uki bercerita biasanya membeli tiket dengan harga 800 ribuan rupiah per orang untuk rute Jakarta-Riau. Namun saat ini mereka harus membayar lebih tinggi.

“Minggu lalu pesan tiket itu dapat harga 1,4 jutaan. Biasanya hanya 800 ribuan normalnya,” kata Uki.

Tak berselang lama, azan zuhur berkumandang. Ini menandakan ibadah salat Jumat akan segera dimulai. Obrolan Tagar dengan Uki dan Nurdin pun berakhir. Mereka bergegas menuju masjid yang lokasinya tak jauh dari lobi.

“Maaf ya, Mas. Kami mau ke masjid dulu. Mau Jumatan,” ucap Nurdin dengan ramah sambil merapikan pakaian batiknya.

Minggu lalu pesan tiket itu dapat harga 1,4 jutaan. Biasanya hanya 800 ribuan normalnya.

Tiket Pesawat TurunTempat pencetakan tiket mandiri. (Foto: Tagar/Thio Pahlevi)

Liburan di Jakarta

Jam menunjukkan pukul 12.43. Calon penumpang semakin banyak. Beberapa dari mereka akan berangkat pukul 14.00, sesuai jadwal yang tertera di layar informasi keberangkatan pesawat.

Seorang ibu dan dua anaknya duduk di kursi di seberang pusat informasi. Di depan mereka, sebuah troli berisi koper dan ransel.

Ibu itu bernama Ita Atika. Ia memakai baju merah muda, berkerudung biru, memangku sebuah tas kecil.

“Saya hari ini mau pergi ke Palembang pakai Citilink, ini masih tunggu jadwal keberangkatannya,” kata Ita Atika.

Ia ternyata tak hanya pergi dengan anak-anaknya, melainkan bersama suaminya yang belum kembali dari masjid untuk salat Jumat. Ia menunggu sembari memperhatikan kedua anaknya bermain bersama dan sesekali mengutak-atik ponsel.

Tiket Pesawat TurunIta Atika bersama anak-anaknya menunggu jadwal keberangkatan. (Foto: Tagar/Thio Pahlevi)

“Iya saya tahu ada kebijakan penurunan tarif. Saya senang menyambut kebijakan itu karena saya juga cukup sering menggunakan transportasi pesawat terbang rute Jakarta-Palembang,” kata Ita dengan senyum ramah.

“Tentunya kebijakan ini bisa membantu menekan pengeluaran biaya perjalanan juga. Selain itu, transportasi menggunakan pesawat ini bisa juga menjadi alternatif penerbangan yang cepat dengan biaya yang terjangkau, seperti maskapai-maskapai LCC (Low Cost Carrier) misalnya. Jadi ada pilihan, kalau yang memang memiliki uang, bisa menggunakan maskapai premium. Tapi kalau yang biayanya terbatas, masih bisa pakai maskapai LCC,” ujarnya.

Ia ke Jakarta untuk mengunjungi saudara, sekalian refreshing karena anak-anaknya masih dalam masa liburan sekolah. Ia berdomisili di Palembang, Sumatera Selatan.

“Kebijakan ini bagus menurut saya. Biasanya tiket mahal itu kan pas libur sekolah atau akhir tahun saja yang saya tahu. Sempat cek harga, tapi belum tahu kalau hari Kamis ini hari pertama turun harga,” tuturnya dengan cukup antusias.

“Saya pernah dapat tiket termurah dengan rute Jakarta-Palembang via Halim itu seharga 400 ribuan. Hari ini saya beli dengan harga 700 ribuan. Saya pesan tiket Selasa kemarin. Kalau normalnya itu sekitar 500 sampai 600 ribuan yang saya tahu,” lanjutnya.

Tiket Pesawat TurunPenumpang dan pengantar di pintu masuk keberangkatan Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019. (Foto: Tagar/Thio Pahlevi)

Ia bangkit dari duduk, begitu mendengar pengumuman keberangkatan pesawat.

Iya saya tahu ada kebijakan penurunan tarif. Saya senang menyambut kebijakan itu karena saya juga cukup sering menggunakan transportasi pesawat terbang rute Jakarta-Palembang.

Mengantar Kerabat Pergi Haji

Keramaian berikutnya terlihat di depan pintu masuk keberangkatan. Antrean panjang mengular namun tetap lancar. Penumpang bergantian menunjukkan tiket beserta kartu identitas.

Seorang laki-laki paruh baya duduk di kursi, tepat di bawah layar pengumuman jadwal keberangkatan pesawat. Di sebelah kanannya ada seorang bapak berkisar usia 40 tahunan. Sementara kursi di sebelah kirinya kosong. Hanya ada beberapa tas ransel di depannya.

Isba, itulah nama laki-laki paruh baya itu. Ia akan pergi ke Palembang, Sumatera Selatan.

“Saya mau ke Palembang, Mas. Ke sana mau bertemu keluarga dan juga dalam rangka mengantar keluarga yang akan pergi haji. Naik Citilink hari ini saya,” ujarnya sembari merapikan posisi duduk.

Ia mengatakan cukup sering bepergian menggunakan transportasi udara. Dirinya pun menyambut baik kebijakan penurunan tarif tiket pesawat.

Tiket Pesawat TurunIsba menunggu pesawat yang akan membawanya ke Palembang. (Foto: Tagar/Thio Pahlevi)

“Iya sudah tahu lewat berita saja. Apa pun kebijakan, pasti ada dinamika. Kalau sebagai masyarakat ya harapannya bisa murah harga tiketnya. Tentunya cukup baik dengan adanya penurunan tarif ini,” kata bapak yang rambutnya sudah mulai memutih ini.

“Kebijakan ini sangat bermanfaat tentunya. Walaupun, ini kan hanya hari tertentu saja dan jam tertentu. Ya saya paham juga kalau perusahaan juga butuh hidup dan masyarakat butuh kemampuan untuk menjangkau,” katanya sambil tertawa.

Isba berharap, pelayanan yang diberikan maskapai pun tetap terjaga dengan baik, meskipun ada kebijakan penurunan harga.

“Ya jelas bermanfaat. Apalagi dengan biaya yang murah. Jaminan keselamatan oke dan pelayanan bagus pasti konsumen senang,” tuturnya.

Tak lama, seorang perempuan berkerudung datang. Ternyata ia kakak Isba. Mereka berdua bersiap masuk karena sudah mendekati jadwal keberangkatan pesawat pada pukul 15.00.

Ya saya paham juga kalau perusahaan juga butuh hidup dan masyarakat butuh kemampuan untuk menjangkau.

Kebijakan Penurunan Tarif

Kamis, 11 Juli 2019, harga tiket maskapai penerbangan berbiaya murah atau LCC (Low Cost Carrier) dipastikan turun sebasar 50 persen. Hal ini sesuai kebijakan pemerintah yang mewajibkan maskapai LCC menurunkan tarif lebih murah dari tarif batas atas (TBA). Ini juga menjadi solusi dari tingginya harga tiket pesawat sejak akhir tahun lalu.

Akan tetapi, penurunan harga ini hanya berlaku untuk hari dan jam tertentu. Tarif ini berlaku hanya untuk hari keberangkatan Selasa, Kamis, dan Sabtu pukul 10.00 hingga 14.00. Beberapa maskapai yang menurunkan tarif tersebut di antaranya adalah Lion Air dan Citilink. []

Baca juga: