UNTUK INDONESIA

Azan Hayya Allal Jihad, Maman Imanulhaq: Bidah yang Mengada-ada

Anggota Komis VIII DPR Maman Imanulhaq sebut azan Hayya Allal Jihad sebagai Bidah yang mengada-ada, dilakukan orang jomlo kurang piknil.
Anggota Komisi VIII DPR, KH Maman Imanulhaq (kanan) (Foto: Tagar/Charles).

Jakarta - Anggota Komis VIII DPR Maman Imanulhaq menanggapi viralnya video ajakan jihad yang dimasukkan dalam susunan kalimat azan dan iqomat. Menurutnya, susunan lafaz azan dan iqomat bersifat tauqifi, artinya susunan itu sudah dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan tidak perlu diubah ataupun ditambah-tambahkan. 

"Kecuali dalam beberapa kesempatan, misalnya ketika ada angin besar, ada sesuatu yang membahayakan, maka di luar azan dan iqomat itu seorang muadzin biasanya memberi tahu untuk salat lah di rumah masing-masing. Itu (Hayya Allal Jihad) bukan bagian dari azan dan iqomat," kata Maman dalam pesan suara diterima Tagar, Selasa, 1 Desember 2020.

Walaupun kreativitasnya berlebihan, bedanya bid'ah yang mengada-ada.

Dia pun menekankan, viralnya video azan Hayya Allal Jihad seyogianya tidak perlu ditanggapi secara berlebihan. Maman meminta umat muslim dalam hal ini jangan mudah terprovokasi dan terhasut. 

Baca juga: KITA Sebut Adzan Jihad Kreativitas Berlebih dan Kurang Piknik

Anggap saja, kata dia, orang-orang di dalam video viral tersebut sedang melakukan lomba azan atau lomba iqomat secara mengada-ada lantaran sedang cemas dan panik. Sebab, melakukan pembaruan ajaran Islam tanpa berpedom pada sumber otoritatif seperti Alquran dan hadis.

"Walaupun kreativitasnya berlebihan, bedanya bid'ah yang mengada-ada. Makanya kalau saya sih berprinsip tidak perlu ditanggapi secara berlebihan, toh masyarakat yang rasional, masyarakat yang patuh kepada ajaran para ulama, habib akan selalu mengikuti ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah SAW," tuturnya. 

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mendapati informasi bahwasannya salah satu pembuat video itu berasal dari Majalengka, Jawa Barat.

Maman lantas menilai orang yang berazan dengan ditambahi kalimat jihad terlalu memaksakan menggunakan kreativitas yang berlebihan karena mungkin dalam kondisi kurang piknik.  

Baca juga: Viral Azan Versi Jihad, Muannas Minta MUI dan Polisi Bertindak

"Jadi yang azan ditambahin Hayya Alal Jihad itu adalah sekelompok orang yang enggak sadar bahwa dia ada di sebuah negara yang dijamin kebebasan melaksanakan perintah Allah SWT, sehingga mungkin dia jomlo atau kurang piknik," kata Maman Imanulhaq.

Seperti diketahui, sebuah potongan video menyebar di media sosial, yang menunjukkan sekelompok remaja memegang poster Habib Rizieq Shihab sambil mengumandangkan azan ditambahi narasi jihad.

Dalam video itu pun jelas terdengar seorang pria mengumandangkan azan ditambahi dengan seruan Hayya Allal Jihad. Sejumlah anak-anak, remaja hingga orang dewasa dalam video itu kompak mengikuti suara pria tersebut sambil mengangkat kepalan tangan ke atas. [] (Magang/Victor Jo)

Berita terkait
Jusuf Kalla Tolak Azan Jihad Dikumandangkan di Masjid
DMI menolak seruan jihad dikumadangkan sekelompok orang melalui azan di masjid.
Kata FPI Soal Seruan Azan Jihad di Petamburan
Video viral ajakan jihad melalui Azan yang beredar di media sosial ternyata berlokasi di Petamburan.
Polisi Selidiki Video Viral Kumandang Azan dan Ajakan Jihad
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Argo Yuwono menyatakan pihaknya tengah menyelidiki kumandang azan ajakan jihad.
0
6 Tersangka Anarkis Malioboro Terancam Penjara 12 Tahun
Enam tersangka perusakan saat demo anarkis di Malioboro terancam hukuman yang berbeda, antara 5,6 tahun dan 12 tahun. Pertimbangnnya di bawah umur.