Awak Kapal KM Bandar Nelayan 188 Diselamatkan AU Australia

Pesawat AU Australia jatuhkan rakit penyelamat untuk awak kapal nelayan yang tenggelam sekitar 1.078 km di sebelah barat Perth
Kapal-kapal nelayan ilegal yang disita berlabuh di lepas pantai utara Kota Darwin, di utara Australia, 11 Mei 2005. (Foto: voaindonesia.com - David Gray/Reuters/arsip)

Jakarta – Seorang pejabat tinggi di Canberra, Australia, mengatakan pada Minggu, 16 Mei 2021, bahwa awak kapal pukat ikan Indonesia yang bertahan dengan "berpegangan erat pada kapal" dalam cuaca buruk, telah diselamatkan di lepas pantai barat Australia.

Sebelumnya Menteri Pertahanan Australia, Peter Dutton, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa KM Bandar Nelayan 188 tenggelam di Samudra Hindia pada Kamis, 13 Mei 2021, dengan 20 awak di dalamnya.

Pesawat Angkatan Udara Australia menjatuhkan rakit penyelamat untuk awak kapal nelayan yang tenggelam di sekitar 1.078 km di sebelah barat Perth, sebelum sebuah kapal penangkap ikan Jepang mengangkut mereka pada Sabtu, 15 Mei 2021.

Dutton mengatakan bahwa para awak "berpegangan pada kapal mereka," dan upaya penyelamatan dilakukan "dalam keadaan cuaca buruk di laut lepas."

Para korban selamat dipindahkan ke kapal Angkatan Laut Australia HMAS Anzac pada Sabtu, 15 Mei 2021. "Para nelayan itu telah menerima bantuan medis," tambah Dutton.

"Salah seorang di antaranya membutuhkan perawatan segera dan akan dipindahkan dengan helikopter MH-60R Anzac ke rumah sakit Perth saat berada dalam jangkauan pantai malam ini," imbuh Menhan Australia itu.

Kapal tersebut kemudian akan membawa para nelayan yang tersisa ke pelabuhan asal di Bali. Mereka diperkirakan akan tiba akhir pekan depan (vm/lt)/AFP/voaindonesia.com. []

Berita terkait
78 Awak Kapal Pesiar Australia Diperiksa di Makassar
Tim kantor kesehatan pelabuhan Makassar periksa 78 awak kapal pesiar dari Australia yang sandar di pelabuhan Soekarno Hatta Makassar
0
MAKI Daftarkan Uji Materi soal TWK Pegawai KPK ke MK
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mengajukan uji materi soal tes wawasan kebangsaan pegawai KPK ke Mahkamah Agung yang saat ini menjadi polemik.