Australia Evaluasi Penerbangan dari India Sampai 15 Mei 2021

PM Australia, Scott Morrison, katakan pemerintahnya akan terus mengevaluasi larangan sementara untuk penerbangan dari India
Ilustrasi: Wisatawan antre di loket Virgin Australia Airlines di Bandara Internasional Kingsford Smith,Sydney, Australia, di tengah-tengah pandemi virus corona, 18 Maret 2020 (Foto: voanews.com/Reuters)

Jakarta – Perdana Menteri (PM) Australia, Scott Morrison, Selasa, 4 Mei 2021, mengatakan pemerintahnya akan terus mengevaluasi larangan sementara untuk penerbangan dari India karena risiko Covid-19 sampai tanggal 15 Mei 2021.

PM Morrison mengatakan kepada wartawan di Rockhampton bahwa pemerintahnya berharap untuk membuka kembali penerbangan dari India setelah 15 Mei 2021 jika pertimbangan keamanan kesehatan publik memungkinkannya.

pm morrisonPM Australia Prime Minister Scott Morrison. (Foto: Dok/voaindonesia.com/AP).

Warga Australia yang telah berada di India dalam 14 hari terakhir menghadapi kemungkinan hukuman penjara lima tahun dan denda 51.000 dolar AS berdasarkan Undang-Undang Keamanan Hayati jika mereka pulang selama jeda perjalanan yang diumumkan seminggu yang lalu.

Mantan pemain kriket dan komentator olahraga Australia Michael Slater mengatakan kepada Morrison melalui media sosial bahwa perdana menteri bertanggung jawab atas kematian warga Australia di India jika hal tersebut terjadi karena kebijakan jeda perjalanan dari India itu.

tweet slaterTweet Michael Slater (Foto: voaindonesia.com)

Morrison mengatakan, ia tidak sepakat dengan pernyataan itu. Ia mengatakan, ia mengambil keputusan yang diyakininya akan melindungi Australia dari gelombang ketiga pandemi. Kebijakannya itu juga akan membantunya membawa pulang lebih banyak warga Australia dengan selamat dari tempat-tempat di mana mereka berada dalam situasi sulit.

“Kebijakan jeda perjalanan itu untuk mengurangi tekanan pada sistem karantina hotel Australia bagi para pelancong yang ingin pulang,” kata Morrison.

bongkar tanker Linde di IndiaStaf lapangan dan awak pesawat Antonov An-124 Ruslan membongkar tanker Linde setibanya di Bandara Internasional Netaji Subhas Chandra Bose (NSCBIA) di Kolkata, India, 2 Mei 2021 (Foto: voaindonesia.com - REUTERS/Rupak De Chowdhuri)

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Australia bukan hanya penyebaran pandemi yang merajalela di India, tetapi juga tingkat penularan virus corona dari orang-orang yang datang dari India. Ia mengatakan, tingkat penularan pada penerbangan masuk baru-baru ini lebih tinggi daripada penerbangan-penerbangan sebelumnya, sehingga memicu keprihatinan pemerintah.

Pemerintah Australia tidak hanya melarang masuk penerbangan langsung dari India, tapi juga penerbangan dari India melalui negara ketiga. Morrison mengatakan, jika kebijakan itu tidak diambil, Australia akan terpaksa menutup penerbangan dari Doha, Uni Emirat Arab dan tempat-tempat lain, termasuk Jepang, sehingga akan mencegah warga Australia lainnya pulang ke tanah air (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Australia Lockdown 26 Penerbangan di Bali Dibatalkan
Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat ada dua maskapai sudah membatalkan jadwal penerbangan akibat Australia Lockdown.
0
Densus 88 Kembali Tangkap Terduga Teroris Merauke Jaringan JAD
Densus 88 Kembali mengamankan 1 orang terduga teroris di Merauke, Papua sehingga total 11 Orang diamankan terkait Jaringan Ansharut Daulah (JAD).