Asal Usul Virus Corona Bukan dari Kota Wuhan?

Ada kemungkinan asal usul virus corona atau Covid-19 bukan pertama kali berasal dari Wuhan, China.
Plasma konvalesen di darah penyintas atau orang yang sembuh dari Covid-19 ternyata dapat membantu proses penyembuhan pasien terpapar corona. PMI Solo telah siap dengan terapi plasma konvalesen. (Foto: Tagar/Sri Nugroho)

Jakarta - Sejumlah bukti dan data-data hingga kini menunjukkan bahwa virus corona atau Covid-19 pertama kali diidentifikasi di Kota Wuhan, China. Namun, ada kemungkinan asal usul Covid-19 bukan pertama kali berasal dari Wuhan.

"Wuhan adalah tempat pertama kali virus corona terdeteksi, tetapi bukan dari situ asalnya," kata Zeng Guang, eks kepala ahli epidemiologi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China, dalam konferensi akademik online, dikutip dari laman Asia One, Senin, 23 November 2020.

Zeng yang juga merupakan ahli epidemiologi senior China belakangan kerap berbicara topik kontroversial. Disusul Wu Zunyou, kepala ahli epidemiologi CDC yang juga tak kalah polemis.

Wu mengatakan patogen corona bisa masuk ke negara China lewat impor makanan laut beku atau produk daging.

Penemuan ini hanya mendokumentasikan bahwa epidemi di China tidak terdeteksi pada waktunya.

Ilustrasi CoronaIlustrasi virus corona. (Foto: Pixabay/PIRO4D)

Pernyataan dua epidemiologi CDC muncul ketika tim yang dibentuk organisasi kesehatan dunia alias WHO menyelidiki asal-usul virus corona. Misi itu meliputi ilmuwan China dan tim WHO, dengan tujuan investigasi mendalam di lapangan.

Ketika konferensi pers yang digelar oleh Komisi Sains Amerika dan Teknologi Kota Beijing, Zeng mengatakan virus corona beredar di antara individu tanpa gejala di Italia, beberapa bulan sebelum Covid-19 ditemukan di Wuhan pada Desember 2019. Zeng mengkalim pernyataan itu dikutip dari penelitian di Italia.

Penelitian tersebut mengungkapkan virus corona terdeteksi dalam sampel darah yang dikumpulkan dalam uji coba skrining kanker paru antara September 2019 dan Maret 2020.

Baca juga:

Menurut penelitian peer-review, 11,6 persen dari 959 relawan sehat telah mengembangkan antibodi virus corona sebelum Februari 2020.

Zeng mengatakan, virus corona pertama kali terdeteksi di Wuhan berkat pembentukan sistem pemantauan pneumonia yang didirikan setelah wabah sindrom pernafasan akut parah atau SARS sekitar 17 tahun lalu.

"China telah membangun sistem pemantauan terkemuka dunia untuk melaporkan pneumonia yang tidak diketahui sejak wabah SARS pada tahun 2003. Kami selalu waspada," ujar Zeng. "Berkat sistem ini, kami dapat menjadi yang pertama di dunia yang mengidentifikasi Covid-19," sambungnya.

Para peneliti Italia kemudian angkat suara di Milan pada Kamis, 19 November 2020. Dalam pernyataannya, mereka tidak "membantah" asal-usul virus corona telah menginfeksi lebih dari 56 juta orang di seluruh dunia.

"Penemuan ini hanya mendokumentasikan bahwa epidemi di China tidak terdeteksi pada waktunya," kata
direktur ilmiah National Cancer Institute yang juga terjun dalam penelitian Italia tersebut.

Berita terkait
7.000 Nakes Dilatih, Indonesia Siap Vaksin Massal Corona
Sebanyak 7.000 tenaga kesehatan (nakes) telah mendapat pelatihan sebagai vaksinator. Indonesia siap vaksin massal corona.
Virus Corona Bikin Rusak Gigi dan Mulut, Fakta atau Hoaks?
Apakah hoaks atau fakta virus corona atau Covid-19 bisa merusak gigi dan mulut?
Berapa Jam Antibodi Muncul Setelah Disuntik Vaksin Corona?
Dokter spesialis penyakit dalam dan vaksinolog menjawab pertanyaan tentang berapa jam antibodi muncul setelah disuntik vaksin corona?
0
Pemprov DKI Bangun Tugu Sepeda, Anggota DPRD: Mending Bangun Tugu Ojek Online
Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan, sebaiknya Pemprov DKI Jakarta membuat tugu ojek online ketimbang tugu sepeda.