UNTUK INDONESIA

Artotel Sanur-Bali Gelar Pameran Gandeng 2 Seniman

Artotel Sanur-Bali berkolaborasi dengan dua seniman untuk menggelar pameran atau art exhibition di Art Space Artotel Sanur-Bali.
Art exhibition di Art Space Artotel Sanur-Bali. (Foto:Tagar/Artotel)

Bali - Artotel Sanur-Bali berkolaborasi dengan dua seniman untuk menggelar pameran atau art exhibition di Art Space Artotel Sanur-Bali, Jalan Kusuma Sari I, Sanur, Bali. Gelaran tersebut berlangsung sejak 10 Februari hingga 10 Maret 2021.

General Manager Artotel Sanur-Bali, Agus Ade Surya Wirawan mengatakan, gelaran yang mengusung tema Berteman Kertas ini, melibatkan dua seniman asal Bali yakni Npaaw dan Monez.

Dia menjelaskan soal makna tema yang diciptakan oleh Artotel Sanur-Bali dan kedua illustrator tersebut. Menurutnya, kertas merupakan penggambaran dari sebuah kehidupan.

"Sebuah kehidupan ibarat menggambar pada kertas putih kosong, kita yang akan menghiasi dengan tinta, warna, maupun melalui ekspresi yang nantinya akan merefleksikan siapa kita di kehidupan ini. Dengan kata lain, berteman dengan kertas merupakan sebuah artikulasi yang mana dimaknai sebagai prosesi penjalinan hubungan, baik merujuk pada pertemanan, maupun ke hal yang lebih spesial dan lebih spesifik," jelas Agus Ade Surya.

Sebuah kehidupan ibarat menggambar pada kertas putih kosong, kita yang akan menghiasi dengan tinta, warna, maupun melalui ekspresi yang nantinya akan merefleksikan siapa kita di kehidupan ini

Prosesi kehidupan ini, kata dia, menjadi satu landasan terjadinya pameran ini. Npaaw sendiri merupakan seniman dan anak muda Bali. Karya-karya yang diciptakan merupakan proyeksi perpaduan antara realisme dan surealisme, serta tradisi dan modernitas.

Menggunakan idiom binatang sebagai bahasa dalam karya lulusan ISI Bali itu. Bagi Agus Ade, objek lukisan Npaaw menempati dimensi kanvas, membingkai ke arah spasial yang tidak biasa.

"Npaaw melihat seni sebagai refleksi dari pengetahuan, pengalaman dan kepekaan seorang seniman. Npaaw percaya bahwa karakteristik dan simbol dari setiap binatang terbentuk dari perspektif kita. Walaupun karya lukisannya jauh dari prinsip seni Bali, tetapi dalam karyanya terdapat konsep yang menyampaikan sejumlah cerita dan keyakinan yang ditanamkan dalam dirinya sebagai anak muda Bali," ujarnya.

Agus menjelaskan bahwa perspektif Npaaw menyadarkan akan pentingnya Desa kala Patra yakni tempat, waktu, dan kondisiterkait dengan ruang ciptaan Npaaw, untuk memahami ruang, agar bisa memahami hubungan yang ada di sekitar.

Sementara Ida Bagus Ratu Antoni Putra atau yang akrab dipanggil dengan Monez, adalah ilustrator asal Bali lulusan sarjana dan master dari ISI Bali. Monez sudah menjalani profesinya sebagai ilustrator selama 15 tahun.

Monez telah melakukan banyak pekerjaan ilustrasi seperti desain kemasan, merchandise, dan mural di hotel dan restoran di Indonesia. Saat ini Monez bekerja sebagai pekerja independent dan mulai untuk menggambar dan melukis menggunakan cat akrilik, cat air dan arang.

"Karya Monez maupun Npaaw dengan jelas merepresentasikan kondisi yang kita diami saat ini, yakni Bali. Bali menjadi ruang lingkup medan eksplorasi, dengan mempertimbangkan posisi diri, sejauh mana mampu memberikan cara pandang terkait dengan persoalan sosial kultural di Bali," ujar Agus Ade.

Karya Monez dan Npaaw, kata dia, mengajak masyarakat untuk melihat Bali dengan perspektif yang berbeda. Kesadaran Monez dengan kedekatan edukasinya menjadikan monster-monster sebagai sosok Niskala yang bisa diinterpretasi sebagai sebuah situasi menakutkan, layaknya situasi yang sedang berlangsung hingga kini yakni pandemic covid-19.

"Ketakutan kita akan situasi kini (pandemi) seakan tersirat melalui pengambaran sosok yang tak terlihat olehnya, seperti persepsi akan monster," ujarnya.

"Melalui karya mereka, membantu kita untuk melihat persoalan Bali saat ini yang sedang kita naungi Bersama," sambung dia.

Menurut Agus, kolaborasi dengan kedua seniman asal Bali tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi Artotel sanur-Bali. Dia berharap art exhibition Berteman Kertas ini bisa dinikmati oleh pencinta seni kontemporer Indonesia di Bali, khususnya tamu ARTOTEL Sanur – Bali. []

Baca juga:

Berita terkait
Menparekraf Tinjau Proyek Bali Maritime Tourism Hub
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno melakukan peninjauan proyek pembangunan Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) di Kawasan Pelabuhan Benoa.
Sinopsis Film Hujan di Balik Jendela, Trauma Cinta Segitiga
Film Hujan di Balik Jendela mengangkat kisah mengenai upaya menyembuhkan luka sakit hati akibat perselingkuhan dan cinta segitiga.
Angka Pemesanan Hotel di Yogyakarta Naik 109 persen
Pemulihan bisnis perhotelan di Indonesia sudah mulai mengarah ke arah positif. Di Yogyakarta naik 109 persen dari Q3 ke Q4 2020.
0
Aksi Nyeleneh Kawanan Pencuri Pakai Korset Cewek di Sleman
Aksi pencurian unik dilakukan empat warga Jawa Tengah di Sleman City Hall Yogyakarta. Polisi menangkap kawanan spesialis mall lintas provinsi ini.