UNTUK INDONESIA
Arie Kriting Ngaku Siap Kritik Jokowi Setelah Dilantik
Arie Kriting mengaku akan mengkritik kinerja Jokowi-Ma'ruf bila melenceng dari kebijakan yang menguntungkan rakyat.
Komedian Arie Kriting. (Foto: Instagram/arie_kriting)

Jakarta - Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin telah ditetapkan KPU sebagai calon presiden dan wakil presiden terpilih periode 2019-2024. Setelah dilantik pada 20 Oktober 2019, komedian Arie Kriting mengaku akan mengkritik kinerja Jokowi-Ma'ruf bila melenceng dari kebijakan yang menguntungkan rakyat.

"Iya dong setelah nyoblos dan menang (Jokowi-Ma'ruf), maka kini 60 persen saya tetap percaya, dan sisa 40 persennya lagi harus terus dikritisi setiap kebijakannya. Kalau tidak, untuk apa kemarin saya pilih," kata Arie dalam acara Bincang Seru Mahfud di auditorium Universitas Al Azhar Jakarta, Jumat 12 Juli 2019.

Arie merasa perlu memberikan pemahaman itu lantaran sejumlah pertanyaan soal Pilpres 2019 tetap dilayangkan kepadanya. Menurut dia, masyarakat semestinya menghentikan polarisasi karena kontestasi Pilpres 2019 telah usai.

"Kita setop lah melihat teman kita 01 atau 02. Mudah-mudahan saya duduk di sini ini menjadi anak buahnya Pak Mahfud, bukan anak buahnya Pak Jokowi," kata pria bernama lengkap Satriaddin Maharinga Djongki tersebut.

Baca juga: Alasan Iqbaal Ramadhan Jadi Minke di Film Bumi Manusia

Mahfud MD dan Arie KritingMahfud MD dan Arie Kriting dalam acara Bincang Seru Mahfud di Auditorium Universitas Al-Azhar, Jakarta, Jumat, 12 Juli 2019. Arie menegaskan akan terus mengkritisi Jokowi. (Foto: Tagar/Gemilang)

Arie menambahkan, mendukung atau menjadi simpatisan Jokowi tidak seharusnya memusuhi rivalnya dalam Pilpres 2019, Prabowo Subianto. Masa-masa pro dan kontra dalam pesta demokrasi harus dilepaskan, kata Arie, jangan sampai sokongan terhadap sosok mengkerdilkan pikiran sebagai elemen anak bangsa.

"Kalau misalkan tahun depan Pak Jokowi kerjanya tidak baik, saya juga akan dengan sepenuh hati mengkritik. Wah ini capek-capek saya pilih, dukung Anda (Jokowi-Ma’ruf) begitu kan. Kita harus seperti itu sebagai anak bangsa," ujar pria kelahiran Kendari itu.

"Aahh.. Kamu belum lihat saja, minggu depan saya sudah tidak jadi pendukungnya (kalau kinerja buruk)," kata dia.

Sorotan Arie kemudian meluncur kepada sejumlah kebijakan yang rentan melenceng dari keberpihakan rakyat, misalnya penggusuran lahan. Bila terjadi di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf, pria berusia 34 tahun itu mengaku tak segan-segan untuk mengkritik secara lantang. 

Dia menegaskan, dengan melabuhkan pilihan untuk capres petahana bukan berarti nalar kritisinya melunak ketika sosok yang didukungnya telah dilantik. "Kalau ada kekurangan Jokowi kita kritisi sama-sama. Janji saya, tidak mematikan nalar saya," ujar Arie.

Baca juga: Mahfud MD: Indonesia Jangan Sampai Seperti Suriah

Berita terkait
0
Museum HAM di Kota Batu, Sejarah Perjuangan Munir
Munir dianggap sebagai aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia, sehingga perlu adanya museum HAM Munir.