UNTUK INDONESIA

Arab Saudi Klaim Gagalkan Serangan Pemberontak Yaman

Arab Saudi menyatakan pihaknya gagalkan serangan pemberontak Yaman yang didukung Iran yang picu kebakaran di dekat pusat distribusi minyak Aramco
Salah satu tanki minyak di kantor pusat perusahaan minyak Arab Saudi Aramco di Damam, 11 November 2007. (Foto: Dok/voaindonesia.com - Reuters).

Jakarta - Arab Saudi menyatakan pihaknya telah menggagalkan serangan pemberontak Yaman yang didukung Iran yang memicu kebakaran di dekat pusat distribusi minyak Aramco, 13 November 2020. Serangan itu melibatkan dua kapal tak berawak yang sarat bermuatan bahan peledak.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh kantor berita Arab Saudi, SPA, seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya di Kementerian Energi melaporkan bahwa pasukan keamanan Saudi telah mencegat dan menghancurkan dua kapal berisi bahan peledak yang diduga digunakan pemberontak Houthi yang menargetkan kilang utama dan terminal di Provinsi Jizan, Arab Saudi.

Serangan itu berlangsung Rabu, 11 November 2020 malam, di dekat anjungan pembongkaran muatan dan menyebabkan selang apung yang menyalurkan minyak terbakar, kata pejabat tersebut. Ia menambahkan bahwa kobaran api telah berhasil dikendalikan dan tidak menjatuhkan korban.

Pejabat itu mengecam keras serangan tersebut karena mengancam rute pelayaran komersial di dekat selat penting Bab al-Mandeb, yang digunakan untuk pengiriman minyak dari Teluk ke Eropa, serta barang dari Asia ke Eropa.

Belum ada pengakuan langsung dari pemberontak Houthi di Yaman. Houthi telah berulang kali memanfaatkan pesawat nirawak (drone), dan menembakkan rudal, yang menarget instalasi minyak, bandara, dan kota-kota di daratan Saudi selama perang lima tahun melawan koalisi militer pimpinan Saudi di Yaman.

Pada September 2019, serangan pesawat tak berawak, yang diklaim dilakukan Houthi, menghantam dua instalasi minyak utama Arab Saudi, sehingga menghentikan sekitar setengah dari pasokan pengekspor minyak terbesar dunia itu. Arab Saudi dan AS mengaitkan serangan itu dengan Iran, namun Iran membantah terlibat.

Arab Saudi sering mengklaim berhasil menggagalkan serangan lintas perbatasan yang dilancarkan Houthi tanpa bukti sehingga sangat sulit memverifikasi kebenarannya secara independen.

Houthi, yang dianggap Arab Saudi sebagai proksi Iran, menyerbu ibu kota Yaman dan sebagian besar wilayah utara negara itu pada tahun 2014, sehingga mendorong pemerintah yang diakui secara internasional mengasingkan diri.

Perang di negara termiskin di dunia Arab ini telah menewaskan lebih dari 100.000 orang, mendorong jutaan orang ke ambang kelaparan dan memicu apa yang disebut PBB sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia. (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Negara-negara Pimpinan Arab Saudi Hadapi Joe Biden
Sebagai Presiden AS terpilih, Joe Biden, membuat Negara-negara Teluk pimpinan Arab Saudi hadapi kenyataan baru
Yaman Kutuk Serangan Rudal Milisi Houthi yang Sasar Sekolah
Menteri Informasi Yaman, Muammar El-Eryani mengutuk serangan rudal Houthi yang menyasar sekolah di Marib.
0
Arab Saudi Klaim Gagalkan Serangan Pemberontak Yaman
Arab Saudi menyatakan pihaknya gagalkan serangan pemberontak Yaman yang didukung Iran yang picu kebakaran di dekat pusat distribusi minyak Aramco