UNTUK INDONESIA
Apple Tidak Bisa Penuhi Target Akibat Virus Corona
pple menyatakan tidak dapat memenuhi target pendapatan pada kuartal Maret 2020 akibat virus corona. Wabah virus ini memperlambat produksi iPhone
Logo Apple di Apple Store Manhattan, New York, Amerika Serikat. (Foto: Antara/REUTERS)

Jakarta - Apple menyatakan tidak dapat memenuhi target pendapatan pada kuartal Maret 2020 akibat virus corona. Wabah virus ini memperlambat produksi iPhone, dan melemahnya permintaan di China.

Fasilitas manufaktur Apple di China telah mulai dibuka kembali, tapi produksi meningkat lebih lambat dari yang diharapkan, menurut Apple, dalam pernyataan kepada para investornya, seperti dilansir dari Reuters, Senin (17/2/2020). Pasokan global iPhone akan terbatas. 

“Kekurangan pasokan iPhone ini untuk sementara waktu akan memengaruhi pendapatan di seluruh dunia," kata Apple, dikutip dari Antara, Selasa, 18 Februari 2020.

Pada Januari, Apple memperkirakan pendapatan 63 miliar dolar AS hingga 67 miliar AS untuk kuartal kedua yang berakhir pada bulan Maret, lebih tinggi dari perkiraan 62,4 miliar dolar AS.

Apple mengatakan penutupan toko karena pencegahan virus corona telah memengaruhi penjualannya di China, dengan sebagian besar toko ritel ditutup atau pengurangan jam-jam operasi.

“Kami secara bertahap membuka kembali toko-toko ritel kami dan akan terus melakukannya dengan baik dan seaman mungkin," kata Apple.

Gangguan pendapatan itu terjadi setelah penjualan iPhone menguat pada bulan Desember 2019, pertama kalinya dalam setahun.

Analis memperkirakan bahwa virus tersebut dapat memangkas setengah dari permintaan ponsel pintar pada kuartal pertama di China, pasar ponsel pintar terbesar di dunia.

“Sementara kami telah membahas dampak negatif virus corona terhadap iPhone selama beberapa minggu terakhir, besarnya dampak ini sampai membuat Apple mengakui tidak dapat memenuhi target di pertengahan Februari jelas lebih buruk daripada apa yang ditakutkan,” tulis analis Wedbush, Daniel Ives.

Meski begitu, Ives tetap optimis bahwa Apple akan dapat pulih dari dampak virus mematikan tersebut.

“Ketika mencoba untuk mengukur dampak menurunnya iPhone dan potensi bangkit kembali pada kuartal Juni, kami tetap yakin pada Apple untuk jangka panjang,” kata Ives.

Wabah virus corona diperkirakan akan meningkatkan tekanan pada ekonomi China, dengan banyak perusahaan berjuang untuk memulai kembali produksi setelah liburan Tahun Baru Imlek yang diperpanjang. []

Berita terkait
Gerai Apple di Shanghai Buka Kembali Setelah Corona
Pembukaan toko ritel Apple ini dengan catatan mengurangi jam kerja bagi para karyawan.
Apple Tutup Sementara Toko Cabang di China
Apple menutup sementara seluruh toko cabang dan kantor perwakilannya di wilayah China daratan sampai 9 Februari 2020.
Pemasok Apple Foxconn Dilarang Beroperasi di China
Pemasok Apple, Foxconn masih dilarang pemerintah China untuk melanjutkan produksi. Pabrik Foxconn memiliki risiko tinggi infeksi virus corona.
0
Anggota DPR Minta Data Penerima Bansos Diperbaiki
Anggota DPR, Intan Fauzi menyebutkan penyaluran dana bansos masih kerap salah sasaran akibat data penerima tidak valid.