Aplikasi Zoom Raih Pendapatan Lebih dari Rp 10 Triliun

Selama kuartal ketiga tahun ini, perusahaan Zoom melaporkan pendapatan $ 777,2 juta atau lebih dari Rp 10 triliun.
Aplikasi Zoom. (Foto: Antara/Shutterstock/am.)

Jakarta - Pandemi virus corona (Covid-19) yang masih melanda dunia, membawa pengaruh kuat pada pendapatan aplikasi Zoom yang terus berlipat ganda dari tahun ke tahun. Selama kuartal ketiga tahun ini, perusahaan Zoom melaporkan pendapatan $ 777,2 juta atau lebih dari Rp 10 triliun.

Pendapatan total untuk kuartal ketiga ini naik 367 persen dari tahun ke tahun. Sebelumnya, Zoom pada 31 Agustus 2020 telah meraup pendapatan US$ 663,5 juta atau sekitar Rp 9,6 triliun pada kuartal kedua.

"Kami tetap fokus pada kebutuhan komunikasi pelanggan dan komunitas kami saat mereka menavigasi lingkungan saat ini dan beradaptasi dengan dunia kerja baru dari mana saja menggunakan Zoom," kata pendiri dan CEO Zoom, Eric S. Yuan, dalam laporan siaran persnya, dikutip Tagar pada Selasa, 1 Desember 2020.

"Kami bercita-cita untuk menyediakan platform komunikasi yang paling inovatif, aman, andal, dan berkualitas tinggi untuk membantu orang terhubung, berkolaborasi, membangun, dan belajar di Zoom," ujar dia.

Eric menuturkan, Zoom berharap dapat memperkuat posisi pasarnya saat menyelesaikan tahun fiskal dengan peningkatan prospek pendapatan total sekitar US$ 2,575 miliar menjadi US$ 2,580 miliar (sekitar Rp 36,3 triliun ke Rp 36,4 triliun) untuk tahun fiskal 2021, atau sekitar 314 persen peningkatan tahun ke tahun.

Pendapatan Zoom meningkat empat kali lipat dan mengharapkan untuk melipatgandakan pendapatannya dari tahun ke tahun sekali lagi di kuartal keempat.

Aplikasi ZoomIlustrasi aplikasi Zoom. (Foto: Antara/Shutterstock)

Sukses besar seharusnya tidak mengherankan, pasalnya Zoom menjadi aplikasi konferensi video pilihan banyak orang pada awal masa pandemi, dan berhasil mempertahankan tempat itu bahkan saat layanan lain, seperti Google Meet, Slack, dan Microsoft Teams semakin bersaing untuk mendapatkan perhatian.

Meskipun Zoom berharap untuk terus melaporkan jumlah yang sangat besar pada kuartal berikutnya, ada tanda-tanda bahwa periode pertumbuhannya yang besar dan cepat telah berakhir.

Perusahaan sekali lagi memperingatkan kerugian pelanggan yang lebih tinggi dari biasanya sebelum akhir tahun, dan pertumbuhan pendapatannya - meski sangat tinggi - tampaknya telah diratakan.

Walaupun begitu, pengujian yang lebih besar akan segera tiba, ketika Zoom mungkin harus bersaing dengan kembali ke pekerjaan langsung yang dapat memakan ketergantungan pelanggannya pada konferensi video. []

(Christine Sheptiany)

Berita terkait
Aplikasi WhatsApp Luncurkan Fitur Transfer Uang Antar Bank
Para pengguna aplikasi WhatsApp di India dapat melakukan transfer uang secara digital melalui platform pesan singkat tersebut.
Microsoft Suntik Dana Rp 1,46 Triliun ke Bukalapak
Perusahaan teknologi Amerika Serikat, Microsoft akan berinvestasi untuk e-commerce di Indonesia, Bukalapak senilai US$ 100 juta.
Apple Gaet Influencer Promosikan iPhone 12 Mini di TikTok
Tampaknya Apple menggunakan kepopuleran TikTok sebagai media periklanan yang penting untuk memasarkan produknya.
0
MAKI Daftarkan Uji Materi soal TWK Pegawai KPK ke MK
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mengajukan uji materi soal tes wawasan kebangsaan pegawai KPK ke Mahkamah Agung yang saat ini menjadi polemik.