UNTUK INDONESIA
Aplikasi Jogo Suroboyo Tekan Kriminalitas di Surabaya
Polrestabes Surabaya meluncurkan aplikasi untuk menekan angka kriminalitas di kota Surabaya. Berikut nama aplikasinya.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho dan Wakapolrestabes Surabaya AKBP Leonardus Simarmata. (Foto: Tagar/ Ihwan Fajar)

Surabaya - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Surabaya membuat gebrakan dengan meluncurkan aplikasi Android, Jogo Suroboyo 2407. Diharapkan dengan adanya aplikasi ini bisa menekan angka kriminalitas di kota Surabaya.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menjelaskan aplikasi Jogo Suroboyo dilengkapi dengan Panic Button atau tombol darurat. Tombol ini berfungsi sebagai Reaksi Cepat unit Polrestabes Surabaya selama 24 jam.

"Jadi misalnya ada warga yang tekan Panic Button, polisi dari Polsek terdekat langsung datang dalam waktu lima menit," ujarnya, Jumat 12 Juli 2019.

Aplikasi Jogo Suroboyo akan bisa langsung menentukan TKP karena tersangbung dengan GPS. Jika warga menekan Panic Button, polisi terdekat akan langsung datang

"Jadi Command Centre sudah mengetahui posisi warga yang butuh pertolongan cepat. Jadi dengan Panic Button bisa digunakan masyarakat saat menghadapi pelaku kejahatan atau situasi genting dan tidak perlu lagi datang ke kantor polisi," sebutnya.

Artikel lainnya: Oknum Kepala SMP Swasta di Surabaya Cabuli Siswa

Tak hanya soal kriminalitas, aplikasi Jogo Suroboyo juga mempermudah pengurusan administrasi seperti pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), surat keterangan hilang, pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), hingga mengentahui titik kemacetan di Surabaya.

“Masyarakat bisa melihat informasi tersebut dalam informasi kepolisian. Sehingga bisa mengantisipasi mana jalan yang tidak macet mana ada unjuk rasa dan sebagainya,” ujarnya.

Dengan adanya aplikasi JogoSuroboyo, masyarakat bisa tetap aktif dalam menjaga ketertiban dan keamanan kota Surabaya.

"Kita juga harapkan ada interaksi dari kepolisian untuk mengambil bagian dalam aplikasi kepolisian Jogo Suroboyo,” ujarnya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya,  AKBP Eva Guna Pandia menjelaskan dalam aplikasi JogoSuroboyo juga terdapat layanan Satuan Lalu Lintas (Satlantas), termasuk terkoneksi dengan e-SIM yakni pelayanan pengurusan SIM secara online.

"Jadi dengan aplikasi ini sebagai ujian tahap awal sebelum mengikuti ujian tahap selanjutnya. Saat ujian SIM online, masyarakat harus minimal dapat nilai 70, kalau tidak sampai bisa dicoba lagi bulan depan," bebernya.

Pandia mengaku dengan adanya aplikasi tersebut, memudahkan masyarakat dalam pengurusan SIM dan tidak perlu lagi mengantri untuk mendaftar. []

Artikel lainnya: Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba di Surabaya

Berita terkait
0
Warning Wakil Ketua MPR Soal Penghapusan UN
Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid, mendukung penghapusan Ujian Nasional jika tujuannya untuk meningkatkan kualitas pelajar.