Apakah Harus Langsung Take Profit Saat Saham Naik?

Take profit merupakan aksi mengambil keuntungan dengan menjual atau melepas saham yang dibeli.
Ilustrasi harga saham naik (Foto: Tagar/Freepik)

Jakarta - Siapa yang tidak ingin berinvestasi saham? Banyak orang yang menginginkan berinvestasi saham karena memberikan keuntungan yang menggiurkan. Namun agar kamu bisa mencapai keuntungan maksimal, kamu harus menganalisis dan mempelajari investasi tersebut dengan benar.

Saat harga saham naik merupakan suatu kondisi yang sangat diinginkan investor. Biasanya ketika harga saham sudah naik, para investor tidak segan untuk take profit atau menjualnya agar mendapatkan keuntungan saat itu juga.

Take profit merupakan aksi mengambil keuntungan dengan menjual atau melepas saham yang dibeli. Memang terdapat pemahaman ketika saham yang dibeli sudah naik 10%, maka silakan untuk take profit. Ada juga yang mengatakan cukup naik 5%, segera lakukan take profit.

Namun faktanya, itu semua bukanlah hal yang mudah. Hal ini karena terdapat dinamika dan fluktuasi pasar saham. Jadi untuk mengambil keputusan tersebut, kamu haruslah mampu menganalisis dan mempertimbangkan matang-matang sebelum membuat keputusan.

Berikut ini adalah analisis yang perlus kamu lakukan sebelum take profit.


1. Analisis Target

Sebelum membeli suatu saham, pastikan kamu menentukan target harga jual dan harga beli. Hal ini penting agar kamu bisa mengetahui kapan untuk membeli saham dan di titik mana kamu harus menjual saham tersebut.

Jangan mudah terpancing dengan kondisi saham. Kamu harus selalu pastikan, ketika targetmu terpenuhi, maka kamu bisa segera mengambil langkah take profit atau menjual saham tersebut.


2. Analisis Kondisi Pasar Saat Itu

Selain menentukan target jual dan beli, kamu juga harus menganalisis kondisi suatu pasar saham saat itu juga. Semisal kamu menargetkan take profit saham 5%. Lalu ketika kondisi pasar saat itu sedang bearish (turun). Maka kamu bisa pertimbangkan untuk take profit.

Sebaliknya, jika kamu punya target take profit saat 5%, sementara kondisi pasar sedang bullish (naik), maka kamu bisa mempertimbangkan menahannya terlebih dahulu karena kemungkinan saham kamu bisa naik lebih dari 5%.


3. Analisis Time Frame

Setelah kamu menganalisis kondisi pasar, kamu juga harus menganalisis time frrame. Saat membeli saham, biasanya investor memiliki target waktu tertentu untuk menyimpan sahamnya. Ada yang harian, mingguan, atau lebih. Namun menentukan lamanya waktu juga harus berdasarkan kondisi pasar.

Itulah tadi cara menentukan take profit dengan menganalisis suatu saham yang sedang naik. Agar hasil keuntungan yang didapat bisa maksimal, kamu harus menganalisisnya dengan benar dan teliti.[]


(Rafi Fairuz)

Baca Juga:

Berita terkait
Telkom Ambil Alih Saham PT Sigma Tata Sadaya untuk Perkuat Data Center
Telkom terus memperkuat bisnis DC melalui anak usahanya, PT STS.
BlackBerry Gulung Tikar, Saham Ikut Ambles 22 Persen
Saham BlackBerry memang mengalami tren penurunan. Jika ditarik selama enam bulan terakhir saham BlackBerry turun 22,7%. Sementara
Pandangan Psikologis Alasan Investor Mengejar Keuntungan
Faktanya adalah tindakan kita sangat bergantung pada apa yang orang lain anggap keren, dan kita cenderung mengejar kegembiraan itu.
0
Apakah Harus Langsung Take Profit Saat Saham Naik?
Take profit merupakan aksi mengambil keuntungan dengan menjual atau melepas saham yang dibeli.