Antisipasi Kecelakaan Laut Lima Destinasi Pantai di Bantul

Pokdarwis destinasi pantai di Kabupaten Bantul, Yogyakarta diberi pelatihan dan penanganan untuk menimimalisir kecelakaan laut.
Pembukaan acara pelatihan penanganan kedaruratan dan protokol kesehatan bagi pokdarwis atau pengelola destinasi wisata di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. (Foto: Tagar/Faya Lusaka Aulia)

Bantul - Menjadi destinasi wisata dengan intensitas pengunjung tinggi, kawasan pantai selatan yang ada di Kabupaten Bantul juga rawan terjadinya kecelakaan laut. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mengadakan pelatihan penanganan kedaruratan dan protokol kesehatan bagi pokdarwis atau pengelola destinasi wisata tahun 2020.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, Kwintarto Heru Prabowo yang turut hadir dalam pembukaan acara pelatihan di Pantai Gua Cemara ini mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai salah satu bentuk respons terkait kecelakaan laut yang banyak terjadi di kawasan pantai selatan ini. “Beberapa pantai di sini pernah terjadi kecelakaan laut, sehingga ini respons atas hal tersebut,” jelas Kwintarto.

Baca Juga:

Peserta dari pelatihan ini yaitu semua pengelola pariwisata dan pokdarwis yang ada di lima pantai selatan Kabupaten Bantul. Kelima pantai tersebut yaitu meliputi pantai Parangtritis, Cemoro Sewu, Gua Cemara, Pantai Baru, dan Kwaru.

Menghadirkan beberapa narasumber seperti Basarnas, pelatihan yang berlangsung selama tiga hari mulai dari hari Selasa, 24 November 2020 hingga Kamis, 26 November 2020 ini terdapat beberapa materi serta pelatihan lapangan langsung bagi para peserta.

Beberapa pantai di sini pernah terjadi kecelakaan laut, sehingga ini respons atas hal tersebut.

Materi dalam pelatihan ini mengenai Pranataan Anyar Plesiran Yogyakarta seperti lalu lintas dan parkir, kebijakan tentang sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT) pada daya tarik wisata di DIY, prinsip umum penanganan keracunan, mitigasi dan penangulangan bencana, teknik komunikasi dan manajemen gawat darurat, teknik water rescue bagi pengelola daya tarik wisata.

Baca Juga:

Selain itu ada pula materi mengenai bantuan hidup dasar (BHD) yang terdiri dari pengelolaan jalan nafas, pembebatan, pembidaian, dan kontrol pendarahan, estrikasi dan evakusi.

Harapannya dengan kegiatan ini setidaknya di lima titik pantai tersebut dalat saling bertukar informasi termasuk dengan pengurus desa dan pengelola pantai agar lebih aktif mengingatkan kepada wisatawan untuk selalu waspada ketika di kawasan pantai.

“Wisatawan juga diimbau untuk selalu memperhatikan suasana alam, protokol kesehatan, sehingga wisatawan yang datang ke Bantul itu bahagia dan lulanh dengan kenangan baik dan sehat,” kata Kwintarto. []

Berita terkait
Kata Pemkab Bantul soal Tragedi Pantai Gua Cemara
Pemkab Bantul membantah minim memasang tanda bahaya di pantai selatan menyusul tragedi Pantai Gua Cemara yang memakan tujuh orang meninggal.
Korban Terakhir Pantai Gua Cemara Bantul Ditemukan
Korban terakhir dari tujuh korban insiden Pantai Gua Cemara Bantul, DIY, akhirnya ditemukan. Korban ditemukan meninggal di perairan Gunungkidul.
5 Pantai Berombak Besar di Bantul Selain Gua Cemara
Selain Pantai Gua Cemara, setidaknya masih ada lima wisata pantai lain di Kabupaten Bantul, yang dikenal memiliki ombak besar dan berbahaya
0
Dukcapil: Jenis Kelamin Transgender Ditulis Laki-Laki atau Perempuan
Dukcapil: di Indonesia hanya ada dua jenis kelamin, yakni laki-laki dan perempuan sesuai dengan hukum yang berlaku.