UNTUK INDONESIA
Anies Baswedan Disuruh Lebih Cerdas
Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melarang perkumpulan massa dalam jumlah besar dikritisi Pakar Kebijakan Publik Agus Pambagio.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) bersama Gubernur Banten Wahidin Halim (kiri) mengikuti rapat pencegahan dan penanganan dampak banjir yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/1/2020). (Foto: Antara/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta - Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang melarang perkumpulan massa dalam jumlah besar di ibu kota, menyusul dua orang warga negara Indonesia positif corona menuai kritikan.

Pakar kebijakan publik Agus Pambagio menilai Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sepatutnya tidak perlu melarang masyarakat yang hendak melakukan kegiatan dan berkumpul dalam jumlah besar.

Baca juga: Aksi 212 Lanjut, Novel Bamukmin Koordinasi ke Anies

Ngapain itu ngelarang kumpul. Terus gimana ngelarangnya. Cari yang lebih cerdas lah.

"Kalau melarang gitu, ngawasinnya gimana? Kan enggak jelas itu," ujar Agus kepada Tagar, Rabu, 4 Maret 2020.

Menurutnya, bukan soal pro atau kontra. Melainkan, untuk apa pemerintah daerah mengurusi hal-hal yang menurutnya remeh-temeh dalam hal pencegahan dan penanggulangan virus corona atau Covid-19 di Jakarta.

"Enggak usah ada corona juga orang enggak dianjurkan untuk berkumpul kan. Bukan soal sepakat atau tidak sepakat. Ya ngapain?" ucapnya.

Dia pun meminta Anies 'memutar otak' untuk mencari upaya lain yang lebih solutif. 

"Ngapain itu ngelarang kumpul. Terus gimana ngelarangnya. Cari yang lebih cerdas lah," katanya.

Baca juga: FPI Tabrak Larangan Aksi Massa dari Anies Baswedan

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan resmi melarang kegiatan kumpul massa di ibu kota menyusul dua orang di Indonesia positif terjangkit virus corona.

"Pemprov DKI tidak akan mengeluarkan perizinan baru untuk kegiatan perkumpulan orang dalam jumlah yang besar. Dan yang sudah telanjur keluar izinnya, akan di-review kembali," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 2 Maret 2020. []

Berita terkait
Anies Baswedan Klaim Parameter Indonesia dari Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengklaim wilayahnya bakal menjadi inspirasi bagi daerah lain di Indonesia.
Ada Corona, Anies Baswedan Ogah Pusing Formula E
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan berbicara soal Formula E di kawasan Monas. Dia beralasan tengah fokus kepada korban virus corona.
Virus Corona, Anies Prioritaskan Warga Bukan Ekonomi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku mementingkan keselamatan warga ketimbang kelesuan ekonomi terkait virus corona di Indonesia.
0
Khofifah: May Day Risiko Besar Penularan Covid-19
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meminta kepada buruh untuk tidak turun ke jalan memperingati May Day Hari Buruh Internasional.