Angin Puting Beliung Rusak Belasan Rumah Warga Abdya

Tercatat sedikitnya 15 rumah warga yang tersebar di enam kecamatan Kabupaten Aceh Barat Daya mengalami kerusakan akibat puting beliung.
Sejumlah warga Kabupaten Aceh Barat Daya sedang merapikan bagian atap rumah warga yang terangkat oleh angin hingga jatuh ke bagian jalan pada, Senin, 4 Agustus 2020. (Foto: Tagar/Dinsos Abdya)

Aceh Barat Daya - Angin puting beliung yang melanda Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh pada, Senin, 3 Agustus 2020 merusak 15 rumah warga yang tersebar di enam kecamatan kabupaten setempat.

Ketua Tagana Abdya, Yasri Gusman mengatakan meski tidak ada korban jiwa dalam musibah angin puting beliung itu, namun demikian tercatat seorang warga mengalami luka akibat tertimpa bagian rumah yang rusak.

"Angin puting beliung terjadi sekira sejak pagi, kondisi cuaca ini selain merusak rumah, ada juga warga yang mengalami luka," kata Yasri, Selasa, 4 Agustus 2020 di Aceh Barat Daya.

Kondisi cuaca ini selain merusak rumah, ada juga warga yang mengalami luka.

Tambahnya, adapun rumah warga yang terdampak dari cuaca ekstrem ini meliputi di Kecamatan Lembah Sabil dua rumah yakni di Desa Kaye Aceh, di Kecamatan Manggeng empat rumah meliputi Desa Pusu, Desa Pante Raja dan Desa Ujung Padang.

Selanjutnya, di Kecamatan Blangpidie tiga rumah yakni di Desa Keudai Paya dan Desa Panton Raya, tiga rumah di Kecamatan Susoh di Desa Kepala Bandar, Kecamatan Jeumpa satu rumah di Desa Ikuelhung terakhir di Kecamatan Tangan-tangan dua rumah di Desa Pante Geulumpang dan Bineh Krung.

"Tercatat total sementara rumah yang rusak 15 rumah, sejauh ini tidak ada korban jiwa dan rincian data korban masih dalam proses pendataan," sebutnya.

Dihubungi terpisah, Petugas Linjamsos Dinsos Abdya, Sulaiman mengatakan, dampak dari angin puting beliung dan merusak rumah dirasakan oleh keluarga Abdul Wahab (55 tahun), Teuku Samsul Baidar (65 tahun) dan Ahmad Yus (70 tahun) di desa Gampong Ujong Padang Kecamatan Manggeng.

Baca juga: Angin Kencang, 22 Bangunan di Aceh Utara Rusak

"Kalau rumah Mas'ud rusak akibat tertimpa pohon, jadi ada yang rusak karena angin dan ada yang rusak akibat tertimpa pohon," ujarnya.

Lanjutnya, di Kecamatan Lembah Sabil musibah ini menimpa keluarga Safaruddin (60) di Desa Kaye Aceh, Kecamatan Tangan-tangan rumah Yusliana di Desa Bineh Krueng rusak akibat ditimpa pohon kelapa dan mangga, rumah milik Usman (55 tahun) warga Kecamatan Susoh di Desa Iku Lhung rusak akibat tertimpa pohon kelapa.

"Rata-rata rumah rusak bagian atap karena angin, sebagian lainnya rusak ditimpa pohon dan ini masih data sementara karena sampai saat ini kami masih melakukan pendataan," katanya. []

Berita terkait
Omzet Penjahit Bendera di Aceh Tamiang Menurun
Tahun 2020 ini, para penjahit dan penjual bendera di kota Kualasimpang mengaku sangat sepi orderan.
Update Corona Aceh: 433 Positif, 17 Meninggal Dunia
Kasus positif Covid-19 Aceh sudah mencapai 433 orang. Ada penambahan kasus baru sebanyak 2 orang.
Pasien Covid-19 di Aceh Pecahkan Kaca Ruang Isolasi
Salah seorang pasien positif Covid-19 Kabupaten Aceh Barat, Aceh mengamuk serta memecahkan kaca ruangan isolasi.
0
MAKI Daftarkan Uji Materi soal TWK Pegawai KPK ke MK
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia mengajukan uji materi soal tes wawasan kebangsaan pegawai KPK ke Mahkamah Agung yang saat ini menjadi polemik.