TAGAR.id, Pidie Jaya, Aceh – Gagasan istri-istri prajurit TNI-AD melakukan trauma healing menghibur anak-anak korban terdampak banjir di Paud Permata, Desa Meunasah Raya, Kec Meurah Dua, Kab Pidie Jaya, Aceh, Jumat (30/01/2026).
Sederhana, namun bermanfaat, cara kreatif anggota Persit istri prajurit TNI-AD ini berupaya membangkitkan semangat anak-anak korban bencana bisa kembali tersenyum bahagia.
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XIX Kodim 0102, Koorcab Rem 011 PD IM, Ny. Ratih Abdul Hadi, mengatakan, pasca bencana banjir bandang dan longsor melanda Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh mengisahkan pilu mendalam. Khsusunya bagi anak-anak warga di Kabupaten Pidie Jaya yang turut jadi korban bencana alam tersebut.
Aksi ceria anak korban banjir Aceh merasa terhibur kehadiran para istri TNI-AD di masa pemulihan pasca bencana di wilayah Kab Pidie Jaya, Aceh, pada Jumat, 30/1/2026. (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).
“Jangan biarkan peristiwa ini menenggelamkan kita dalam kesedihan yang berlarut-larut,” kata Ny. Ratih mengingatkan. Lebih lanjut Ny. Ratih mengatakan, melainkan panggilan bagi kita untuk memulihkan keceriaan mereka. “Jadikan ini momentum agar mereka kembali bersemangat dan tersenyum seperti sedia kala meski di Tengah keterbatasan,” imbuhnya.
Ny. Ratih mengimbau kepada semua pihak agar bersama-sama mewujudkan impian mereka. Lingkungan yang penuh kasih sayang serta perhatian sangat berpengaruh. Memberikan rasa aman, agar mereka tumbuh kembang yang sehat.
“Ini adalah momen berharga yang menggambarkan harapan. Keceriaan dan senyum tawa adalah alat penting dalam tumbuh kembang anak, membantu meningkatkan kemampuan sosial, emosional, dan kognitif,” ajaknya.
Sejumlah istri prajurit TNI-AD menghibur anak-anak warga korban banjir sebagai bentuk trauma healing di Pidie Jaya, Aceh, di Paud Permata, Desa Meunasah Raya, Kec Meurah Dua, Pidie Jaya, Aceh, pada Jumat, 30/1/2026. (Foto: TAGAR/Dok/Fotografer Laung).Ketua Persit menambahkan, salah satu cara efektif untuk mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak, membentuk karakter mereka, serta menciptakan generasi yang lebih ramah, penuh empati, dan bahagia.
“Mari kita fokus pada upaya untuk mengembalikan semangat mereka pasca menghadapi situasi mencekam. Sebab, senyum dan kebahagiaan anak Indonesia adalah harapan untuk masa depan bangsa. Keseharusan kita membantu tumbuh sehat,” tutupnya. (Laung). []