UNTUK INDONESIA
Andi Arief Terjerat Narkoba, Goenawan Mohamad: Saya Sedih
Sastrawan Goenawan Mohamad Prihatin dengan kasus Andi Arief yang terjerat penyalahgunaan narkoba.
Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief ditangkap oleh Tim NIC Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Minggu (3/3). Andi dicocok karena penyalahgunaan narkoba jenis sabu. (Foto: Twitter/AndiArief__)

Jakarta, (Tagar 6/3/2019) - Kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat mantan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief mendapat sorotan dari berbagai macam pihak. Musababnya jelas, Andi Arief dikenal sebagai politisi yang kerap aktif mengkritisi pemerintah lewat media sosial. 

Belakangan perhatian terhadap kasus Andi Arief datang dari sastrawan sekaligus tokoh jurnalistik Indonesia, Goenawan Mohamad. Dia mengaku prihatin, kemudian memberikan motivasi kepada Andi Arief yang kepergok memakai narkoba.

"Saya sedih atas yang kini terjadi. Kembali ke perjuangan yang bersih, Aa!" cuit Goenawan Mohamad dalam aku pribadi Twitternya @gm_gm, Selasa (5/3). 

Baca juga: Apakah Pengobatan Medis Menggunakan Sabu Ada di Indonesia?

Antara Goenawan Mohamad dengan Andi Arief telah lama menjalin pertemanan. Sejak masa Orde Baru keduanya bahu-membahu melawan kekuasaan rezim tersebut. Di mata Goenawan Mohamad, Andi Arief sosok yang murah hati.

"Saya kenal Andi Arief --sejak bersama-sama dalam gerakan melawan kekuasan Orde Baru-- sebagai orang yang murah hati dan punya energi berpolitik yang prima; saya pernah berharap ia akan jadi tokoh politik yang tangguh," ujar pria yang akrab disapa GM itu. 

Dalam akun Twitternya tersebut, dia justru menilai politik di Indonesia sekarang ini, terutama pada para politisinya.  

"Di jalan politik Indonesia ada belokan ke posisi yg mudah, mewah tapi penuh dusta. Ada belokan lain yg terjal dan sunyi, tapi bersih. Kita selalu berharap kpd mereka yg berani memilih belokan kedua," pungkas GM.  

Baca juga: Andi Arief Tertangkap Narkoba, Demokrat Menyangkal

Berita terkait
0
Rusuh di Penajam Pasir Utara Berawal dari Penganiayaan
Kerusuhan yang terjadi karena dipicu kejadian penikaman pada Rabu, 9 Oktober 2019 lalu. Namun kemudian dikaitkan dengan konflik suku.