Oleh: Jainal Pangaribuan XVI*

Amien Rais, besok bersedia memenuhi panggilan Dirkrimum Polda Metro Jaya. Dipanggil sebagai saksi untuk melengkapi penyidikan pada tersangka Ratna Sarumpaet (RS) yang disangka menyebar hoax. Koalisi Adil Makmur menyatakan akan ada 300 advokat yang mendampingi Amien Rais. PA 212 juga akan menurunkan massa 500 orang untuk mengawal Amien Rais dan memastikan akan pulang. Amin Rais juga mengancam akan membongkar kasus korupsi di KPK yang lama mengendap. 

Dapat disimpulkan apa yang disampaikan Koalisi Adil Makmur, PA 212, dan Amien Rais adalah ancaman, sekaligus merintangi kebebasan psikologis penyidik dalam menyidik kasus hoax yang disangkakan pada RS. Apa sesungguhnya yang terjadi? Kenapa sampai Amien Rais kek anak kecil yang takut jalan ke Polda? Kalau tidak ada urusan dengan cerita hoax RS kok seperti anak kecil teriak-teriak? Aneh!

#Kasus Hoax RS
Amien Rais tampak mendampingi Prabowo dalam konferensi pers pada 2 Oktober 2018 malam, setelah mereka bertemu dengan RS. Setelah Prabowo bicara, ditambah sedikit oleh Amien Rais, dan bahasanyapun sangat normatif. Penyebaran hoax sama sekali tidak melibatkan Amien Rais, malah yg aktif adalah putrinya, Hanum Rais.

Setelah RS jadi tersangka hoax, maka adalah sah jika penyidik memeriksa semua saksi yang dianggap terkait dengan RS dan dianggap mendengar dan melihat RS menyatakan hoax tersebut. Kitapun, jika bertemu RS sebelum kasus hoax ini terbongkar, bisa jadi akan dipanggil oleh penyidik. Apa yang kita lihat dan dengar secara langsung dari RS ya disampaikan secara jujur dan terbuka pada penyidik. Kita tidak perlu kebakaran jenggot, Polisi punya kewenangan menyidik serta memanggil para saksi sejauh relevan dengan kasus yang disidik. Amien Rais sangat relevan, karena mendengar sendiri cerita penganiayaan itu dari RS, bersama tim Koalisi Adil Makmur juga ikut memberi keterangan pers.

#Sepintas Track Record Amien Rais
14 tahun di USA dan mendapat gelar master dan doktor ilmu politik, tahun 1974 kembali jadi dosen di UGM. Putra Solo kelahiran 26 April 1944, pada tahun 1995 bertarung merebut Ketua Umum Muhammadiah di Aceh. 

Seperti tertulis dalam memoar Probosutedjo, Amien Rais minta tolong dana pada Pak Harto, presiden saat itu. Tentunya selain permintaan dana yang disetujui Pak Harto, juga akses untuk bisa jadi Ketua Umum PP Muhammadyah. Jadilah Amien Rais menjadi Ketua Umum Muhammadiyah. Tahun 1998 Amien Rais sangat kencang menyuarakan agar Pak Harto turun tahta alias lengser keprabon. Probosutedjo menyatakan bahwa Amien Rais adalah politisi berhati busuk.

Pada saat pencalonan presiden tahun 2004, Amien Rais sebagai calon presiden menerima dana nonbudjeter sebesar Rp 200 juta dari Menteri Kelautan Rokmin Danuri, dan itu diakui oleh Amien Rais. Pada tahun 2017, ada fakta persidangan  dan bukti transfer, bahwa Amien Rais mendapat transfer dana Rp 600 juta dari kasus Alkes yang digarap KPK. Amien Rais tidak membantah, artinya itu benar.

#Analisis Praduga Keterkaitan Kasus

Kasus hoax yang didesain RS dan para pihak, sangat kental dengan sebuah desain yang akan digelontor dengan uang besar. Jika melihat sikap politik Amien Rais yang plin-plan dan terkait dengan tidak tertutupnya rekening menampung duit tak jelas, maka diduga bahwa Amien Rais terlibat sebagai intelectual driver dari kasus hoax RS. Dia rentan berpindah sikap, seperti meminta Prabowo di Mahmilkan tahun 1998, saat ini Prabowo jadi junjungannya. Ikut dan berperan aktif membangun Poros Tengah menjagokan Gus Dur jadi Presiden tahun 1999, eeh tahun 2002 diturunkan. Labilnya sikap politik Amien Rais diduga karena ada aliran aliran khusus.

Dana dari Pak Harto, Probosutedjo, Rokhmin Danuri, serta dari ibu Siti Fadilla, mantan Menkes zaman SBY, menunjukkan bahwa Amien Rais tidak steril dari uang. Oleh karena itu, jika induksinya demikian, dapat atau patut diduga dalam kasus hoax ini Amien Rais ikut dan terlibat, sehingga dia kebakaran jenggot dan jidatnya tambah hitam.

#Kesimpulan
Jika Amien Rais besok harus didampingi 300 pengacara, dikawal 500 orang PA 212, mengancam sana sini, wajar takut, karena patut diduga Amien Rais terlibat dalam kasus hoax ini.

Salam sedulur dan sebangsa...

*Jainal Pangaribuan XVI, Penulis Independen