UNTUK INDONESIA
Amankan Akun Tokopedia Anda, Begini Caranya
Tokopedia sedang mengalami masalah keamanan. Bagi Anda yang memiliki akun, sebaiknya mengamankannya dengan melakukan sejumlah cara.
Ilustrasi platform jual-beli online Tokopedia. (Foto: Istimewa)

Jakarta - Tokopedia sedang mengalami masalah keamanan. Sebanyak 91 juta data pribadi pengguna situs jual beli online tersebut diduga bocor. Bahkan diduga diperjualbelikan di dark web. Bagi Anda yang memiliki akun Tokopedia, sebaiknya mengamankannya dengan melakukan sejumlah langkah.

Lewat keterangan resminya, Sabtu malam 2 Mei 2020, Tokopedia menganjurkan pengguna untuk mengubah kata sandi atau password secara berkala untuk menjaga keamanan akun di Tokopedia.

Memastikan TFA diaktifkan. Kalau bisa pakai Google Authenticator

Tokopedia juga mengklaim telah merespons dengan menerapkan keamanan berlapis, termasuk dengan OTP yang hanya dapat diakses secara real time oleh pemilik akun.

Pakar keamanan siber dari Vaksin.com, Alfons Tanujaya, menambahkan. Dia menyarankan menggunakan metode Two Factor Authentication (TFA) atau verifikasi dua langkah untuk memproteksi akun. "Hal utama yang harus dilakukan adalah memastikan TFA diaktifkan. Kalau bisa pakai Google Authenticator," ujar Alfons, dikutip dari Antara, Minggu 3 Mei 2020.

Dalam memanfaatkan metode TFA, Tokopedia memanfaatkan Google Authenticator. Untuk mengaktifkannya Google Authenticator dapat dilakukan dengan cara mengunduh aplikasinya di Google Play Store atau Apple App Store terlebih dahulu.

TokopediaPlatform jual beli online Tokopedia. (Foto: Instagram/William Tanuwijaya)

Kemudian, scan QR code di website Tokopedia, yang dapat ditemukan di pengaturan profil akun Anda. Selanjutnya, Anda akan diberikan opsi untuk memilih metode verifikasi kode OTP lewat WhatsApp atau SMS. Lalu, Anda mendapatkan enam digit untuk masuk ke akun Tokopedia Anda.

"Ingat jangan pernah berikan kode verifikasi yang Anda terima melalui WhatsApp atau SMS kepada siapa pun, sekalipun dia mengaku dari Tokopedia," kata Alfons.

Selain itu, Alfons juga menyarankan untuk tidak menyimpan kartu kredit di layanan online. "Meskipun memberikan kemudahan tidak usah repot-repot memasukkan data, tetapi kalau akun berhasil diretas data tersebut rentan disalahgunakan," ujar Alfons.

Data 15 juta pengguna Tokopedia dikabarkan bocor pada Sabtu malam, 2 Mei 2020. Dari pantauan Vaksin.com, kata Alfons, data pengguna yang diretas bahkan melebihi dari angka tersebut, mencapai data 91 juta pengguna yang disebarkan dan dijual di dark web.

Dalam keterangan tertulisnya, Minggu siang, 3 Mei 2020, Tokopedia mengklaim tidak ada kebocoran data pembayaran. Seluruh transaksi dengan semua metode pembayaran, termasuk informasi kartu debit, kartu kredit terjaga keamanannya.

Berita terkait
Dugaan Sistem IT Tokopedia Tak Tangguh, Gampang Diretas
Sistem teknologi informasi (IT) di Tokopedia diduga tak tangguh menyusul kabar dibobolnya data pribadi pengguna e-commerce itu.
Profil William Tanuwijaya, Pendiri Tokopedia
William Tanuwijaya, figur di balik berdirinya platform jual beli online Tokopedia, unicorn dengan valuasi lebih dari US$ 1 miliar. Ini profilnya.
Momen Perbaiki Fungsi dan Tugas Staf Khusus Presiden
Dua Staf Khusus Presiden Jokowi Adamas Belva dan Andi Taufan telah mundur. Momen ini dinilai baik untuk memperbaiki fungsi dan tugas stafsus.
0
PLN Gandeng KPK Amankan Aset Negara di Bali
Berkat sinergi antara PT PLN (Persero), KPK, dan ATR/BPN disebutkan nilai aset tanah yang diselamatkan lebih dari Rp 1 Triliun.