Aksi Mogok di Hollywood Tuntut Pembatasan Penggunaan Kecerdasan Buatan

Kesepakatan yang mengakhiri pemogokan para penulis mencakup perlindungan terhadap studio yang menggunakan kecerdasan buatan
Akis mogok di luar kantor Netflix di Los Angeles, California, AS, 27 September 2023. (Foto: voaindonesia.com/AP/Chris Pizzallo)

TAGAR.id - Aktor-aktor Hollywood menggelar aksi mogok untuk membatasi penggunaan kecerdasan buatan (AI – artificial intelligence) dalam pembuatan film. Mereka berharap meraih kesuksesan yang sama dengan para penulis Hollywood, yang mengakhiri pemogokan lima bulan mereka minggu lalu setelah mencapai kesepakatan dengan studio-studio besar. Genia Dulot melaporkannya untuk VOA.

Kesepakatan yang mengakhiri pemogokan para penulis mencakup perlindungan terhadap studio yang menggunakan kecerdasan buatan untuk “menulis atau menulis ulang naskah.” Anggota serikat penulis Angela Jorgensen mengatakan hal ini “luar biasa.”

“Membatasi penggunaan kecerdasan buatan, juga mencegah teknologi ini dilatih sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan karya seperti yang dibuat penulis. Ini akan melindungi pekerjaan kita,” jelasnya.

Studio-studio akan diminta untuk memberi tahu penulis jika materi yang diberikan kepada mereka dihasilkan dengan bantuan teknolgi kecerdasan buatan, sementara penulis akan memiliki kebebasan untuk menggunakan program seperti ChatGPT jika mereka mau. Penulis Al Septien mengatakan itu adalah sebuah kemenangan.

“Kita bisa menggunakan kecerdasan buatan jika kita mau, tapi kita tidak bisa dipaksa. Dan penggunaan kecerdasan buatan tidak dapat mengurangi kompensasi atau penghargaan atau penulis manusia. Jadi ini kemenangan besar,”

demo mogok di kantot netflix di LAAksi mogok di luar kantor Netflix di Los Angeles, California, AS, Rabu, 27 September 2023. (Foto: voaindonesia.com/AP/Chris Pizzallo)

Beberapa penulis rupanya juga mendukung aktor-aktor yang melakukan aksi mogok, yang permasalahan ketenagakerjaannya juga mencakup penggunaan kecerdasan.

Kecerdasan buatan memungkinkan penggunaan CGI (computer generated imagery) yang lebih mudah dan murah untuk menghasilkan akting seorang aktor yang tidak hadir di lokasi syuting.

Aktor Ron Song mengatakan perjuangan untuk mendapatkan persetujuan atas penggunaan replika “digital” para aktor dimulai dari pembuatannya. “Penggunaan kecerdasan buatan harus dengan persetujuan aktor atau bagian dari kontrak kerja yang ditandatangani. Kehadiran teknologi kecerdasan buatan bisa menghapus kebutuhan akan aktor jika tidak diregulasi dengan benar,” jelasnya.

Kontrak baru yang berdurasi tiga tahun untuk penulis juga mencakup kenaikan gaji dan bonus untuk konten streaming. Penulis Jasmyne Peck gembira oleh ketentuan yang memperluas peluang bagi penulis yang kurang terwakili.

“Penulis kulit hitam, penulis queer, penulis mana pun dari populasi yang bukan merupakan mayoritas, penulis penyandang disabilitas, siapa pun yang berasal dari populasi yang secara historis tidak berada di garis depan dalam industri ini kini akan lebih terwakili.” (ab/uh)/voaindonesia.com. []

Berita terkait
Hollywood Buat Tawaran Baru untuk Penulis Skenario Untuk Akhiri Pemogokan
Perusahaan juga akan berbagi data jumlah jam film-film ditonton lewat layanan streaming agar penulis dapat melihat