UNTUK INDONESIA

Aksi Heroik Ojol Selamatkan Korban Geng Scoopy di Yogyakarta

Dua orang kritis setelah menjadi korban penganiayaan geng Scoopy di Yogyakarta. Apresiasi untuk seorang ojek online yang berjuang menolongnya.
Korban penganiayaan geng Scoopy saat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. (Foto: Istimewa)

Yogyakarta - Keluarga Indra Wibowo, 21 tahun, korban kejahatan jalanan yang terjadi di wilayah Giwangan, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta mencari pengemudi ojek online (ojol). Pria tersebut diketahui sudah menyelamatkan nyawa korban sewaktu kondisinya kritis.

“Saya mencari dia (ojol) untuk berterima kasih. Karena sudah berbaik hati menolong Indra,” kata Rudy Isnawan orang terdekat korban kepada Tagar melalui sambungan telepon, Kamis, 31 Desember 2020.

Rudy merupakan pemilik bengkel balap yang berlokasi di Jalan Godean, Kilometer 7, di mana korban merupakan karyawannya yang sudah bekerja sejak tiga tahun lalu. Bahkan pria usia 52 tahun ini juga menganggap Indra seperti anak sendiri.

Baca Juga:

Pada Senin, 28 Desember 2020, dua karyawannya yang bernama Indra Wibowo, 21 tahun dan Andika Surya, 27 tahun menjadi korban kekerasan di jalan. Keduanya dianiaya dengan menggunakan senjata tajam dan benda tumpul oleh rombongan terduga pelaku menggunakan tiga motor Scoopy. Terduga berjumlah 6 orang.

Seorang pengemudi ojol datang menghampiri kedua korban, saat membutuhkan pertolongan orang lain. Pasalnya korban Indra tidak sadarkan diri karena menerima luka yang cukup parah. Darah segar mengalir dari hidung dan telinganya. “Padahal banyak yang lewat tapi enggak ada yang membantu saat itu. Ojol itu berbaik hati mau menolong,” ucap dia.

Penganiayaan YogyakartaHasl CT scan dan korban penganiayaan di Yogyakarta. (Foto: Istimewa)

Pengemudi online membawa kedua korban ke rumah sakit. Maklum karena lokasi kejadian dengan rumah Rudy jaraknya cukup jauh.

Pengemudi ojol yang belum diketahui identitasnya mulanya membawa kedua korban berbonceng tiga menggunakan motornya ke rumah sakit Wirosaban, namun pihak RS tidak menerima karena situasi Covid-19.

Rudy melanjutkan, pengemudi ojol membawa korban ke rumah sakit Pratama namun juga mendapat penolakan karena keterbatasan alat medis. Kemudian mencoba ke rumah sakit Hidayatullah yang ada di Kecamatan Umbulharjo. “Rumah sakit ketiga hanya menjahit dan membersihkan luka-luka korban. Tapi darahnya terus keluar akhirnya kami bawa ke RSUP Sardjito,” ujarnya.

Secara fisik tubuhnya tinggi, masih muda kira- kira usianya masih 25-an tahun.

Setiba di rumah sakit, Rudy mengaku bertemu dan berbincang dengan pengemudi ojol yang berbaik hati itu. Sayangnya Rudy belum bisa memberikan imbalan atas kebaikannya.

“Saya sudah bilang terimakasih pada saat itu. Tapi karena lagi panik saya mau memberi sesuatu sebagai ucapan terimakasih belum terpikir. Jangankan minta nomor, tanya namanya dia pun saya enggak sempat,” ungkap Rudy.

Rudy mengingat, bahwa pengemudi ojol yang sedang ia cari berbadan agak tinggi lengkap dengan atribut jaket ojol, menggunakan kendaraan motor Beat dan memiliki besi duduk di bagian belakang jok. “Secara fisik tubuhnya tinggi, masih muda kira- kira usianya masih 25-an tahun,” katanya.

Rudy mengaku telah membuat informasi di media sosial untuk menemukan pengemudi ojol. Dengan harapan, bisa menjumpai orang tersebut. “Sudah ada dua orang yang inbox adik saya ngakunya ojol itu. Biasanya kalau yang baik-baik banyak yang mengaku-mengaku begitu,” ucapnya.

Baca Juga:

Sebelumnya diberitakan, dua karyawan bengkel mengalami luka cukup serius setelah dianiaya secara bergiliran oleh geng Motor Scoopy di sekitar terminal Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Dua korban bernama Andika Surya, 27 tahun, warga Kapanewon Godean, Sleman bersama Indra Wibowo, 21 tahun warga Wonosari, Gunungkidul. Terduga pelaku berjumlah 6 orang masih remaja.

Dugaan tindakan pidana penganiaya terjadi pada Senin, 28 Desember 2020 sekitar pukul 04.00 WIB. Sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terhadap terduga pelaku. "Pihak korban sudah buat laporan. Tapi belum jelas itu klitih atau bukan," kata Kanit Reserse Kriminal Polsek Umbulharjo, Iptu Nuri Aryanto. []

Berita terkait
Orang Tua Kaget Anak Ikut Vandalisme Geng Morenza di Bantul
Sebanyak 21 remaja ditangkap Polres Bantul karena aksi vandalisme. Salah satu orang tua kaget kegiatan anaknya karena pamitnya pergi luar kota.
Penangkapan Vandalisme Geng Morenza di Bantul Yogyakarta
Aksi vandalisme geng pelajar sekolah swasta di Kota Yogyakarta tertangkap di Bantul. Sebelum diangkut kantor polisi, disuruh berendam di sungai.
Dua Geng Yogyakarta Bentrok, Satu Luka Parah Kena Pedang
Dua geng di Yogyakarta bentrok di Jalan Imogiri Timur, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Satu orang luka parah terkena sabetan pedang.
0
Aksi Heroik Ojol Selamatkan Korban Geng Scoopy di Yogyakarta
Dua orang kritis setelah menjadi korban penganiayaan geng Scoopy di Yogyakarta. Apresiasi untuk seorang ojek online yang berjuang menolongnya.