UNTUK INDONESIA
Akhirnya Habib Rizieq Tinggal Beli Tiket Pulang ke Indonesia
Ketua DPP Front Pembela Islan (FPI) Slamet Maarif mengatakan Habib Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia pada bulan Maulid.
Habib Rizieq Shihab dikabarkan bakal balik ke Indonesia. (Tagar/Facebook)

Jakarta - Ketua DPP Front Pembela Islan (FPI) Slamet Maarif mengatakan Habib Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia pada bulan Maulid.

“Doakan Rizieq Shihab pulang bulan Maulid dan semoga semuanya lancar,” kata Slamet, Senin, 19 Oktober 2020.

Melalui chanel YouTube FrontTV Slamet menyatakan bahwa Rizieq sudah tinggal membeli tiket dan akan bergegas pulang ke Indonesia.

Pencekalan Habib Rizieq sudah dicabut, dan overstay sudah diselesaikan dengan baik, Habib Rizieq tinggal beli tiket dan membayar administrasi untuk kembali ke Indonesia,

“Pencekalan Habib Rizieq sudah dicabut, dan overstay sudah diselesaikan dengan baik, Habib Rizieq tinggal beli tiket dan membayar administrasi untuk kembali ke Indonesia,” kata dia.

Slamet menjelaskan, kembalinya Habib Rizieq ke Indonesia bukan tanpa misi. Rizieq kata dia akan memimpin revolusi akhlak dan memperjuangkan dalam rangka menyelamatkan Indonesia.

“Revolusi dalam KBBI adalah perubahan yang cepat, nah kita ingin bangsa dan negara ini ada perubahan secara singkat dan menyeluruh. Karena kezaliman bangsa ini sudah luar biasa menyusahkan rakyat Indoneisa,” ujarnya.

Dalam misi ini, Slamet mengimbau pihak Istana tidak perlu khawatir dengan gerakan revolusi akhlak yang akan digembar-gemborkan oleh FPI. Sebab aksi ini akan berlangsung dengan tertib dan tidak melanggar Hak Asasi Manusia.

“Kalimat revolusi ini digunakan pak Jokowi dengan jargon revolusi mental, nah anehnya ketika yang mengumumkan orang lain jadi sesuatu yang menggetarkan Istana,” kata dia.

Slamet menegaskan, kepulangan Rizieq akan membawa kedamaian di Indonesia meskipun kepulangan Rizieq diklaim tidak ada campur tangan dari Pemerintah Indonesia. “Beliau pulang tanpa bantuan rezim sekarang, tanpa bantuan rezim Jokowi,” ujarnya.

Diberitakan Tagar sebelumnya, Ketua Umum FPI Ahmad Sobri Lubis mengumumkan, pencekalan terhadap pentolan FPI Habib Rizieq Shihab secara resmi sudah dicabut sejak Selasa, 13 Oktober 2020.

Menurut dia, Rizieq Shihab sudah dibebaskan dari denda-denda apapun dan sudah bisa pulang ke Indonesia tanpa meminta bantuan kepada pemerintah.

"Alhamdulillah, setelah melalui perundingan panjang antara Imam Besar FPI dan otoritas Kerajaan Arab Saudi tanpa bantuan rezim Indonesia," kata Sobri Lubis.

Sehari berselang, Rabu, 14 Oktober 2020, Dubes RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel menyatakan Habib Rizieq Syihab belum diizinkan meninggalkan Saudi.

"Berdasarkan komunikasi kami dengan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, bahwa sampai detik ini nama Mohammad Rizieq Syihab (MRS) dalam sistem portal imigrasi Kerajaan Arab Saudi masih “blinking merah” dengan tulisan ta’syirat mutanahiyah (visa habis) dan dalam kolom lain tertulis: mukhalif (pelanggar UU)," ucap Agus diberitakan kumparan.

"Bentuk pelanggaran: mutakhallif ziyarah (overstay dengan visa kunjungan). Ada juga kolom “ma’lumat al-mukhalif” (data tentang pelanggar). Di kolom foto MRS ditulis “Surah al-Mukhalif” foto pelanggar," tutupnya. []

Baca juga: 

Berita terkait
Rizieq Shihab Mau Revolusi, FPI Ungkit Revolusi Mental Jokowi
Saat disinggung Habib Rizieq Shihab pimpin revolusi di Indonesia, Sekretaris Umum FPI Munarman ungkit revolusi mental Jokowi.
Munarman FPI: Kasus Hukum Rizieq Shihab Tersangka Sudah SP3
Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) mengatakan Habib Rizieq Shihab sudah mengantongi SP3 tan[a status tersangka apabila pulang ke Indonesia.
Jangan Samakan Rizieq Shihab dengan Imam Ayatollah Khomeini
Pendiri Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti memandang sosok Habib Rizieq Shihab tidak bisa disamakan dengan Sayyid Ayatollah Ruhollah Khomeini.
0
Pria Botak di Sumut Diancam 15 Tahun Penjara, Ini Kasusnya
Pria botak di Deli Serdang, Sumatera Utara, nodai adik ipar. Penjara 15 tahun menantinya.