UNTUK INDONESIA
Akar Masalah Terjadinya Teror di Polsek Ciracas
Kenapa sampai terjadi Polsek Ciracas diserbu ratusan orang diduga tentara? Ini akar masalahnya.
Polsek Ciracas pasca penyerangan oleh sekelompok massa pada Selasa malam (11/12/2018). Pada Rabu (12/12/2018) Polsek Ciracas lumpuh total, tidak beroperasi, semua tahanan dipindahkan ke Polda Metro Jaya. (Foto: Tagar/Morteza Syariati Albanna)

Jakarta, (Tagar 13/12/2018) - Pria berusia 50 tahun itu sedang duduk sendiri di halte Jalan Raya Bogor, Jakarta Timur, yang lokasinya cukup berdekatan dengan Polsek Ciracas.

Ia mengaku sangat terkejut. Pada Selasa (11/12) sekitar pukul 10 malam, dalam sekejap ratusan massa berboncengan dengan kendaraan roda dua tumpah ruah membanjiri jalan Raya Bogor. 

Aco, nama pria berumur 50 tahun itu, mendengar hingar-bingar percakapan massa yang hendak menyatroni Polsek Ciracas, mencari tukang parkir pelaku pemukulan Kapten AL, A Komarudin, yang kabarnya sudah mendekam di Polsek Ciracas.

"Untung kemarinnya saya sudah nonton tv, jadi tahu ada yang mukulin kapten tentara di Cibubur. Mungkin ratusan orang yang datang ini marah lihat kaptennya dipukuli. Banyak banget motor tentara semua semalam, orangnya ada yang pakai celana tentara," ucap Aco.

Mencium aroma kegaduhan, sontak membuat Aco harus menancapkan langkah seribu menuju lampu merah pertigaan Hek, Jakarta Timur. Dalam kondisi terengah-engah, ia melihat beberapa driver ojek online sudah mengadang setiap pengguna jalan agar tidak melintasi Jalan Raya Bogor. Menghalau tiap kendaraan, serta mengarahkan kendaraan untuk melintasi jalan Kampung Dukuh, arah Taman Mini Indonesia Indah dan Pondok Gede.

"Langsung macet parah jalanan. Warga yang kabur bukan saya doang. Tapi saya sempat lihat ada juga beberapa orang yang masuk ke kompleks asrama polisi dekat Polsek. Pokoknya banyak warga langsung pada masuk karena ketakutan" tuturnya.

Menurut kesaksian Aco, saat kejadian berlangsung tiba-tiba saja jalan kendaraan dialihkan semua. Jalan Raya Bogor arah Cijantung dialihkan, begitu juga sebaliknya, ditutup semua.

Saat itu ia memilih untuk mengumpat di dalam kebun, dekat Polsek Ciracas. Dari lokasi persembunyiannya, ia mendengar bising kegaduhan, yang menurut Aco banyak orang ngamuk tak henti mengudara hingga pukul 1 pagi.

"Gubraak gabrukk.. Gubraak gabruuuk, itu pasti suara mobil ditebalikin. Orang polisi saja pada masuk ke dalam kabur-kaburan ketakutan," ujarnya.

Aco menyaksikan langsung Batalion berdatangan tiada henti menggunakan motor. Ia tak bisa merinci dengan pasti jumlah pengepung Polsek Ciracas pada Selasa malam, 11 Desember 2018.

"Saya tidak berani mendekat ke Polsek, takut disangka anggota, malah saya nanti jadi sasaran amuk massa," ucap Aco.

Polsek CiracasMobil polisi di Polsek Ciracas, Jakarta Timur, kacanya pecah diamuk massa. (Foto: Tagar/Morteza Syariati Albanna)

Sementara itu, pedagang buff/masker yang lapak dagangannya berdekatan dengan Polsek Ciracas, tidak mengetahui jelas ihwal peristiwa pengepungan kantor polisi oleh massa yang diduga tentara itu. Tetapi sebelum kejadian, ada pria yang datang memborong barang dagangannya.

"Ada pria datang membeli buff di sini. Belinya lusinan, borongan, sampai saya tidak punya uang kembalian," ucap pria yang tidak mau disebutkan namanya itu.

Dia menceritakan, pria berbadan tinggi datang bolak-balik selama dua kali ke lapaknya. "Saya sempat kasih buff bermotif loreng-loreng, karena saya tahu dia itu tentara, tapi dia nolak. Justru memilih yang motif polos, atau motif lain," jelasnya.

Seperti diketahui, peristiwa pengeroyokan massa oleh oknum yang diduga tentara pada Selasa kemarin, telah menimbulkan 7 korban luka-luka, 4 di antaranya adalah anggota polisi, termasuk Kapolsek Agus Widartono yang sempat dilarikan ke rumah sakit. Sementara 3 orang lainnya, merupakan warga sekitar yang ingin mencoba merekam kejadian kericuhan, dan turut mendapat intimidasi serta kekerasan fisik oleh massa pengeroyok.

Akar masalah terjadinya teror berupa pembakaran dan pengrusakan Polsek Ciracas itu bermula dari suatu peristiwa di kawasan parkir pertokoan Arundina, Cibubur, Jakarta Timur, Senin (10/12). Seorang saksi mata di lokasi kejadian mengatakan, ada seorang tentara mengantar anaknya berangkat sekolah. Pada saat memarkirkan motor, tanpa sengaja kepala seorang tentara tersebut tersenggol tukang parkir. 

Saksi mata tersebut mengatakan, seharusnya masalah senggolan tanpa sengaja itu bisa diakhiri dengan permintaan maaf dan selesai. Namun, tentara itu sepertinya sangat marah sehingga senggolan tanpa sengaja tadi berlanjut ke perkelahian. Beberapa orang membantu tukang parkir tersebut, mengeroyok seorang tentara itu. 

Masalah tersebut sebenarnya harus sudah reda karena tukang parkir yang memukul tentara itu sudah digelandang ke Polsek Ciracas. Namun, persoalan jadi memanjang karena kemudian massa diduga dari kalangan tentara menyatroni Polsek Ciracas, menuntut tukang parkir itu dilepaskan. Petugas di Polsek Ciracas tidak bisa memenuhi tuntutan itu, sehingga terjadilah pembakaran Polsek Ciracas, termasuk pengrusakan 17 kendaraan milik Polsek Ciracas.

Ada beberapa versi cerita dari kalangan warga di lokasi kejadian. Sementara, kasus ini menjadi rumit dan dalam proses penyidikan kepolisian. []

Berita terkait
0
3 Aplikasi Populer di App Store Selama Puasa
Tiga aplikasi yang paling tren di Indonesia saat pandemi virus corona Covid-19, yaitu 30 Day Fitness, HBO GO dan YouTube.