UNTUK INDONESIA
AHY Minta Umat Islam Indonesia Tidak Terprovokasi
AHY mengajak umat Islam membuktikan bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil alamin.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: Tagar/Instagram @AgusYudhoyono)

Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pernyataan kontroversi Presiden Prancis, Emmanuel Macron tentang penerbitan kartun Nabi Muhammad SAW dilihat dari aspek apapun tidak bisa dibenarkan.

Sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar dunia, Indonesia punya tanggung jawab moral menyuarakan aspirasi umat muslim dunia. Namun itu harus dilakukan dengan cara-cara yang baik.

Karena itu, AHY meminta umat muslim Indonesia menahan diri dan tidak terprovokasi dengan pernyataan Macron yang dianggap menghina Islam. Ia mengajak umat Islam membuktikan bahwa Islam merupakan agama yang cinta damai.

"Mari kita buktikan bahwa Islam sebagai agama yang 'rahmatan lil alamin', membawa rahmat dan pesan damai bagi dunia," kata AHY dalam akun Twitternya @AgusYudhoyono.

Untuk itu, mewakili partai yang dipimpinnya, AHY mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas dan memanggil Duta Besar Prancis agar masalah ini bisa segera diselesaikan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak bermanfaat di tengah pandemi.

Menurut AHY, sebagai negara demokrasi yang mapan, Prancis seharusnya menjadi contoh yang baik dalam hal perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak kelompok minoritas.

"Sebagai pecinta demokrasi, saya berharap Prancis sebagai negara demokrasi yang mapan, mampu menjadi contoh yang baik dalam perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak kelompok minoritas," tutur AHY.

Baca juga : Tanya Jawab Kasus Kartun Nabi Muhammad di Prancis

Kebebasan dalam demokrasi, lanjut AHY harus didasari pada toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman, termasuk perbedaan keyakinan. Menurut AHY, masyarakat Prancis dengan demokrasi yang mapan tentu paham,menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai kartun bisa melukai hati umat Islam dunia.

"Sayang, hal semacam itu seolah dibiarkan berulang-ulang terjadi," kata AHY.

Untuk itu, mewakili partai yang dipimpinnya, AHY mendesak pemerintah Indonesia bersikap tegas dan memanggil Duta Besar Prancis agar masalah ini bisa segera diselesaikan dan tidak menimbulkan hal-hal yang tidak bermanfaat di tengah pandemi.

"Mewakili Partai Demokrat, saya mendorong dan mendukung pemerintah RI untuk bersikap tegas. Pemanggilan Dubes Perancis oleh Kemlu RI. Harus pastikan pesan Indonesia benar-benar didengar," tutur AHY. 

Baca juga : Aliansi Ummat Islam Sulsel Tuntut Usir Dubes Prancis

Kasus kartun Nabi Muhammad SAW di Prancis menjadi perhatian dunia. Kasus berawal dari insiden pembunuhan seorang guru bernama Samuel Paty, yang dipenggal oleh muridnya sendiri, setelah menunjukkan kartun yang ia sebut sebagai Nabi Muhammad. 

Presiden Prancis Emmanuel Macron menganggap hal yang dilakukan Samuel Paty sebagai kebebasan berekspresi. Selain itu, Macron menyerukan agar masyarakat Prancis memerangi radikalisme yang ia sebut sebagai ‘Separatisme Islam’. Bahkan, Macron menyebut bahwa agama Islam dapat mengganggu ketenangan di Prancis, serta menyatakan bahwa seluruh negara Islam sedang dalam krisis. []

Berita terkait
AHY Capres, Ferdinand Hutahaean: Tidak Sebesar Prabowo - Ganjar
Eks Politisi Demokrat Ferdinand Hutahaean menganalisis peluang Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) jadi capres tidak sebesar Prabowo dan Ganjar Pranowo.
Luapkan Kekesalan, Warga Medan Injak Poster Presiden Prancis
Sejumlah umat Islam di Kota Medan, Sumatera Utara, melampiaskan kekesalannya dengan menginjak poster wajah Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Tanya Jawab Kasus Kartun Nabi Muhammad di Prancis
Membaca berita pembunuhan yang dipicu kartun Nabi Muhammad di Prancis, seorang anak bertanya bolehkah membunuh orang yang membuat kartun Nabi?
0
Tukang Ojek Pangkalan Tewas Ditusuk, Diduga Korban Begal
Seorang pria paruh baya yang bekerja sebagai tukang ojek pangkalan ditemukan tewas di Jalan Papango, Tanjung Priok dengan luka tusuk di leher.