UNTUK INDONESIA
Ahok Akui Transparansi di Pertamina Tak Semua Dibuka
Komut PT Pertamina Tbk Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menanggapi Live Streaming Rapat Pertamina yang disiarkan melalui media sosial.
Basuki Tjahaja Purnama hadir dalam acara peluncuran buku berjudul "Panggil Saya BTP" dalam acara Ngobrol Tempo pada Senin, 17 Februari 2020. (Foto: Tagar/Gemilang Isromi Nuari)

Jakarta - Komisaris Utama (komut) PT Pertamina Tbk (Persero) Basuki Tjahaja Purnama (BTP), arab disapa Ahok mengatakan tidak sepenuhnya proses transparansi yang kini dia gencarkan di perusahan migas negara tersebut, dibuka secara luas kepada publik. 

Sebab, mantan gubernur DKI Jakarta itu tidak bisa membawa seluruhnya gaya kepemimpinan di Balai Kota, ketika memimpin sebuah perusahaan.

"Untuk di perusahaan tidak bisa, karena ada strateginya," ucap Ahok kepada Tagar seusai melakukan peluncuran buku terbarunya yang berjudul "Titik Balik dari Penjara" di Gedung Tempo Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.

Baca juga: Ahok Komut Pertamina, Pengamat: Ada Yang Terusik

Kendati demikian, Ahok menjelaskan bahwa ia akan terus melakukan upaya maksimal dalam hal transparansi informasi di tubuh pertamina. Hanya saja, untuk saat ini terobosan yang ia lakukan baru membuka transparansi rapat-rapat pertamina yang disiarkan secara langsung melalui media sosial.

"Selanjutnya belum tahu [transparansi apa lagi yang akan ada di Pertamina], kita lihat saja nanti," tuturnya.

Sebagai informasi, Ahok dinilai menjadi pelopor keterbukaan informasi di perusahaan plat merah tersebut. Terbaru, mantan suami Veronika Tan itu melakukan gebrakan melalui data impor bahan bakar minyak (BBM) yang disajikan secara real time di website resmi Pertamina.

Melalui fitur ini, masyarakat dapat mengetahui dan mengawasi pasokan bahan bakar dari mancanegara yang didatangkan oleh Pertamina.

Untuk diketahui, pada sepanjang 2019 impor BBM oleh perusahaan minyak negara tersebut diketahui sebanyak 80,6 juta barel. Jumlah tersebut setara dengan valuasi 5,7 miliar dolar Amerika Serikat (AS). Adapun, sumber pengiriman berasal dari beberapa negara, seperti diantaranya dari Arab Saudi, Nigeria, Algeria, Amerika, dan Australia.

Terkhusus Amerika, pemerintah berencana menambah kuota impor menjadi hampir dua juta barel pada 2020. Angka tersebut melonjak dari realisasi impor tahun lalu yang hanya sebesar 1,3 juta barel. []

Berita terkait
Ahok Bos Pertamina Bakal Turunkan Harga BBM?
Pengamat kebijakan publik menilai Ahok bakal menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) usai diangkat jadi bos Pertamina.
Ahok dan Pergolakan Mafia Migas Pertamina
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai kehadiran Ahok di Pertamina akan membuat mafia tidak tenang.
Ahok Buat Aduan Pertamina Seperti DKI Jakarta Dulu
Ahok akan membuat pengaduan masyarakat seperti saat menjabat gubernur DKI Jakarta dulu.
0
Fadli Zon Sebut Ahok Anak Emas Jokowi, Kenapa?
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon menilai Presiden Jokowi menganakemaskan Komisaris Utama Pertamina, Ahok. Kenapa?