Afrika Selatan Hadapi Lonjakan Covid-19 Sub-Varian Omicron

Selama sekitar tiga minggu, Afsel mengalami kenaikan kasus baru dan tingkat rawat inap, tapi bukan kasus yang parah dan kematian
Warga antre tes Covid-19 di sebuah pusat tes Covid-19 di Soweto, Afrika Selatan, 11 Mei 2022. Afrika Selatan mengalami lonjakan kasus baru Covid-19. (Foto: voaindonesia.com - Denis Farrell/AP)

TAGAR.id, Johannesburg, Afsel – Para pakar kesehatan mengatakan Afrika Selatan mengalami lonjakan kasus Covid-19 baru yang dipicu oleh dua sub-varian Omicron.

Profesor Marta Nunes, seorang periset pada Analitis Vaksin dan Penyakit Menular di Rumah Sakit Chris Hani Baragwanath di Soweto, mengatakan bahwa selama sekitar tiga minggu, negara itu mengalami kenaikan kasus baru dan tingkat rawat inap, tapi bukan kasus yang parah dan kematian.

"Kami masih sangat dini dalam periode lonjakan ini, jadi saya belum menyebutnya sebagai gelombang baru," kata Nunes. "Kami melihat sedikit kenaikan tingkat rawat inap dan sangat sedikit kematian."

Kasus-kasus baru di Afrika Selatan melonjak dari rata-rata 300 per hari pada awal April 2022 menjadi sekitar 8,000 per hari pekan ini. Nunes mengatakan jumlah pasti kasus-kasus baru mungkin jauh lebih tinggi karena gejala-gejalanya ringan dan banyak orang sakit tidak menjalani tes. (vm/ft)/AP/voaindonesia.com. []

Tingginya Kasus C-19 Anak di Afsel Naik, Diduga Gejala Omicron

Varian Omicron Sudah Terdeteksi di 38 Negara

Malaysia Deteksi Kasus Omicron Pertama pada Siswa Afrika Selatan

Ilmuwan Mendeteksi Varian Baru Covid-19 di Afrika Selatan

Berita terkait
Ilmuwan Afrika Selatan Selidiki Hubungan Omicron dan HIV
sedang menyelidiki "hipotesis yang sangat masuk akal" antara lain hubungan antara varian baru dan HIV
0
Afrika Selatan Hadapi Lonjakan Covid-19 Sub-Varian Omicron
Selama sekitar tiga minggu, Afsel mengalami kenaikan kasus baru dan tingkat rawat inap, tapi bukan kasus yang parah dan kematian