UNTUK INDONESIA
Adian Napitupulu Desak Jokowi Beli Alat Tes Corona
Anggota Komisi I DPR Adian Napitupulu mendesak Presiden Jokowi mewujudkan tersedianya pengadaan alat tes virus corona.
Adian Napitupulu, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan. (Foto: Tagar/Mauladi Fachrian).

Jakarta - Anggota Komisi I DPR Adian Napitupulu mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewujudkan tersedianya pengadaan alat tes virus corona atau Covid-19 sebanyak mungkin. Menurutnya, upaya itu krusial untuk mengantisipasi penyebaraan massal corona di Indonesia.

"Alat tes ini bisa membantu pemerintah untuk mengidentifikasi apakah seseorang terinfeksi virus corona atau tidak hanya dalam waktu tidak lebih dari 15 menit," ujar Adian lewat keterangan tertulis yang diterima Tagar, Senin, 16 Maret 2020.

Dia juga mendorong pemerintah melakukan tes massal di berbagai wilayah guna mengidentifikasi penyebaran di masing-masing wilayah. "Selanjutnya menerapkan perlakuan perlakuan khusus yang bisa jadi berbeda di setiap wilayah tergantung dari besar kecil tingkat sebarannya," ucap politikus PDIP perjuangan tersebut.

Sampai hari ini India sudah membeli 150 juta alat test, sementara Kuwait dan Belanda masing masing membeli 30 juta dan 7,5 juta alat tes.

Adian menilai, berbagai merek alat tes virus corona sudah dipasarkan oleh beberapa negara. Bahkan menurutnya, beberapa negara sudah memiliki stok peralatan yang cukup banyak. "Sampai hari ini India sudah membeli 150 juta alat test, sementara Kuwait dan Belanda masing masing membeli 30 juta dan 7,5 juta alat tes," kata dia.

Dia pun memberi contoh beberapa produk dalam minggu ini bisa diperoleh dengan harga berkisar Rp 140-350 ribu per-alat tes. Bila Pemerintah Jokowi, kata dia, membeli 500 ribu kotak maka dapat digunakan untuk melakukan tes terhadap 15 juta orang. "Pemerintah perlu menganggarkan biaya antara Rp 2,1 triliun hingga Rp 5,25 triliun," tutur Adian.

Kemudian, Adian juga mengingatkan pemerintah agar tidak menggunakan jasa perantara atau calo dalam pengadaan alat tes tersebut. Namun, pemerintah bisa memesan langsung sehingga harga tidak dipermainkan oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan dari situasi sulit saat ini.

"Apa yang dilakukan oleh pemerintah dengan menyiapkan 10.000 alat tes tentu masih jauh dari cukup mengingat jumlah penduduk kita yang sudah mencapai lebih dari 250 juta jiwa," ujar Adian. []

Berita terkait
Jokowi Bebaskan Kepala Daerah Tetapkan Status Corona
Jokowi mengatakan kepala daerah dapat menentukan status kedaruratan wilayahnya selama penanganan virus corona atau Covid-19.
Jokowi Sebut Social Distancing ke Corona, Apa Itu?
Mengantisipasi pencegahan virus corona, Jokowi mengatakan langkah social distancing penting. Apa itu?
Jokowi Kini Hidangkan Pencegah Corona ke Tamu Istana
Presiden Jokowi mengaku tidak lagi menyuguhkan teh kepada tamu yang berkunjung ke Istana. Dia menggantinya dengan hidangan pencegah corona.
0
Relaksasi Kredit, Bank di Daerah Masih Saja Menagih
Presiden Jokowi membuat kebijakan relaksasi kredit saat pandemi Covid-19, praktiknya petugas bank milik negara masih ada yang menagih bunga kredit.