UNTUK INDONESIA
Adaptasi Kebiasaan Baru, Konsumsi BBM Pertamina Naik
PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III mencatat kenaikan konsumsi BBM di masa adaptasi kebiasaan baru mencapai 91 persen.
Sales Area Manager Retail Bandung PT. Pertamina Sylvia Grace Yuvenna (kedua kanan) meninjau petugas dalam mengisi BBM pada unit Pertashop di Gununghalu Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu, 15 Juli 2020. (Foto: Antara/Novrian Arbi/foc)

Jakarta - PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region III mencatat kenaikan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di masa adaptasi kebiasaan baru mencapai 91 persen. Kenaikan tersebut terjadi di masa sebelum pandemi Covid-19 periode Januari-Februari 2020 dan masa pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mengharuskan masyarakat beraktivitas dari rumah.

Unit Manager Communication Relations & CSR MOR III Eko Kristiawan mengatakan konsumsi rata-rata harian naik di wilayah MOR III yakni Provinsi DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat untuk BBM jenis Gasoline, yaitu Premium, Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo mencapai 23.808 Kilo Liter (Kl) per hari.

"Ini mencerminkan konsumsi BBM masyarakat mulai mendekati kondisi normal, yakni sekitar 91 persen dari normal 26 ribu Kl per hari," ujar Eko Kristiawan seperti dikutip Tagar dalam siaran pers Pertamina, Jumat, 21 Agustus 2020.

Sedangkan, konsumsi BBM jenis Gasoil, yakni Biosolar, Dexlite dan Pertamina Dex telah mencapai 8.281 KL per hari. Dalam persentase, telah mencapai 85 persen dari konsumsi harian rata-rata kondisi normal periode Januari-Februari sekitar 9.811 Kl.

"Sejak Pemerintah memberlakukan masa transisi tatanan baru tahap I pada Juni 2020, terutama untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil berangsur meningkat," tuturnya.

Selain DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, konsumsi BBM mulai bergeliat di wilayah Ciayumajakuning yaitu Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan. Menurut dia konsumsi rata-rata harian terhadap BBM jenis Gasoline pada bulan Agustus sudah mencapai 109 persen dari konsumsi normal.

Berdasarkan data yang dia miliki, konsumsi normal wilayah Ciayumajakuning sekitar 1.700 Kl, sementara pada Agustus sudah mencapai 1.900 Kl. Sedangkan BBM jenis Gasoil, kenaikan konsumsi di Ciayumajakuning sudah mencapai 93 persen dari konsumsi kondisi normal.

Konsumsi BBM masyarakat di wilayah Sukabumi dan Cianjur menurutnya juga tinggi. Hal ini tercermin dari konsumsi BBM jenis Gasoline yakni Premium dan Pertamax Series mencapai 1.200 Kl atau sekitar 106 persen dari kondisi normal. Sedangkan Gasoil hampir mencapai 300 Kl atau 90 persen dari kondisi normal.

Sementara itu di wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok konsumsi BBM jenis Gasoline telah mencapai lebih dari 7 ribu Kl atau sebesar 81 persen dari konsumsi normal. Sedangkan Gasoil, mencapai 79 persen dari konsumsi sebelum pandemi Covid-19 atau masih berkisar 2.000 Kl per hari.

"Dalam kondisi pandemi saat ini, kami mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan lingkungan. Salah satunya, dengan menggunakan bahan bakar berkualitas yang memiliki kandungan oktan tinggi, sehingga memiliki kandungan zat buang lebih sedikit dan lebih bersih untuk lingkungan," ucapnya. []

Berita terkait
Program Pinky, Kepedulian Pertamina Terhadap UMKM
Pertamina menggulirkan program kemitraan Pinky Movement untuk memberikan permodalan pinjaman kredit bergulir super lunak.
HUT ke-75 RI, Pertamina Klaim Berkelas di Pasar Dunia
PT Pertamina (Persero) mengklaim telah mampu menjadi perusahaan energi berkelas di dunia jelang Hari Kemerdekaan ke-75 Republik Indonesia.
Pertamina Gandeng Bareskrim Polri Kawal Proyek Kilang
Pertamina menggandeng Bareskrim Polri untuk mendampingi proses pengadaan proyek pembangunan, pengembangan, dan operasional kilang dalam negeri.
0
Bagaimana Cara Mempopulerkan Citra Kuliner ala Thailand?
Indonesia perlu banyak mempelajari langkah-langkah yang dilakukan Thailand dalam menaikkan citra kuliner khas negaranya.