UNTUK INDONESIA
9 Fakta Menarik di Film Dokumenter American Factory
Tagar mengumpulkan dari beberapa sumber 9 fakta menarik dari film American Factory, berikut rangkumannya:
Salah satu adegan dalam film American Factory. (Froto: Higher Ground. )

Jakarta - Film pemenang Oscar 2020 kategori dokumenter panjang, American Factory, memang layak untuk diapresiasi. Film ini seakan menjadi titik cerah bagi perang dagang antara Tiongkok dan Amerika Serikat (AS) yang semakin runyam.

Film American Factory bercerita tentang kebangkrutan raksasa automotif AS General Motors (GM) yang terpaksa merumahkan ribuan pegawainya. Dewa penolong datang dari perusahaan kaca mobil Tiongkok yang bersedia merekrut para pengangguran itu lagi.

Namun pihak penolong kecewa dengan etos kerja orang AS yang pemalas dan penuntut, serta gemar berlindung pada serikat buruh yang oportunis. Pada akhirnya pihak AS dan Tiongkok mencari jalan tengah yang tidak bisa menggembirakan semua pihak.

Jalan cerita dari film tersebut seakan menyadarkan semua orang kalau perubahan etos kerja sedang terjadi di dunia, tidak hanya di Tiongkok. Kalau tidak mau berubah, jangan harap bisa bertahan.

Dibalik film satir jempolan tersebut, Tagar mengumpulkan dari beberapa sumber 9 fakta menarik dari film American Factory, berikut rangkumannya:

  1. Film American Factory dirilis oleh perusahaan film baru bernama Higher Ground. Pendiri perusahaan tersebut tidak lain adalah mantan presiden AS Barack Obama dan istrinya Michelle.
  2. Dengan dirilisnya American Factory dari perusahaan film miliknya, Barack Obama seakan ingin menyampaikan bahwa ia masih sangat peka dengan isu ekonomi AS, meskipun sang matan presiden itu memiliki latar pendidikan di bidang hukum.
  3. Duo sutradara pembuat American Factory, Steven Bognar dan Julia Reichert sebelumnya membuat film dokumenter pendek berjudul The Last Truck: Closing of a GM Plant (2009) yang bercerita tentang sebuah pabrik yang ditutup oleh GM. Sepuluh tahun kemudian mereka membuat film tentang kebangkrutan GM.
  4. Julia Reichert menderita kanker ganas saat mengerjakan film ini. Dia juga menyatakan bahwa American Factory adalah film terakhirnya.
  5. Obama melihat American Factory di festival film Sundance. Dia tertarik untuk mengedarkan film ini lewat perusahaan filmnya yang bernama Higher Ground. Kesepakatan mereka dengan Netflix semakin memperluas distribusi film bergenre drama dokumenter ini.
  6. Awalnya, akulturasi budaya dan etos kerja Tiongkok yang menyusup ke dalam model bisnis AS dipuji karena membawa kemakmuran ke Ohio. Namun proses tersebut porak poranda saat Presiden Donald Trump menabuh genderang perang dagang dengan Tiongkok.
  7. Film ini jauh berbeda dengan gaya dokumenter yang biasa dipakai oleh sineas AS yang biasa menggunakan banyak arsip. American Factory justru menggunakan efek drama atau adegan yang diarahkan oleh sutradara.
  8. Dengan kemenangan film ini di ajang Oscar, tidak menutup kemungkinan bagi Obama untuk memproduksi film kampiun lainnya. Dan peluang dia mendapatkan piala Oscar semakin besar. Jika itu terjadi, Barack Obama adalah orang pertama yang berhasil mengoleksi Piala Grammy, Nobel Perdamaian, dan Oscar.
  9. American Factory membutuhkan waktu yang panjang (selama bertahun-tahun) dalam pembuatan karena menyangkut riset, pengarahan adegan, dan wawancara dari berbagai narasumber. []
Berita terkait
Daftar Film Asing Siap Tayang Maret 2020
Penikmat film akan dimanjakan dengan aksi aktor-aktor dunia lewat film layar lebar yang siap tayang pada Maret 2020.
Endah N Resha Ikut Konser Film Teman Tapi Menikah 2
Sederet musisi indie seperti Endah N Resha dan Ten 2 Five siap mengelar konser untuk menyambut peluncuran film Teman Tapi Menikah 2.
Pengalaman Denny Siregar Nonton Film American Factory
Pekerja Amerika ternyata mirip pekerja Indonesia. Cuti dan liburnya banyak, pengeluh, penuntut, kualitasnya rendah. Tulisan Denny Siregar.
0
Polres Kediri Tangkap Sindikat Pemalsuan Dokumen
Kapolres Kediri AKBP Lukman Cahyono mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari penggerebekan dilakukan Satres Narkoba.