Maros - Ada yang berbeda pada Sabtu 13 April malam di kawasan wisata alam Bantimurung Kabupaten Maros. Jika biasanya wisata Bantimurung hanya bisa diakses pada siang hari, kali ini pihak pengelola membuka pada malam hari.

Pembukaan kawasan wisata di malam hari merupakan langkah baru dari pihak pengelola, untuk meningkatkan kedatangan pengunjung, baik lokal maupun mancanegara, khususnya bagi mereka yang suka jalan-jalan berkegiatan di malam hari.

Tak hanya sekadar dibuka begitu saja, pihak pengelola juga menghadirkan sejumlah tenant-tenant makanan dan minuman. Di antaranya kuliner khas daerah seperti sarabba, dan jagung bakar khas wisata alam Bantimurung.

Pengunjung yang datang di malam hari akan disuguhkan performance dari anak muda lokal, baik berupa nyanyian lagu daerah, berpuisi, hingga standup comedy.

Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros Muh Ferdiansyah mengatakan, moment ini digunakan sebagai salah satu langkah untuk membuka kawasan wisata Bantimurung selama 24 jam.

"Maros diketahui sebagai gerbang sarana udara. Di mana saat orang tiba di bandara dan ingin melakukan wisata malam hari, maka dari pihak pengelolah sudah siap dengan sarana dan prasarana yang sudah dimaksimalkan," ucap kata Ferdi kepada Tagar News, Sabtu 13 April 2019.

Wisata BantimurungSejumlah pengunjung mengabadikan foto grupy bersama teman-temannya di kawasan wisata Bantimurung yang dibuka pertama kali pada malam hari, Sabtu 13 April 2019. (Foto: Tagar/Aan)

Menurut Ferdi, wisata Bantimurung sengaja buka di malam hari karena banyak spot-spot unik yang sangat Instagramable. Misalnya air terjun di malam hari, warga bisa melihatnya dengan lampu warna-warni.

Dengan terbukanya wisata malam ini, bisa menambahkan pendapatan asli daerah khususnya sektor pariwisata. Selain itu, bisa menambahkan penghasilan warga sekitar Bantimurung.

"Kita rangkul seluruh lapisan masyarakat untuk dapat berpartisipasi. Masyarakat bisa menjajakan souvenir, makanan, dan lainnya, sehingga dibukanya kawasan ini di malam hari semua kalangan bisa merasakan manfaat," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Maros Chaidir Syam menyambut baik hal yang dilakukan pengelolah kawasan wisata Bantimurung. Menurutnya, adalah langkah yang luar biasa dalam mempromosikan wisata.

"Bantimurung menjadi sangat cantik, ini adalah ide yang luar biasa. Kita bisa melihat keindahan alam di malam hari, dimana selama ini kita hanya bisa melihatnya pada siang saja," kata Khaidir.

Salah satu pengunjung Titi levilia mengaku sangat takjub dengan suasana wisata Bantimurung di malam hari. Di mana ia merasa seperti berkunjung di saat kondisi masih terang oleh matahari.

Akan tetapi, menurut Titi masih ada beberapa titik yang harus ditingkatkan. Seperti kurangnya penerangan di beberapa titik, bisa mengakibatkan salah langkah.

"Lebih baik lagi kalau lampu-lampunya ditambah. Agar saat melakukan foto selfie hasilnya menjadi jauh lebih bagus. Tapi secara keseluruhan Bantimurung di malam hari sangat keren," jelas Titi.