Warga Kudus Diimbau Pakai BBM Sesuai Spesifikasi Kendaraan

Pertamina mengimbau warga Kudus untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan bermotor.
Petugas SPBU tengah melayani pembelian BBM. Pertamina mengimbau warga Kudus untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraannya. (Foto: Tagar/Nila Niswatul Chusna)

Kudus - Pengguna kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun mobil, di Kabupaten Kudus diimbau menggunakan bahan bakar minyak (BBM) sesuai spesifikasi kendaraan. Pasalnya, setiap kendaraan memiliki risiko kompresi mesin yang berbeda sehingga butuh bahan bakar dengan oktan yang tidak sama.

Pejabat sementara Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina MOR JBT, Marthia Mulia Asri mengatakan era industri, digitalisasi dan teknologi yang lebih maju memicu PT Pertamina berinovasi untuk menciptakan energi-energi yang lebih baik. Dengan demikian dapat menjaga kualitas udara lebih bersih.

Selain pengembangan energi terbarukan, Pertamina juga meningkatkan standarisasi dan spesifikasi dari BBM agar sesuai dengan kebutuhan kendaraan saat ini.

Dengan mengisi BBM sesuai kebutuhan, berarti kita telah menjaga mesin agar awet dan meminimalisir polusi lingkungan.

Marthia menyebut Pertamina kini memiliki bahan bakar minyak jenis gasoline seperti Pertamax. BBM jenis ini memiliki formula zat aditif yang bisa membersihkan endapan kotoran pada mesin sehingga mesin jadi lebih awet. BBM jenis ini juga menjaga mesin dari karat dan menjadikan pemakaian bahan bakar lebih efisien.

“Pertamina juga memiliki bahan bakar dengan standar Euro 4, yaitu Pertamax Turbo. Selain membuat awet mesin, dengan terpenuhinya standar tersebut artinya bahan bakar Pertamina juga ramah lingkungan," ujar Marthia, Kamis, 12 November 2020.

Ia menambahkan, pihaknya tidak merekomendasikan konsumen untuk mengisi kendaraan di bawah angka kompresi kebutuhan mesin atau spesifikasi kendaraan.

Misalnya, kendaraan dengan kompresi 10:1 yang membutuhkan BBM dengan RON minimal 92, konsumen sebaiknya tidak mencampur dengan produk yang memiliki RON di bawah itu.

"Dengan mengisi BBM sesuai kebutuhan, berarti kita telah menjaga mesin agar awet dan meminimalisir polusi lingkungan," katanya.

Baca juga: 

Disinggung mengenai distribusi energi di wilayah Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Kudus, Marthia menyebut stok di seluruh fuel terminal dalam keadaan aman.

"Setiap harinya kami kirim 11.500 KL gasoline dan 6.000 KL gasoil di Jawa Tengah. Untuk penyaluran harian LPG di Jawa Tengah berada di angka 4.200 metric ton per harinya," ungkap dia.

Untuk wilayah Kudus dan sekitarnya, Pertamina melayani penyaluran BBM melalui 71 SPBU serta LPG melalui 45 Agen PSO, 3.721 pangkalan LPG PSO dan 240 outlet LPG nonPSO. []

Berita terkait
Transisi BBM ke Energi Terbarukan Harus Bertahap
Transisi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) ke energi terbarukan dinilai harus dilakukan secara bertahap.
Konversi BBM ke Energi Bersih, APBN Bisa Hemat Rp 300 Triliun
Rencana pemerintah untuk menggalakkan penggunaan energi bersih terbarukan merupakan keputusan tepat karena dapat menghemat APBN.
Energi Terbarukan Hanya Alternatif, Bukan Pengganti BBM
Energi terbarukan bisa menjadi alternatif bukan menggantikan total BBM di sektor transportasi.
0
Polri: Pesepeda Keluar Jalur Khusus, Denda Rp 100 Ribu Menanti
Kombes Pol. Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, akan memberlakukan tilang kepada pesepeda yang keluar jalur di jalan yang terdapat road bike.