UNTUK INDONESIA
Wamenag Sebut Musik Kekuatan Persatukan Indonesia
Wamenag Zainut Tauhid Saadi sebut keberagaman dan kebhinnekaan Indonesia bisa dipesatukan oleh musik
Group Qasidah Az Zahra dari Masjid Raya Jayapura saat membawakan lagu perdamaian bernuansa Islam dalam pembukaan Pesparani I Katolik Papua, di Auditorium Uncen, Jayapura, Kamis malam, 14 November 2019. (Foto: Pesparani/Tagar/Paul Manahara Tambunan)

Kota Ambon - Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Zainut Tauhid Sa'adi, mengatakan, musik merupakan kekuatan yang dapat mempersatukan masyarakat Indonesia dalam berbagai keberagaman dan kebhinekaan.

"Musik merupakan anugerah terindah dari Tuhan Yang Maha Esa yang harus terus dikembangkan dan dieksplor menjadi kekuatan yang dapat mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam berbagai keberagaman, kebhinekaan dan keIndonesiaan," katanyanya saat pembukaan pemilihan duta qasidah tingkat nasional ke XXIV tahun 2019 di Kota Ambon, Senin, 25 November 2019, malam.

Menurut Zainut, musik menjadi pengikat untuk menjaga identitas sebagai masyarakat yang kaya akan keberagaman, baik suku, agama, bahasa, adat dan budaya. "Identitas kebudayaan menjadikan Indonesia yang dibangun melalui musik dan diterjemahkan dalam bahasa agama, harus terus dipelihara karena musik anugerah terindah dari Tuhan," katanya, seperti dilaporkan Antara.

Seni qasidah merupakan salah satu kesenian yang juga harus terus dipelihara dam dikembangkan. "Seni qasidah hari ini dilombakan, diharapkan terus mengikuti perkembangan zaman," ujar Zainut.

Selain itu nilai seni qasidah harus dikembangkan melalui kolaborasi alat musik modern, tetapi juga tetap mempertahankan nilai tradisi yang menjadi kekuatan dari seni qasidah sendiri. "Pemilihan duta qasidah yang dilombakan saat ini, juga masih mempertahankan keasliannya, patut diberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi," katanya.

Diakuinya, lomba ini tidak hanya sekedar kompetisi, tetapi dapat dijadikan ajang silaturahmi untuk mengekspresikan nilai qasidah yang penuh dengan berkah, sehingga kecintaan terhadap seni qasidah semakin tercermin dalam perilaku hidup.

Dalam setiap perlombaan, lanjutnya hanya ada dua kemungkinan menjadi juara atau pemenang, jika tidak bisa menjadi juara, jadilah pemenang yang dapat merebut hati masyarakat.

"Dengan penampilan yang baik kita sudah menjadi pemenang yang tampil menghibur dan menyenangkan masyarakat luas," tambah Wamen Zainut. []

Berita terkait
Kota Ambon Ditetapkan UNESCO sebagai Kota Musik Dunia
Kota Ambon, ibu kota Provinsi Maluku, ditetapkan UNESCO sebagai salah satu kota kreatif di dunia sebagai kota musik yang ke-66 di dunia
Politikus PKB Bicara Musik dan Kesenian Jawa
Di tengah gempuran musik mancanegara, musik tradisional mulai bangkit. Tapi syaratnya harus mengemasnya lebih kreatif dan milenial.
0
Adisutjipto Yogyakarta Antisipasi Virus Corona
Bandara Adisutjipto Yogyakarta memperketat pegawasan penumpang dari penerbangan luar negeri untuk ansipasi penyebaran virus corona.