UNTUK INDONESIA
Waketum Gerindra, Ponakan Prabowo Gusur Arief Poyuono?
Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (keponakan Prabowo) menjadi Waketum Gerindra. Dia menggusur Arief Poyuono?
Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo (keponakan Prabowo) menjadi Waketum Gerindra. Dia menggusur Arief Poyuono? (foto: Twitter/@bumnbersatu).

Jakarta - Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang merupakan keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu telah didapuk menjadi Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Gerindra. Kabar ini sekaligus mencuatkan teka-teki posisi Arief Poyuono tergusur, tak lagi menduduki jabatan strategis di partai berlogo kepala garuda tersebut.

Arief Poyuono menjelaskan, sampai saat ini dirinya belum mengetahui apakah masih dipercaya menjabat atau tidak dalam kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025, yang Surat Keputusan atau SK-nya masih diproses di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), untuk kemudian disahkan.

Kalau di Pilpres Prabowo kalah, saya akan mundur dari pengurus.

"Saya belum tahu sampai hari ini. Kalaupun tidak diberikan jabatan lagi, saya kan sudah lama juga di situ, dari 2008 sampai sekarang, artinya harus ganti baru," kata Arief Poyuono kepada wartawan, dikutip Tagar, Rabu, 16 September 2020.

Baca juga: Profil Rahayu Saraswati, Dibilang Pahanya Mulus

Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini sudah 12 tahun mengisi jabatan penting dalam kepengurusan Partai Gerindra, sejak tahun 2008-2020. Pos terakhir yang ia tempati ialah Waketum Gerindra, yang kini diduduki keponakan Prabowo.

Arief Poyuono mengaku sudah gagal mengurus Partai Gerindra lantaran tidak bisa menghantarkan Prabowo menjadi Presiden RI selama dua kali Pemilu dikalahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Kemudian Arief mengaku sudah mendengar spekulasi menyoal Partai Gerindra sedang melakukan upaya regenerasi kepengurusan yang bakal diisi kaum milenial. Dia juga tidak diundang saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra di Hambalang beberapa waktu lalu.

"Yang saya dengar seperti itu (ada regenerasi kepengurusan), karena KLB saja saya tidak diundang. Tidak ada undangan ke saya ketika diselenggarakan KLB. Kan itu lewat Zoom, linknya saja saya tidak dikasih. Saya tidak apa-apa, tidak ada masalah, dan memang saya pernah bicara dulu tahun 2017, kalau di Pilpres Prabowo kalah, saya akan mundur dari pengurus," ujarnya.

Baca juga: Arief Poyuono Sebut Banyak Menteri Jokowi Anak Mami

Mengenai posisi Waketum Gerindra yang saat ini diduduki Rahayu Saraswati (Sara), Arief Poyuono menilai putri Hashim Djojohadikusumo dibutuhkan untuk mengurusi partai di tengah pandemi Covid-19. Dia meyakini hal ini menjadi salah satu pertimbangan Ketum Prabowo dalam meracik susunan kepengurusan baru Partai Gerindra.

Rahayu Saraswati DjojohadikusumoBakal calon (Bacalon) Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. (Foto: Tagar/Alfi)

"Saya meyakini ada tatanan baru politik di Gerindra. Sudah saatnya seorang Sara itu disiapkan untuk memimpin Partai Gerindra dengan segala pengalaman dia. Dia anak orang mampu, anak berpendidikan, tetapi dia sangat merakyat. Perasaan dia itu perasaan rakyat kecil. Itu yang dimiliki Sara yang saya kenal bertahun-tahun," ucapnya.

Apabila namanya tidak masuk susunan kepengurusan Partai Gerindra periode 2020-2025, maka Arief akan kembali terlibat dalam serikat buruh tani dan nelayan.

"Saya akan kembali ke habitat saya, yaitu ke masyarakat pekerja, petani, dan nelayan. Sepanjang saya di Gerindra, saya banyak meninggalkan mereka. Artinya kurang berjuang untuk mereka. Saya akan kembali ke masyarakat," ujar Arief Poyuono.

Secara terpisah, Juru bicara Partai Gerindra Habiburokhman sejauh ini masih merahasiakan kepengurusan Gerindra periode 2020-2025. Ia meminta publik bersabar menunggu turunnya SK Kemenkumham.

"Kita lihat saja minggu depan, kan sudah keluar SK Menkum HAM," kata dia kepada wartawan, Sabtu, 12 September 2020.

Lantas Habiburokhman meminta Arief Poyuono tidak memberikan keterangan yang mengatasnamakan posisinya sebagai Waketum partai yang dipimpin Prabowo Subianto itu. Sebab, kepengurusan Gerindra periode lalu sedang demisioner.

"Tapi memang pengurus periode lalu kan sudah demisioner saat KLB. Makanya saat ini Mr Poyu enggak boleh lagi ngaku-nagku Waketum, apalagi mengeluarkan pernyataan dengan mengatasnamakan partai," ujarnya.

"Saran saya kepada beliau (Arief Poyuono), janganlah membuat kontroversi dan kegaduhan. Dalam politik itu kita harus bisa menerima tugas apapun dan enggak harus selalu punya posisi bagus," kata Jubir Gerindra. []

Berita terkait
Muhamad - Rahayu Saraswati Calon Pimpinan Kota Tangsel
Muhamad mantan Sekda Kota Tangsel dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang merupakan Keponakan Prabowo Subianto diusung lima partai, siapa saja?
Isu Kadrun, Andre Rosiade Geram Atas Sikap Arief Poyuono
Isu PKI kadrun Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade geram melihat sikap dan tindakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono rendahkan partai
Arief Poyuono Mangkir, Habiburokhman Waspadai PKI
Waketum Gerindra Arief Poyuono mangkir dari panggilan Majelis Kehormatan terkait isu PKI dimainkan kadrun. Habiburokhman waspadai ideologi komunis.
0
Alasan DPR Sebut Tidak Mungkin Tunda Pilkada 2020
DPR menilai penundaan pilkada 2020 merupakan hal yang mustahil dilakukan karena tidak diketahui kapan pandemi akan berakhir.