Indonesia
Wajib Baca: Buku 'Jiwa Jiwa Bermesin, Memoar Para Pasien Cuci Darah'
Buku 'Jiwa Jiwa Bermesin, Memoar Para Pasien Cuci Darah'. Inspirasi dari 33 pasien cuci darah. Tentang semangat dan ketegaran.
Peluncuran buku "Jiwa Jiwa Bermesin, Memoar Para Pasien Cuci Darah" dalam acara perayaan Hari Ginjal Sedunia di Lapangan Kalpataru Kemiling, Bandar Lampung, Minggu (17/3/2019). (Foto: KPCDI)

Jakarta, (Tagar 18/3/2019) - Buku  berjudul Jiwa Jiwa Bermesin, Memoar Para Pasien Cuci Darah diluncurkan dalam acara perayaan Hari Ginjal Sedunia di Lapangan Kalpataru Kemiling, Bandar Lampung, Minggu.

Buku itu ditulis oleh seorang pasien cuci darah bernama Petrus Hariyanto. "Kisah yang yang saya tulis ini kisah nyata dari kehidupan yang dijalani oleh pasien cuci darah. Ada 33 orang yang kisahnya saya tuangkan dalam buku ini," ujar Petrus ketika ditanya tentang isi buku tersebut dalam keterangan tertulis diterima Tagar News, Senin (18/3).

Petrus yang sering dipanggil dengan nama Peter Hari mengatakan kehidupan pasien cuci darah yang sering mengalami drop, berkali-kali masuk UGD dan ICU, ditinggal pasangan hidupnya, di-PHK, bahkan menemui ajalnya ditorehkan dalam buku itu.

Tetapi, menurut sang penulis buku, tulisannya tidak bermaksud bercerita tentang kesedihan, justru ingin menyampaikan pesan tentang ketegaran, ketabahan, ketulusan, dan semangat yang luar biasa dari para pasien cuci darah dan pendampingnya.

Jiwa-jiwa BermesinCover buku "Jiwa-jiwa Bermesin. Memoar Para Pasien Cuci Darah" (Foto: KPCDI)

"Kami sengaja mengadakan peluncuran buku ini di Kota Bandar Lampung agar masyarakat di sini lebih memahami kehidupan seseorang yang tergantung keberlanjutannya oleh peran sebuah mesin hemodialisa," ujar Herlintati Ketua Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) cabang Lampung.

Acara digelar oleh KPCDI cabang Lampung dengan menggandeng Pasca Sarjana dan Universitas Saburai, Ikatan Perawat Hemodialisa Lampung, PMI (Palang Merah Indonesia). 

Selain peluncuran buku, Minggu pagi 17 Maret 2019 itu didahului senam sehat 500 peserta, pemeriksaan darah dan tensi gratis, dan aksi donor darah.

Kegiatan bertujuan agar masyarakat Lampung mempunyai kepedulian tinggi untuk menjaga kesehatan ginjalnya dengan menjalani pola hidup sehat. []

Baca juga:

Berita terkait
0
Video Viral di Media Sosial, Sekda Papua Dipanggil
Sekda Papua TEA Hery Dosinaen menyebut Papua sebagai tanah kedua Israel. Kemendagri akan memanggilnya karena bertentangan dengan konstitusi.