Wah, Diam-Diam Karawang Bakal Produksi Pelek Ferrari

Sebuah perusahan nasional bidang otomotif diketahui telah membukukan kesepakatan bisnis dengan perusahaan pembuat pelek asal Italia
Ferrari F430. (Foto: Instagram/ferrariculture)

Jakarta - Perusahaan nasional yang fokus memproduksi pelek kendaraan roda empat, yakni PAKO Group, dikabarkan telah menyepakati kerjasama bisnis dengan MAK, sebuah perusahaan asal Italia yang bergerak dalam industri yang sama.

Informasi tersebut dilontarkan oleh Atase Perdagangan Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma Silvi Charlote Sumanti dalam sebuah keterangan pers. Menurut Silvi, pihaknya telah memfasilitasi penjajakan kesepakatan dagang (business matching) secara virtual antara PAKO Group dan MAK S.p.A.

“Selain itu, pertemuan ini juga bertujuan untuk membuka peluang kerja sama kedua perusahaan dan menjadi sarana saling tukar informasi serta spesifikasi produk yang dibutuhkan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 19 Juni 2020.

Silvi menambahkan, dalam business matching tersebut kedua perusahaan saling memperkenalkan diri dan menjelaskan sejumlah produk yang dimiliki. Perwakilan MAK menyampaikan, saat ini perusahaannya sudah memulai kembali aktivitasnya setelah dihentikan sementara karena pemberlakuan lockdown di Italia. Sementara itu, PAKO menyampaikan kualitas produknya yang didukung laboratorium serta bengkel sendiri untuk menunjang kegiatan produksi.

“Selanjutnya, pihak MAK menyampaikan keinginannya untuk segera berkunjung ke pabrik PAKO di Karawang dan Sunter saat perjalanan ke Indonesia sudah memungkinkan,” turur dia.

Untuk diketahui, PAKO Group merupakan perusahaan yang memproduksi pelek baja dengan lokasi pabrik di Sunter dan Karawang. Pangsa pasar usaha ini banyak menyasar kawasan mancanegara, seperti Jepang, Jerman, Hongaria, Malaysia, dan Thailand. PAKO juga mengklaim sebagai penyedia pelek untuk kendaraan Toyota, Mitsubishi, Isuzu, Daihatsu, Honda dan Nissan.

Sementara itu, MAK adalah perusahaan otomotif asal Italia dengan spesialisasi pembuatan pelek kendaraan roda empat. Perusahaan ini berdiri sejak 1990 dengan hasil produksi bagi sejumlah merek mobil mewah, seperti Ferrari, Mercedes-Benz, dan BWM.

Berita terkait
Diharapkan Otomotif Naik 5 Persen di New Normal
New normal diharapkan mampu mendorong industri otomotif bergeliat lagi setelah dihantam badai virus corona Covid-19.
Dampak Corona yang Ditakuti Produsen Otomotif
Hal yang menjadi masalah bukan penurunan penjualan atau tersendatnya distribusi, melainkan ketidakpastian kapan pandemi Covid-19 berakhir.
Ada Pandemi Corona, IKM Otomotif Masih Berproduksi
Industri Kecil Menengah (IKM) komponen dan suku cadang otomotif pendukung masih tetap berproduksi, meskipun terdampak virus corona.
0
Sempat Diterpa Badai Seroja, Mensos Targetkan Pemulihan NTT Juni 2021
Menteri Sosial Tri Rismaharini, menargetkan dana bantuan sosial untuk pemulihan NTT yang terkena Badai Seroja dapat disalurkan Juni ini.