Varian Omicron Picu Pembatasan Perjalanan di Dunia

Kekhawatiran atas Varian Baru Covid-19, Omicron, memicu lebih banyak pembatasan perjalanan di dunia
Penumpang yang datang diperiksa petugas kesehatan di Bandara Sydney, Australia, 12 Februari 2021 (Foto: voaindonesia.com/AP)

Jakarta – Australia dan beberapa negara lain bergabung dengan negara-negara yang memberlakukan pembatasan perjalanan dari Afrika Selatan pada Sabtu, 27 November 2021, setelah virus corona varian baru Omicron ditemukan. Varian baru tersebut memicu kekhawatiran dunia dan memicu aksi jual di pasar keuangan.

Meski demikian, pembatasan tersebut mungkin tidak dapat membendung penyebaran varian baru. Inggris mengatakan pada Sabtu, 27 November 2021, bahwa pihaknya telah mendeteksi dua kasus. Pihak berwenang di Jerman dan Republik Ceko juga mengatakan mereka mencurigai kasus yang sama.

Omicron, yang dijuluki "varian mengkhawatirkan" oleh Organisasi Kesehatan Dunia PBB (World Health Organization/WHO), berpotensi lebih menular daripada varian sebelumnya, meskipun para ahli belum tahu apakah itu akan menyebabkan Covid-19 yang lebih atau kurang parah dibandingkan dengan jenis virus corona lainnya.

ilustrasi covid varian baru afselIlustrasi: Otoritas kesehatan mengatakan varian virus corona baru menyebabkan peningkatan jumlah kasus di Afrika Selatan (Foto: dw.com/id)

Varian ini pertama kali ditemukan di Afrika Selatan dan sejak itu juga terdeteksi di Belgia, Botswana, Israel, dan Hong Kong.

Pihak berwenang Belanda mengatakan bahwa 61 dari sekitar 600 orang yang tiba di Amsterdam dengan dua penerbangan dari Afrika Selatan pada Jumat, 26 November 2021, telah dites positif terjangkit virus corona. Otoritas kesehatan sedang melakukan tes lebih lanjut untuk melihat apakah kasus-kasus itu melibatkan varian baru.

Ilmuwan membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk sepenuhnya memahami mutasi varian itu dan apakah vaksin dan perawatan yang ada efektif untuk melawannya. Omicron adalah varian kelima yang mengkhawatirkan WHO.

Meskipun ahli epidemiologi mengatakan pembatasan perjalanan mungkin sudah terlambat untuk menghentikan Omicron beredar secara global, banyak negara di seluruh dunia - termasuk Amerika Serikat, Brazil, Kanada, dan negara-negara Uni Eropa - mengumumkan larangan atau pembatasan perjalanan di Afrika Selatan pada Jumat, 26 November 2021.

Pada Sabtu (27/11), Australia mengatakan akan melarang non-warga negara yang telah berada di sembilan negara Afrika Selatan untuk masuk dan akan memerlukan karantina 14 hari yang diawasi untuk warga negara Australia dan tanggungan mereka yang kembali dari sana.

Jepang mengatakan akan memperluas kontrol perbatasan yang diperketat ke tiga negara Afrika lagi setelah memberlakukan pembatasan perjalanan dari Afrika Selatan, Botswana, Eswatini, Zimbabwe, Namibia dan Lesotho pada Jumat, 26 November 2021.

nakes ambil sampel tes pcr di bandara afselSeorang petugas medis melakukan tes PCR terhadap seorang penumpang di Bandara Johannesburg, di tengah perebakan Covid-19 Varian Omicron di Afrika Selatan, 27 November 2021 (Foto: voaindonesia.com/AFP)

Afrika Selatan khawatir pembatasan itu akan merugikan pariwisata dan sektor ekonomi lainnya, kata Kementerian Luar Negeri pada Sabtu, 27 November 2021, seraya menambahkan pemerintah sedang menjalin hubungan dengan negara-negara yang telah memberlakukan larangan perjalanan untuk membujuk mereka mempertimbangkan kembali keputusan tersebut (ah)/Reuters/voaindonesia.com. []

Pemerintah Perketat Pintu Masuk Negara Cegah Varian Omicron

Peringatan WHO Tentang Ancaman Covid-19 Varian Omicron

Ilmuwan Mendeteksi Varian Baru Covid-19 di Afrika Selatan

Virus Corona Baru Menginfeksi Anak Muda di Afrika Selatan

Berita terkait
13 Wisatawan dari Afrika Selatan di Belanda Positif Varian Omicron
Otoritas kesehatan masyarakat di Belandakonfirmasi sejauh ini 13 orang yang tiba di Belanda dengan penerbangan dari Afrika Selatan
0
Varian Omicron Picu Pembatasan Perjalanan di Dunia
Kekhawatiran atas Varian Baru Covid-19, Omicron, memicu lebih banyak pembatasan perjalanan di dunia